bukamata.id – Kasus video viral yang menyeret pasangan muda asal Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terus didalami aparat kepolisian. Fakta terbaru mengungkap bahwa terduga pelaku laki-laki diduga tergiur tawaran uang hingga Rp220 juta dari akun misterius di Telegram untuk membuat konten pribadi.
Penyelidikan sementara menunjukkan kasus ini bermula dari komunikasi melalui media sosial dengan modus kerja sama pembuatan konten biasa. Terduga pelaku awalnya diminta mengirim foto dan video non-sensitif seperti pemandangan hingga materi endorse.
Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Batang, Maulidya Nur Maharanti, mengatakan akun misterius tersebut sempat mengirim uang secara bertahap guna meyakinkan korban.
“Pertama Rp100 ribu, lalu Rp200 ribu, kemudian Rp150 ribu dan Rp300 ribu. Total sekitar Rp750 ribu,” ujar Maulidya, Sabtu (2/5/2026).
Tawaran Rp220 Juta Berujung Video Viral
Setelah korban mulai percaya, akun Telegram tersebut menawarkan nominal fantastis sebesar Rp220 juta untuk pengiriman video pribadi.
Namun setelah video dikirim, akun tersebut justru menghilang dan rekaman diduga tersebar luas di berbagai platform media sosial.
“Setelah dikirim di Telegram, orang tersebut hilang dan videonya sudah tersebar di seluruh platform,” lanjutnya.
Polisi menduga pihak perempuan tidak mengetahui adanya penyimpanan atau duplikasi file secara diam-diam. Saat ini penyidik masih mendalami kemungkinan tersebut.
Polisi Kirim Barang Bukti ke Laboratorium Forensik
Dalam proses penyelidikan, Polres Batang telah menyita sejumlah barang bukti, termasuk handphone milik terduga pelaku yang kini diperiksa di Laboratorium Forensik Semarang.
Langkah tersebut dilakukan untuk memulihkan data dan menelusuri jejak penyebaran video viral tersebut.
“Handphone terduga sudah kami kirim ke Laboratorium Forensik di Semarang untuk mengembalikan memori dan video-video yang ada di dalamnya,” jelas Maulidya.
Selain ponsel, polisi juga menyita tiga pakaian yang digunakan dalam video serta satu flashdisk berisi rekaman.
Polisi Buru Penyebar Pertama Video Viral
Polres Batang menegaskan penyelidikan tidak hanya fokus pada pemeran video, tetapi juga memburu pihak yang pertama kali menyebarkan rekaman tersebut ke publik.
“Rencana ke depan akan dilakukan penetapan tersangka, baik dari kedua belah pihak ataupun salah satu pihak, masih perlu pendalaman,” tegasnya.
Hingga kini aparat masih terus melakukan investigasi untuk mengungkap pelaku utama penyebaran video serta alur distribusi konten yang membuat kasus ini viral di media sosial.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








