Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Menembus Benteng Korea: Nostalgia Kelam 31 Tahun Silam Saat Persib Ditekuk Shin Tae-yong

Selasa, 15 September 2026 16:13 WIB
ilustrasi kekerasan

Anak Diduga Korban Kekerasan Dicari, Pernah Terlihat di Soekarno-Hatta hingga Tegallega

Selasa, 15 September 2026 16:11 WIB

Kebakaran Lahan di Punclut Bandung Berdampak ke 19 Warga, Ada yang Terkena ISPA dan Asma

Selasa, 15 September 2026 15:39 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Menembus Benteng Korea: Nostalgia Kelam 31 Tahun Silam Saat Persib Ditekuk Shin Tae-yong
  • Anak Diduga Korban Kekerasan Dicari, Pernah Terlihat di Soekarno-Hatta hingga Tegallega
  • Kebakaran Lahan di Punclut Bandung Berdampak ke 19 Warga, Ada yang Terkena ISPA dan Asma
  • 18 Bangunan Liar di Cicendo Bandung Ditertibkan, 10 Dibongkar Pakai Alat Berat
  • Persib Datang dengan Kekuatan Pincang, Ini Susunan Pemain Lawan FC Seoul
  • Eks Aspri Ridwan Kamil Diperiksa KPK Terkait Korupsi Pengadaan Iklan Rp222 Miliar
  • 300 SPPG di Bandung Hasilkan 50 Ton Sampah per Hari, Farhan Soroti Pengelolaannya
  • Kebakaran Lahan 2,2 Hektare di Punclut Bandung Belum Padam, Asap Masih Kepung Permukiman
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 15 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Anak Diduga Korban Kekerasan Dicari, Pernah Terlihat di Soekarno-Hatta hingga Tegallega

By SusanaSelasa, 15 September 2026 16:11 WIB2 Mins Read
ilustrasi kekerasan
Ilustrasi kekerasan. Foto: Istockphoto.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tengah menelusuri keberadaan seorang anak yang diduga menjadi korban kekerasan setelah video yang memperlihatkan anak tersebut menangis dan berlari viral di media sosial.

Kepala Dinsos Kabupaten Bandung, Ningning Hendarsah, mengatakan penelusuran dilakukan bersama aparatur Desa Cingcin. Petugas menyisir sejumlah lokasi yang sebelumnya diketahui menjadi tempat anak tersebut beraktivitas.

“Sudah ditelusuri oleh pihak Desa Cingcin di sekitaran Gading Tutuka, tetapi ibu dan anak tersebut tidak kembali ke sana hari ini,” kata Ningning di Bandung, Selasa.

Ibu dan Anak Pernah Tinggal di Banjaran

Ningning mengungkapkan, ibu dan anak tersebut sebelumnya diketahui pernah mengontrak rumah di wilayah Kamasan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung.

Di kawasan tersebut, keduanya juga sempat dikaitkan dengan kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di sekitar lampu merah Kamasan.

Namun, ketika petugas melakukan pengecekan ke rumah kontrakan tersebut, ibu dan anak itu sudah tidak berada di lokasi. Keduanya diketahui telah berpindah domisili.

Dinsos Kabupaten Bandung kemudian menelusuri informasi lain mengenai identitas dan asal wilayah ibu serta anak tersebut.

Pernah Mengaku Warga Kota Bandung

Berdasarkan data penertiban sebelumnya, Ningning mengatakan ibu dan anak tersebut pernah mengaku sebagai warga Cigelereng, Kota Bandung.

“Pada saat razia sebelumnya, ibu dan anak itu mengaku sebagai warga Kota Bandung. Jadi, kami pulangkan ke Kota Bandung pada saat itu,” ujarnya.

Informasi tersebut menjadi salah satu petunjuk bagi petugas dalam mencari keberadaan keduanya saat ini.

Ningning menyebut keberadaan anak tersebut hingga kini belum diketahui secara pasti. Namun, pihaknya menduga ibu dan anak itu berada di wilayah Kota Bandung karena sebelumnya kerap terlihat di sejumlah kawasan.

Beberapa lokasi yang disebut pernah menjadi tempat keduanya beraktivitas antara lain Jalan Soekarno-Hatta hingga kawasan Tegallega.

“Sementara info anak tersebut belum diketahui keberadaannya saat ini dan akan ditelusuri di Kota Bandung, karena suka mangkal di Soekarno-Hatta dan Tegallega juga. Saya sedang berkoordinasi dengan Kadinsos Kota Bandung untuk menelusuri keberadaan mereka,” tutur Ningning.

Dinsos Kabupaten Bandung Koordinasi dengan Kota Bandung

Dinsos Kabupaten Bandung selanjutnya berkoordinasi dengan Dinsos Kota Bandung untuk mencari keberadaan anak tersebut.

Penelusuran dilakukan untuk memastikan kondisi anak sekaligus menentukan langkah penanganan yang sesuai berdasarkan kondisi yang ditemukan di lapangan.

Kasus ini menjadi perhatian setelah video anak yang menangis dan berlari beredar di media sosial. Pemerintah daerah kini berupaya memastikan keberadaan serta kondisi anak tersebut sebelum menentukan langkah penanganan lebih lanjut.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anak diduga korban kekerasan Dinsos Kabupaten Bandung kekerasan terhadap anak
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kebakaran Lahan di Punclut Bandung Berdampak ke 19 Warga, Ada yang Terkena ISPA dan Asma

18 Bangunan Liar di Cicendo Bandung Ditertibkan, 10 Dibongkar Pakai Alat Berat

Eks Aspri Ridwan Kamil Diperiksa KPK Terkait Korupsi Pengadaan Iklan Rp222 Miliar

300 SPPG di Bandung Hasilkan 50 Ton Sampah per Hari, Farhan Soroti Pengelolaannya

Kebakaran Lahan 2,2 Hektare di Punclut Bandung Belum Padam, Asap Masih Kepung Permukiman

Serahkan Jabatan ke Suahasil Nazara, Purbaya Yudhi Sadewa Pilih Bungkam Cepat di Podium

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.