bukamata.id – Perjalanan wakil Indonesia, Persib Bandung, di panggung AFC Champions League Two (ACL 2) musim 2026/2027 langsung dihadapkan pada ujian berat. Skuad asuhan Maung Bandung dijadwalkan melawat ke kandang raksasa Korea Selatan, FC Seoul, di Stadion Piala Dunia Seoul pada Rabu, 16 September 2026.
Duel tandang perdana ke Negeri Ginseng ini tentu menghadirkan atmosfer magis sekaligus tantangan mental yang masif bagi Pangeran Biru. Namun, memori tentang Korea Selatan sejatinya bukanlah hal yang sepenuhnya asing bagi sejarah klub kebanggaan warga Jawa Barat tersebut.
Memori Kelam Stadion Siliwangi 1995
Tiga dekade silam, tepatnya pada 28 November 1995, Persib pernah merasakan langsung ketangguhan sepak bola Korea Selatan. Status sebagai juara Liga Indonesia 1994/1995 membawa generasi emas Maung Bandung—yang diperkuat ikon-ikon seperti Robby Darwis dan Sutiono Lamso di bawah komando pelatih legendaris Indra Thohir—menembus babak perempat final Piala Champions Asia.
Hebatnya, Bandung kala itu dipercaya menjadi tuan rumah grup yang mempertemukan empat tim elite Asia:
- Persib Bandung (Indonesia)
- Ilhwa Chunma (Korea Selatan – kini Seongnam FC)
- Thai Farmers Bank (Thailand)
- Verdy Kawasaki (Jepang)
Sayangnya, keunggulan bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Siliwangi gagal dimanfaatkan secara maksimal. Persib harus rela menelan tiga kekalahan beruntun dan tersingkir dari turnamen.
Salah satu memori paling ikonik dari fase itu adalah kekalahan telak 2-5 dari Ilhwa Chunma, di mana gawang Persib yang dikawal Anwar Sanusi jebol oleh aksi gemilang gelandang muda Korea Selatan saat itu: Shin Tae-yong.
Ironi Shin Tae-yong: Dari algojo Masa Lalu hingga Mimpi Buruk Domestik
Tiga puluh satu tahun berselang, lingkaran takdir mempertemukan kembali Persib dengan bayang-bayang Shin Tae-yong. Uniknya, pria yang kini menjadi ikon sepak bola Asia itu tidak lagi hadir sebagai pemain lawan di level kontinental, melainkan sebagai juru taktik di kompetisi domestik Indonesia.
Sebelum bertolak ke Seoul, Persib baru saja menelan pil pahit di kompetisi lokal. Skuad Pangeran Biru dipaksa takluk 1-2 dari sang rival abadi, Persija Jakarta, pada pekan kedua Super League 2026/2027 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (12/9/2026).
Menariknya, sosok yang meracik strategi kemenangan Macan Kemayoran kala itu tak lain adalah Shin Tae-yong sendiri. Sang pelatih kini bertindak sebagai aktor utama yang memberikan luka bagi Persib di liga domestik, hanya beberapa hari sebelum mereka harus terbang menghadapi tekanan suporter Korea Selatan di ajang Asia.
Apakah lawatan ke kandang FC Seoul kali ini bakal menjadi panggung penebusan bagi Persib untuk menghapus memori buruk masa lalu?
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









