bukamata.id – Tensi panas menyelimuti jelang duel klasik kasta tertinggi sepak bola Tanah Air. Persib Bandung dijadwalkan melakoni laga tandang krusial melawan rival abadi mereka, Persija Jakarta, dalam lanjutan putaran kedua Super League 2025/2026.
Pertempuran yang dijuluki El Clasico Indonesia ini bakal tersaji di Stadion Segiri, Samarinda, pada Minggu (10/5/2026) pukul 15.30 WIB. Tak sekadar gengsi, laga ini merupakan penentu jalur juara musim ini bagi kedua kesebelasan.
Pertaruhan Puncak Klasemen
Pangeran Biru saat ini tengah berada di bawah tekanan besar meski berstatus sebagai pemuncak klasemen. Mengoleksi 72 poin, posisi Persib terancam dikudeta oleh Borneo FC yang membayangi di peringkat kedua dengan jumlah poin yang identik. Kemenangan di Samarinda menjadi harga mati jika tidak ingin takhta direbut.
Di sisi lain, Macan Kemayoran yang duduk di posisi ketiga dengan 65 poin masih menyimpan asa untuk tetap bersaing dalam perebutan gelar di sisa musim ini.
Dominasi Satu Dekade Terakhir
Melihat statistik head-to-head sejak tahun 2012, Persib Bandung memegang kendali atas sang rival. Dari 23 pertemuan di liga, tim kebanggaan Jawa Barat ini mengemas sembilan kemenangan dan sepuluh hasil imbang. Sementara Persija baru mampu mengamankan empat kemenangan.
Keunggulan ini makin terlihat dalam lima pertemuan terakhir, di mana Persib belum tersentuh kekalahan dengan rincian tiga kemenangan dan dua hasil imbang. Termasuk hasil manis di putaran pertama musim ini saat Persib unggul tipis 1-0 di kandang sendiri.
Strategi Bojan Hodak: Jangan Terlena!
Juru taktik Persib, Bojan Hodak, mengakui bahwa catatan impresif timnya menjadi suntikan moral yang berharga. Namun, ia meminta anak asuhnya untuk tetap membumi mengingat agresivitas Persija dalam bursa transfer musim ini.
“Hal bagusnya adalah dalam tiga tahun terakhir kami tidak pernah kalah (lawan Persija),” ujar Bojan Hodak pada Rabu (6/5/2026). “Jadi kami akan mencoba melanjutkannya di pertandingan nanti,” lanjut pelatih asal Kroasia tersebut.
Ia memprediksi laga akan berjalan sangat alot. “Jadi mereka akan berusaha tampil habis-habisan. Tapi mari kita lihat nanti. Segalanya bisa terjadi di lapangan,” ungkap Bojan.
Ambisi besar tetap ia usung untuk membawa pulang poin penuh dari Kalimantan. “Namun, kami punya ambisi kuat untuk tetap menjaga rekor kami dan membawa pulang hasil maksimal dari Samarinda,” tandasnya.
GBLA Membiru, Pesan Berkelas dari Marc Klok
Dukungan masif ditunjukkan ribuan Bobotoh yang memadati sesi latihan terakhir di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kamis (7/5/2026). Tribun utara dan timur berubah menjadi “lautan biru” akibat kepulan asap flare dan nyanyian chant yang membakar semangat para pemain.
Poster bertuliskan “Our Hattrick Hero” terpampang nyata, menyuarakan harapan agar Persib menjadi tim pertama di Indonesia yang meraih gelar juara tiga kali berturut-turut.
Menanggapi dukungan tersebut, kapten tim Marc Klok memberikan orasi emosional di hadapan massa. “Semua pemain di sini, main di mana pun, stadion manapun (lawan Persija) kita ada buat kalian, kita berjuang untuk kalian dengan harga diri,” tegas Klok menggunakan pengeras suara.
Gelandang naturalisasi ini juga menegaskan tekad tim untuk mencetak sejarah baru bagi publik Bandung. “Semua di Indonesia, tidak mau Persib tiga kali juara, tapi kita yang ingin dan kita yang akan lakukan itu (jadi juara),” tutupnya sebelum memimpin chant bersama ribuan pendukung setia.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










