Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah

Selasa, 15 September 2026 20:44 WIB

Jelang Duel Kontra FC Seoul, Marc Klok Kobarkan Semangat Juang Persib di Panggung Asia

Selasa, 15 September 2026 20:35 WIB

Nenek di Sukabumi Ditemukan Tewas Saat Padamkan Kebun Bambu yang Terbakar

Selasa, 15 September 2026 20:27 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah
  • Jelang Duel Kontra FC Seoul, Marc Klok Kobarkan Semangat Juang Persib di Panggung Asia
  • Nenek di Sukabumi Ditemukan Tewas Saat Padamkan Kebun Bambu yang Terbakar
  • Pekan Ketiga Super League Memanas! Persib ke Jepara, Persija Kontra Java United
  • Penyu Raja Ampat Dibunuh di Depan Kamera: Dari Perburuan hingga WNA Diamankan di Bandara
  • Persib Kontra FC Seoul di ACL Two, Ini Jadwal dan Cara Nonton Live
  • Asap Kebakaran Punclut Makan Korban, 13 Warga Bandung Kena ISPA
  • Underpass Gatot Subroto Cimahi Ditargetkan Rampung Desember, Nilai Proyek Rp126 Miliar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 15 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Nenek di Sukabumi Ditemukan Tewas Saat Padamkan Kebun Bambu yang Terbakar

By Aga GustianaSelasa, 15 September 2026 20:27 WIB2 Mins Read
Ilustrasi jenazah. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Nahas menimpa Sariyah (69). Warga Desa Cidadap, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ini ditemukan meregang nyawa akibat terjatuh ketika berupaya memadamkan kobaran api yang melalap area kebun bambu miliknya pada Selasa (15/9/2026).

Insiden tragis yang merenggut nyawa lansia tersebut berlangsung di Kampung Ciwalahar RT 001/RW 001, Desa Cidadap, sekitar pukul 11.30 WIB. Korban sendiri merupakan warga asal Kampung Hegarmanah di desa yang sama.

Musibah ini bermula ketika korban melakukan aktivitas pembakaran sampah di sekitar pekarangan rumahnya. Tak disangka, lidah api bergerak liar dengan cepat dan menyambar vegetasi bambu yang berada tepat di samping titik pembakaran.

Panik melihat situasi yang tak terkendali, korban berinisiatif menjinakkan api seorang diri. Diduga kuat, pekatnya kepulan asap pekat membuat korban kekurangan oksigen, mengalami sesak napas akut, hingga akhirnya tumbang tak sadarkan diri di tengah kepungan asap.

Baca Juga:  2 Hari Diguyur Hujan Deras, 20 Kecamatan di Kabupaten Sukabumi Terdampak Banjir

Dede, anak sekaligus saksi mata di lokasi, mengungkapkan bahwa sang ibu memiliki riwayat gangguan jantung. Ia menduga ibunya mengalami syok berat serta kaget luar biasa saat mendapati api membesar, yang kemudian berujung pada kepergiannya untuk selama-lamanya di tempat kejadian.

Baca Juga:  Konvoi Pendukung Persib dan Persija Nyaris Terlibat Bentrok Fisik di Sukabumi

Respons Cepat Petugas Gabungan

Mendapatkan laporan darurat dari warga sekitar, tim gabungan yang terdiri dari Polsek Sagaranten, Koramil 2211 Sagaranten, Damkar Pos Sagaranten, Satpol PP, P2BK Cidadap, unsur Tagana, serta pemerintah desa langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

Petugas P2BK Cidadap, Didik, mengonfirmasi bahwa amukan si jago merah berhasil dipadamkan sepenuhnya dalam kurun waktu sekitar tiga puluh menit, sehingga potensi bahaya yang mengancam kawasan permukiman berhasil dihindari.

“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.00 WIB. Luas lahan kebun bambu yang terbakar sekitar 200 meter persegi. Kebakaran tidak sampai merambat ke rumah warga,” ujar Didik saat dikonfirmasi.

Baca Juga:  Heboh Video Perusakan Diduga Tempat Ibadah di Sukabumi, MUI: Itu Vila Bukan Gereja

Selepas menjinakkan api, aparat kepolisian bersama unsur terkait segera melakukan sterilisasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan dari para saksi, serta mengevakuasi jenazah korban untuk segera diserahkan kepada pihak keluarga guna proses pemakaman.

Peristiwa pilu ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat luas agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, khususnya untuk menghindari aksi bakar sampah sembarangan di dekat lahan kering demi mencegah bencana serupa terulang kembali.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

kebun bambu lansia Sukabumi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah

Penyu Raja Ampat Dibunuh di Depan Kamera: Dari Perburuan hingga WNA Diamankan di Bandara

Asap Kebakaran Punclut Makan Korban, 13 Warga Bandung Kena ISPA

Underpass Gatot Subroto Cimahi Ditargetkan Rampung Desember, Nilai Proyek Rp126 Miliar

Pemkot Bandung Akan Tutup Lahan dan Laporkan Dugaan Pembuangan Sampah Ilegal

ilustrasi kekerasan

Anak Diduga Korban Kekerasan Dicari, Pernah Terlihat di Soekarno-Hatta hingga Tegallega

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.