bukamata.id – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah muncul kontroversi terkait perilaku pegawai di lingkungan pelayanan gizi.
Jagat media sosial dihebohkan dengan aksi seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Pasirwangi 001 atau SPPG Pasirwangi 001, Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, yang melakukan siaran langsung di TikTok sambil merokok.
Kontroversi semakin memanas karena siaran tersebut dilakukan menggunakan akun resmi media sosial instansi dan berada di area lingkungan kerja SPPG Pasirwangi 001.
Video itu kemudian viral setelah tangkapan layarnya diunggah ulang oleh akun X dan memicu gelombang kritik dari netizen.
Pegawai SPPG Pasirwangi Akui Kesalahan
Menanggapi polemik yang berkembang di media sosial, pihak admin SPPG Pasirwangi 001 langsung memberikan klarifikasi terbuka melalui video permintaan maaf.
Pegawai yang bersangkutan mengakui bahwa tindakan live TikTok sambil merokok tersebut merupakan bentuk kelalaian dan tidak mencerminkan standar profesionalitas institusi pelayanan gizi.
“Sehubung dengan beredarnya video siaran langsung live di TikTok yang saya lakukan sebagai admin SPPG Pasirwangi Ujung Berung yang menampilkan tindakan merokok di area luar sekitar dapur tempatnya di halaman depan dapur SPPG Pasirwangi. Bersama video ini saya ingin menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh pihak,” ujar pegawai tersebut.
Ia juga mengakui tindakannya tidak pantas dilakukan, terlebih karena membawa nama institusi yang berkaitan dengan program kesehatan masyarakat.
“Saya mengakui bahwa kejadian tersebut benar adanya dan merupakan bentuk kelalaian saya yang tidak mencerminkan standar sikap, etika, dan profesionalitas yang dijunjung tinggi dalam lingkungan SPPG Pasirwangi Ujungberung,” lanjutnya.
SPPG Pastikan Area Merokok Bukan di Dapur Utama
Pihak manajemen SPPG Pasirwangi 001 turut memberikan penjelasan terkait lokasi kejadian untuk meredam kekhawatiran masyarakat.
Menurut pihak manajemen, area tempat pegawai tersebut merokok berada di pos keamanan atau security, bukan di area utama dapur pengolahan makanan.
Mereka juga memastikan tidak ada alat pelindung diri (APD), peralatan masak, maupun makanan yang berada di sekitar lokasi saat kejadian berlangsung.
Meski demikian, pihak SPPG mengakui tindakan tersebut tetap tidak mencerminkan standar etika dan profesionalitas lembaga pelayanan gizi.
Jadi Pelajaran Penting bagi Program MBG
Insiden ini dinilai menjadi pelajaran penting bagi seluruh unit pelayanan gizi di Indonesia, khususnya terkait etika digital dan perilaku pegawai di ruang publik.
Banyak pihak menilai tindakan merokok di lingkungan institusi gizi merupakan kontradiksi terhadap semangat program kesehatan pemerintah.
Karena itu, pihak SPPG Pasirwangi 001 berkomitmen memperketat pengawasan internal agar kualitas pelayanan dan profesionalitas pegawai tetap terjaga.
Program MBG sendiri menjadi salah satu program unggulan pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah di Indonesia.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










