bukamata.id – Pembangunan underpass Jalan Gatot Subroto, Kota Cimahi, Jawa Barat, ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026. Proyek yang dimulai sejak pertengahan Agustus 2026 tersebut saat ini masih dalam tahap pengerjaan struktur awal.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan Pemerintah Kota Cimahi terus mendukung pembangunan underpass yang merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut.
Dukungan Pemkot Cimahi dilakukan melalui pembebasan lahan serta rekayasa lalu lintas selama proses pembangunan berlangsung.
“Target proyek ini nanti akhir Desember (2026) selesai,” kata Ngatiyana saat dikonfirmasi di Cimahi, Selasa.
Nilai Proyek Capai Rp126,48 Miliar
Berdasarkan data LPSE Provinsi Jawa Barat, pembangunan underpass Jalan Gatot Subroto memiliki nilai kontrak sekitar Rp126,48 miliar.
Proyek tersebut dikerjakan PT Modern Widya Technical di bawah tanggung jawab Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat.
Saat ini, pengerjaan memasuki tahap pemasangan secant pile. Struktur tersebut berfungsi sebagai dinding penahan tanah sebelum pekerjaan dilanjutkan dengan proses penggalian untuk membentuk terowongan.
Selain pembangunan fisik, Pemkot Cimahi juga mendapat tugas melakukan pembebasan lahan yang terdampak proyek.
Ngatiyana menyebut anggaran pembebasan lahan yang disiapkan Pemkot Cimahi mencapai sekitar Rp36 miliar dan bersumber dari APBD Kota Cimahi.
Sejumlah bangunan dan lahan terdampak pembangunan underpass, di antaranya kafe, Kantor Pos, Kantor Telkom, serta sebagian lahan bangunan bersejarah di sekitar Jalan Gatot Subroto.
“Kalau pembangunan adalah program Provinsi Jawa Barat. Kami kolaborasi dengan provinsi untuk membangun underpass, kami Pemerintah Kota Cimahi menerima manfaat bantuan dari bapa gubernur untuk Cimahi,” ujarnya.
Jalan Gatot Subroto Ditutup Total
Selama pembangunan berlangsung, Jalan Gatot Subroto ditutup total. Kondisi tersebut membuat Pemkot Cimahi bersama TNI dan Polri melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengatur arus kendaraan.
Kendaraan yang hendak menuju Baros dan Leuwigajah dialihkan melalui sejumlah jalur alternatif.
Rekayasa lalu lintas tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi aktivitas konstruksi pembangunan underpass.
74 Pohon Ditanam sebagai Pengganti
Selain persoalan lahan dan lalu lintas, pembangunan underpass juga berdampak terhadap sejumlah pohon di sekitar lokasi.
Sebagai bentuk penggantian, Pemkot Cimahi telah menanam 74 pohon di sejumlah lokasi, di antaranya kawasan Masjid ABRI, Ecowisata Cimenteng, dan Lebaksaat.
“Kami melakukan penanaman penggantian pohon yang terdampak pembangunan underpass di Jalan Gatot Subroto. Ada mahoni, ada trembesi ada durian, totalnya ada 74 pohon,” kata Ngatiyana.
Ditujukan Atasi Kemacetan
Pembangunan underpass Jalan Gatot Subroto dilakukan untuk mengatasi persoalan kemacetan yang selama ini terjadi di kawasan tersebut.
Menurut Ngatiyana, kepadatan lalu lintas semakin meningkat seiring bertambahnya frekuensi perjalanan kereta api, khususnya Kereta Api Feeder yang melayani penumpang Kereta Cepat Whoosh.
Dengan adanya underpass, arus kendaraan diharapkan tidak lagi terlalu terganggu oleh perjalanan kereta api yang melintas.
Jika sesuai target, pembangunan underpass Jalan Gatot Subroto Cimahi akan rampung pada akhir Desember 2026 dan menjadi salah satu infrastruktur yang diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat di Kota Cimahi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









