bukamata.id – Tokoh olahraga tradisional Benjang, H. Asep Sukmana, menyampaikan pandangannya menjelang Musyawarah Kota Luar Biasa (Muskotlub) KORMI Kota Bandung yang dijadwalkan digelar besok, Kamis.
Menurutnya, organisasi seperti KORMI sebaiknya dipimpin oleh figur yang memiliki rekam jejak dan prestasi yang jelas di organisasi tersebut.
“Organisasi itu bukan sekadar jabatan. Butuh orang yang benar-benar memahami denyut nadinya, tahu persoalan Inorga, dan punya kontribusi nyata,” kata Asep.
Ia menilai rekam jejak menjadi penting karena KORMI menaungi banyak Inorga dengan karakter dan kebutuhan berbeda-beda. Pemimpin yang tidak memahami hal itu, menurutnya, akan sulit membawa organisasi berjalan solid.
“Pemimpin yang punya rekam jejak jelas biasanya lebih paham bagaimana merangkul semua pihak. Ia tahu apa yang sudah dikerjakan dan apa yang masih perlu dibenahi,” ujarnya.
Mengenal Topan Adriansyah Putra
Asep mengaku mengenal secara pribadi salah satu kandidat yang mencuat, Topan Adriansyah Putra. Menurutnya, rekam jejak Topan di organisasi sudah teruji, terutama saat terlibat dalam suksesi penyelenggaraan Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) dan membantu membawa Jawa Barat menjuarai ajang tersebut.
“Saya mengenal Topan. Beliau sudah terlibat di FORNAS, ikut membantu membawa Jawa Barat juara. Itu rekam jejak yang tidak bisa diabaikan,” ujarnya.
Selain soal prestasi, Asep juga menyoroti sikap dan perilaku Topan di organisasi. Ia menilai Topan sebagai anak muda yang sopan santunnya baik.
“Dia juga anak muda yang sopan santunnya sangat baik di organisasi. Sowan ke saya untuk meminta doa restu, itu sah-sah saja dari junior ke senior di organisasi,” kata Asep.
Menurutnya, tradisi sowan dan meminta restu dari senior adalah hal yang wajar dan justru menunjukkan sikap hormat seorang junior kepada senior di organisasi.
Mendukung Siapapun yang Terpilih
Meski mengakui kedekatannya dengan Topan, Asep menegaskan tidak memihak secara politik. Ia menyatakan akan mendukung siapapun yang nantinya terpilih sebagai Ketua KORMI Kota Bandung.
“Tapi ya saya mendukung siapapun yang jadi. Yang terpilih nanti harus bisa menyatukan, bukan memecah. Itu kunci utama,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Muskotlub adalah forum tertinggi dalam pengambilan keputusan organisasi. Karena itu, hasilnya harus dihormati bersama sesuai AD/ART.
“Apapun hasilnya nanti, semua pihak harus menerima dengan sikap legawa. Organisasi harus tetap jalan,” ujarnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









