bukamata.id – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyoroti persoalan sampah yang dihasilkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Di Kota Bandung, jumlah SPPG saat ini tercatat sekitar 300 unit. Dari ratusan SPPG tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mengidentifikasi timbulan sampah yang mencapai sekitar 50 ton per hari.
Farhan mengatakan, sebagian besar sampah yang dihasilkan SPPG tersebut merupakan sampah organik. Kondisi ini menjadi perhatian Pemkot Bandung karena membutuhkan pola pengelolaan yang tepat agar tidak menambah beban persoalan sampah kota.
“Iya, itu kan sekarang ini sudah teridentifikasi dari DLH, ada 50 ton sampah per hari dari SPPG. Nah, ini kan pengelolaannya adalah pengelolaan sampah organik rata-rata,” ujar Farhan, Selasa (15/9/2026).
Menurut Farhan, Pemkot Bandung akan memperkuat pengelolaan sampah organik yang berasal dari SPPG. Langkah tersebut dinilai penting karena sampah organik menjadi salah satu komponen utama yang harus ditangani dalam sistem pengelolaan sampah secara keseluruhan.
“Karena bagaimanapun juga, pengelolaan sampah organik adalah kunci dari keberhasilan kita untuk mengelola sampah secara keseluruhan,” katanya.
Pengawasan MBG Melibatkan Sejumlah OPD
Di sisi lain, Farhan memastikan Pemkot Bandung tetap mendukung pelaksanaan program MBG karena dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Sangat bermanfaat. Makanya saya bilang Pemerintah Kota Bandung mendukung 100 persen program MBG,” ucap Farhan.
Namun, dukungan tersebut dibarengi dengan pengawasan terhadap berbagai aspek pelaksanaan program. DKPP menjadi salah satu OPD yang terlibat, bersama Dinas Kesehatan, DLH, serta unsur kewilayahan.
Pengawasan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai ketentuan, termasuk dari sisi pangan, kesehatan, hingga pengelolaan limbah yang dihasilkan SPPG.
Sementara itu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung memiliki tugas memastikan ketersediaan pasokan bahan pangan bagi SPPG.
Pemkot juga mengantisipasi agar kebutuhan bahan pangan untuk program MBG tidak justru mengurangi pasokan komoditas yang tersedia di pasar.
“Disdagin itu memastikan suplai. Jangan sampai suplai untuk SPPG malah mengganggu suplai ke pasar. Itu salah satu bagian dari pekerjaan yang kita lakukan,” kata Farhan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










