bukamata.id – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tengah menelusuri keberadaan seorang anak yang diduga menjadi korban kekerasan setelah video yang memperlihatkan anak tersebut menangis dan berlari viral di media sosial.
Kepala Dinsos Kabupaten Bandung, Ningning Hendarsah, mengatakan penelusuran dilakukan bersama aparatur Desa Cingcin. Petugas menyisir sejumlah lokasi yang sebelumnya diketahui menjadi tempat anak tersebut beraktivitas.
“Sudah ditelusuri oleh pihak Desa Cingcin di sekitaran Gading Tutuka, tetapi ibu dan anak tersebut tidak kembali ke sana hari ini,” kata Ningning di Bandung, Selasa.
Ibu dan Anak Pernah Tinggal di Banjaran
Ningning mengungkapkan, ibu dan anak tersebut sebelumnya diketahui pernah mengontrak rumah di wilayah Kamasan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung.
Di kawasan tersebut, keduanya juga sempat dikaitkan dengan kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di sekitar lampu merah Kamasan.
Namun, ketika petugas melakukan pengecekan ke rumah kontrakan tersebut, ibu dan anak itu sudah tidak berada di lokasi. Keduanya diketahui telah berpindah domisili.
Dinsos Kabupaten Bandung kemudian menelusuri informasi lain mengenai identitas dan asal wilayah ibu serta anak tersebut.
Pernah Mengaku Warga Kota Bandung
Berdasarkan data penertiban sebelumnya, Ningning mengatakan ibu dan anak tersebut pernah mengaku sebagai warga Cigelereng, Kota Bandung.
“Pada saat razia sebelumnya, ibu dan anak itu mengaku sebagai warga Kota Bandung. Jadi, kami pulangkan ke Kota Bandung pada saat itu,” ujarnya.
Informasi tersebut menjadi salah satu petunjuk bagi petugas dalam mencari keberadaan keduanya saat ini.
Ningning menyebut keberadaan anak tersebut hingga kini belum diketahui secara pasti. Namun, pihaknya menduga ibu dan anak itu berada di wilayah Kota Bandung karena sebelumnya kerap terlihat di sejumlah kawasan.
Beberapa lokasi yang disebut pernah menjadi tempat keduanya beraktivitas antara lain Jalan Soekarno-Hatta hingga kawasan Tegallega.
“Sementara info anak tersebut belum diketahui keberadaannya saat ini dan akan ditelusuri di Kota Bandung, karena suka mangkal di Soekarno-Hatta dan Tegallega juga. Saya sedang berkoordinasi dengan Kadinsos Kota Bandung untuk menelusuri keberadaan mereka,” tutur Ningning.
Dinsos Kabupaten Bandung Koordinasi dengan Kota Bandung
Dinsos Kabupaten Bandung selanjutnya berkoordinasi dengan Dinsos Kota Bandung untuk mencari keberadaan anak tersebut.
Penelusuran dilakukan untuk memastikan kondisi anak sekaligus menentukan langkah penanganan yang sesuai berdasarkan kondisi yang ditemukan di lapangan.
Kasus ini menjadi perhatian setelah video anak yang menangis dan berlari beredar di media sosial. Pemerintah daerah kini berupaya memastikan keberadaan serta kondisi anak tersebut sebelum menentukan langkah penanganan lebih lanjut.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










