Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Sidang Taufik Hidayat Memanas! Kuasa Hukum Siapkan Perlawanan Lewat Eksepsi

Rabu, 30 September 2026 22:24 WIB
TPA Sarimukti

Bandung Raya Hasilkan 1,5 Juta Ton Sisa Makanan, TPA Sarimukti Kian Tertekan

Rabu, 30 September 2026 22:15 WIB

Revitalisasi Pasar Ciroyom Dimulai, Ada Aturan Baru soal Tarif dan Kepemilikan Lapak

Rabu, 30 September 2026 21:22 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sidang Taufik Hidayat Memanas! Kuasa Hukum Siapkan Perlawanan Lewat Eksepsi
  • Bandung Raya Hasilkan 1,5 Juta Ton Sisa Makanan, TPA Sarimukti Kian Tertekan
  • Revitalisasi Pasar Ciroyom Dimulai, Ada Aturan Baru soal Tarif dan Kepemilikan Lapak
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
  • Janji Nikahi Yuvita Terungkap di Sidang Taufik Hidayat, Dakwaan Ungkap Dugaan Kekerasan Berulang
  • Rekor Asia Pecah! Desak Made Persembahkan Emas Ke-4 Indonesia di Asian Games 2026
  • Grup Neraka! Persib Dikepung Klub-Klub Kuat di Shopee Cup, Peralta Buka Suara
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 30 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bandung Raya Hasilkan 1,5 Juta Ton Sisa Makanan, TPA Sarimukti Kian Tertekan

By SusanaRabu, 30 September 2026 22:15 WIB4 Mins Read
TPA Sarimukti
TPA Sarimukti. Foto: Instagram/@westjavagov_
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Persoalan sampah makanan menjadi tantangan lingkungan yang semakin serius di kawasan Bandung Raya. Tingginya jumlah penduduk dan aktivitas wisata membuat volume sisa pangan terus bertambah dan memberikan tekanan terhadap sistem pengelolaan sampah.

Sebagai salah satu kawasan metropolitan terbesar di Indonesia, Bandung Raya diperkirakan dihuni sekitar 9,3 juta penduduk pada 2025. Kawasan ini juga mencatat hingga 7,7 juta wisatawan pada 2023.

Besarnya aktivitas masyarakat dan sektor pariwisata tersebut berkontribusi terhadap timbulan sekitar 1,5 juta ton sisa pangan setiap tahun.

Kondisi tersebut turut memberikan tekanan terhadap TPA Sarimukti, yang menjadi salah satu lokasi utama pemrosesan sampah dari kawasan Bandung Raya. Kapasitas TPA yang semakin terbatas membuat persoalan sampah organik, khususnya sisa makanan, menjadi perhatian pemerintah.

Sampah Makanan Dominasi Sampah yang Masuk TPA

Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Jawa Barat, Sumasna, mengatakan sebagian besar sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir berasal dari aktivitas konsumsi masyarakat.

Menurutnya, sisa makanan memiliki porsi yang cukup besar dalam komposisi sampah yang berakhir di TPA.

“Di urusan hilir, sampah yang masuk ke TPA itu ternyata 45 sampai 50 persen itu merupakan sampah dari makanan, sisa makanan,” kata Sumasna.

Baca Juga:  Masuki Hari ke-11, Petugas Masih Berjibaku Padamkan Api di TPA Sarimukti

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan sampah makanan tidak hanya harus diselesaikan di hilir. Pengurangan timbulan sampah juga perlu dilakukan sejak dari sumbernya, mulai dari proses produksi hingga konsumsi.

Jabar Luncurkan Program FLOWER

Merespons persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas dan Global Green Growth Institute (GGGI) meluncurkan Rencana Aksi Daerah (RAD) Ekonomi Sirkular serta program Food Loss and Waste Reduction (FLOWER) 2025–2045.

Peluncuran berlangsung di Kantor Bappeda Jawa Barat, Bandung, Selasa (29/9/2026).

Program tersebut diarahkan untuk mengurangi susut dan limbah pangan sekaligus mendorong penerapan prinsip ekonomi sirkular di Jawa Barat.

Data studi Bappenas pada 2024 menunjukkan, susut pangan atau food loss di Jawa Barat menyumbang 47,79 persen dari total food loss and waste (FLW) di tingkat provinsi.

Secara nasional, estimasi FLW Indonesia sepanjang 2000 hingga 2019 berada pada kisaran 1,44–31,8 persen dari total pangan yang diproduksi pada berbagai kelompok komoditas, termasuk hortikultura, perikanan, dan peternakan.

Persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemborosan pangan. Akumulasi susut dan sampah makanan juga memiliki dampak terhadap lingkungan serta perubahan iklim.

Sampah Makanan Ikut Picu Emisi Global

Secara global, food loss and waste diperkirakan menyumbang sekitar 8–10 persen emisi gas rumah kaca.

Baca Juga:  Cari Solusi Kebakaran, Bey Machmudin Bakal Tinjau Langsung TPA Sarimukti

Di sisi lain, hampir 30 persen lahan pertanian dan air tawar dunia digunakan untuk menghasilkan pangan yang pada akhirnya tidak termanfaatkan secara optimal.

Karena itu, program FLOWER menggunakan pendekatan foodshed, yakni melihat sistem pangan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.

Pendekatan tersebut mencakup seluruh rantai nilai pangan, mulai dari produksi, distribusi, pengolahan, hingga konsumsi.

Program percontohan ini merupakan bagian dari program regional yang mendapat pendanaan dari IKEA Foundation dan dilaksanakan secara berjejaring dengan sejumlah wilayah di India, Meksiko, dan Uganda.

Bappenas Dorong Ekonomi Sirkular di Jawa Barat

Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Teguh Sambodo, mengatakan program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran sekaligus mendorong inovasi masyarakat dalam mengelola limbah pangan.

Menurut Teguh, pengelolaan pangan perlu dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir agar limbah yang dihasilkan dapat ditekan.

Bappenas sebelumnya telah meluncurkan Peta Jalan dan Rencana Aksi Nasional Ekonomi Sirkular (RAN-ES) 2025–2045.

Program nasional tersebut menetapkan lima sektor prioritas, yakni pangan, konstruksi, elektronik, tekstil, dan retail.

Kelima sektor tersebut disebut memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia. Pada 2019, sektor-sektor tersebut menyumbang hampir sepertiga PDB nasional sekaligus menyediakan lapangan kerja bagi lebih dari 43 juta orang.

Baca Juga:  Pembatasan TPA Sarimukti, Pemkot Cimahi Dorong Pembentukan BSU di 312 RW

Untuk Jawa Barat, pemerintah menambahkan dua sektor unggulan daerah, yakni kertas dan otomotif, karena dinilai memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian provinsi.

Jawa Barat Jadi Proyek Percontohan

Jawa Barat dipilih sebagai salah satu wilayah percontohan dalam penerapan ekonomi sirkular. Pemerintah daerah diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengembangkan kebijakan pengelolaan sumber daya yang lebih berkelanjutan.

“Kami mengapresiasi dari Provinsi Jawa Barat yang sudah menjadi, bersedia menjadi pilot, menjadi lighthouse untuk provinsi yang lain dalam mengembangkan, menerapkan ekonomi sirkular,” ujar Teguh.

Untuk memastikan pelaksanaan program berjalan terarah, pemerintah menyiapkan Project Steering Committee (PSC) sebagai komite pengarah proyek.

Pelaksanaan program juga akan dikoordinasikan dengan Circular Economy Steering Group (CESG) lintas kementerian di bawah arahan Bappenas dan Bappeda Jawa Barat.

Melalui program tersebut, persoalan sisa makanan di Bandung Raya diharapkan tidak hanya ditangani ketika sampah sudah berada di TPA. Pengurangan sampah dari sumber, pemanfaatan kembali sumber daya, serta perubahan pola produksi dan konsumsi menjadi bagian penting dalam upaya membangun sistem pangan dan lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

food waste Jawa Barat kapasitas TPA Sarimukti sampah Bandung Raya TPA Sarimukti
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Sidang Taufik Hidayat Memanas! Kuasa Hukum Siapkan Perlawanan Lewat Eksepsi

Revitalisasi Pasar Ciroyom Dimulai, Ada Aturan Baru soal Tarif dan Kepemilikan Lapak

Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI

Janji Nikahi Yuvita Terungkap di Sidang Taufik Hidayat, Dakwaan Ungkap Dugaan Kekerasan Berulang

Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta

Pemandangan eksotis Waduk Jatiluhur, ikon wisata Purwakarta sejak dulu.

Bupati Purwakarta Lempar Bola Panas Soal Pasokan Air Proyek Data Center AI Jatiluhur ke PJT II

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Penuhi Panggilan Sidang PT BDS, Bupati Dadang Supriatna Tegaskan Posisi Pemegang Saham
  • Pemandangan eksotis Waduk Jatiluhur, ikon wisata Purwakarta sejak dulu.
    Proyek AI Data Center Rp3,5 Triliun di Jatiluhur Purwakarta Disetop, Sedot Air Setara 6 Desa Sebulan!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.