Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kode Redeem FF 31 Juli 2026: Dapatkan Hadiah Eksklusif Free Fire Hari Ini!

Jumat, 31 Juli 2026 02:00 WIB

Bos FIFA Gianni Infantino Buka Suara Soal Wacana Jual Saham Piala Dunia

Jumat, 31 Juli 2026 01:00 WIB
Pelecehan Seksual

Ayah di Bandung Barat Tega Siksa Anak Kandung Usia 5 Tahun hingga Berdarah-darah

Kamis, 30 Juli 2026 20:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kode Redeem FF 31 Juli 2026: Dapatkan Hadiah Eksklusif Free Fire Hari Ini!
  • Bos FIFA Gianni Infantino Buka Suara Soal Wacana Jual Saham Piala Dunia
  • Ayah di Bandung Barat Tega Siksa Anak Kandung Usia 5 Tahun hingga Berdarah-darah
  • Pembeli Ngamuk Gara-gara Salih Input? Kisah Tragis Mbak Kasir di Kediri yang Bikin Netizen Emosi
  • Bansos Kemensos Tahap 3 Juli-September 2026 Cair! Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK KTP
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Salip Elektabilitas Prabowo, Pintu RI 1 Terbuka Lebar untuk Dedi Mulyadi
  • Jadwal Terakhir Grup A Piala Presiden 2026: Persib vs Tampines, Arema vs DPMM Berebut Semifinal
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 31 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Ahli Gizi Beri Tips Atasi Anak Picky Eater saat Ikut Program Makan Bergizi Gratis

By Putra JuangSabtu, 11 Januari 2025 11:30 WIB2 Mins Read
Pelajar MI Gelarsari, Kampung Gelarsari, Desa Boyongsari, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi saat menikmati makan bergizi gratis. ANTARA/Aditya Rohman
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah diterapkan di sejumlah sekolah dengan memberikan paket makanan yang terdiri dari nasi, sayuran, lauk-pauk, dan buah.

Beberapa sekolah juga mendapatkan susu pada paket makanan. Meski program ini bertujuan untuk mencukupi kebutuhan gizi anak-anak, kenyataannya tidak semua murid menghabiskan makanan yang disediakan.

Lantas, bagaimana dengan anak yang suka pilih-pilih makanan atau picky eater? Pengurus Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) sekaligus Dosen Kesehatan Gizi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Fahmi Arif Tsani merespons hal tersebut.

“Memang sangat lumrah terjadi pada anak terkait kesukaan menu makanan. Untuk menyiasati ada 3 hal yaitu edukasi, evaluasi, dan modifikasi varian menu,” ucap Fahmi dikutip laman NU Online, Sabtu (11/1/2025).

Menurutnya, para guru bisa membantu memberikan edukasi kepada anak-anak untuk menyadarkan perlunya kandungan gizi yang seimbang dalam ragam makanan, agar anak-anak tidak pantangan terhadap makanan tertentu.

“Mengedukasi anak untuk menyukai dan menyadarkan gizi seimbang yang diperoleh dari bahan variasi makanan,” ujarnya.

Selain itu, penyelenggara atau vendor Makan Bergizi Gratis menurutnya perlu evaluasi makanan untuk daya tarik anak.

“Perlu evaluasi, memperhatikan, daya terima dari makanan tersebut oleh si penikmat makanan yakni anak, bagaimana rasanya? apa yang ia sukai?” ungkapnya.

Fahmi menjelaskan, Evaluasi ini berguna untuk mengetahui makanan tertentu yang banyak disukai anak dan daya terima makanan tersebut.

“Apa yang kemudian yang itu tidak disukai oleh anak kita bisa menganalisis. Maka penting evaluasi mungkin dari cara pengolahan, rasa, daya terimanya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Fahmi mengatakan perlu menu makanan dimodifikasi. Menurutnya ini merupakan salah satu upaya yang penting dalam rangka memperbaiki asupan dan daya terima anak terhadap makanan.

“Orang yang menyiapkan makanan perlu memodifikasi menu yang sesuai dengan daya terima anak. Misal anak tidak suka nasi selain perlu melakukan penyadaran juga bisa mengganti karbohidrat yang jumlahnya seimbang dari jenis makanan selain nasi misalnya roti, bihun, daging diganti ayam, tahu ganti tempe dan lainnya,” paparnya.

Menurutnya, penyelenggara juga bisa memodifikasi cara pengolahannya. Misal anak tidak suka makanan yang pengolahannya direbus, bisa diganti dengan ditumis, digoreng atau dipanggang.

“Atau juga bisa cara penyajiannya bisa dihias supaya menarik perhatian anak agar bisa menerima,” imbuhnya.

Menurutnya, pihak penyelenggara bisa membuat siklus menu atau adanya jadwal yang mengatur jenis makanan yang pengolahan setiap harinya.

“Misal hari pertama dan kedua apa menunya berbeda dan terjadwal seterusnya, biasanya menu berdasarkan hari lebih bagus karena bisa mengurangi kebosanan dan meningkatkan daya terima,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anak Makan Bergizi Gratis Picky Eater Program MBG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kode Redeem FF 31 Juli 2026: Dapatkan Hadiah Eksklusif Free Fire Hari Ini!

Pembeli Ngamuk Gara-gara Salih Input? Kisah Tragis Mbak Kasir di Kediri yang Bikin Netizen Emosi

Heboh! BTS Tolak Grammy 2027, Ada Apa?

Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Link DANA Kaget Hari Ini 30 Juli 2026 Diburu, Begini Cara Klaim Saldo Gratis sebelum Habis

Jeje Slebew Comeback Bawa Kabar Mencekam: Badan Penuh Lebam Tanpa Sebab, Ngaku Kena Santet?

WhatsApp Bikin Gebrakan! Kini Bisa Video Call dari Browser Tanpa Download Aplikasi

Terpopuler
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Jakarta Lumpuh Total! Dihujat Warga, Acara Willie Salim dan Emak Gila Ternyata Ilegal!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.