bukamata.id – Denyut nadi industri kerajinan rakyat di Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mendadak bergemuruh penuh suka cita. Sebanyak setengah juta keping genteng hasil karya tangan terampil perajin lokal resmi diberangkatkan guna menyokong agenda besar gentengisasi yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto.
Seremoni pelepasan armada kolosal yang berlangsung pada Jumat (2/10/2026) ini melibatkan barisan ratusan kendaraan pengangkut. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 125 unit truk dikerahkan secara serentak untuk mendistribusikan material atap tersebut dari sentra produksi Plered menuju tangan para penerima manfaat.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengungkapkan bahwa proyek pengadaan skala masif ini membawa dampak positif secara instan bagi perputaran roda ekonomi akar rumput. Mulai dari para perajin pabrik genteng, pengemudi truk, hingga para kenek merasakan langsung berkah dari program ini.
“Hari ini 500 ribu genteng, 125 truk. Tadi saya cek sopirnya senang sudah dibayar, keneknya juga sudah, UMKM-nya juga happy,” ujar Maruarar saat meninjau langsung prosesi pelepasan di Purwakarta.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa transaksi jumbo tersebut merupakan tonggak sejarah kebangkitan kembali sentra genteng Plered yang sempat mengalami kelesuan pasar. Guna memperkuat klaim tersebut, Maruarar bahkan sempat melempar pertanyaan kepada Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, terkait rekor volume pemesanan di wilayahnya.
“Selama ada Purwakarta pernah engga ada pemesanan genteng sebanyak 500 ribu seperti hari ini? Belum,” ucap Maruarar.
Bagi politisi akrab disapa Ara ini, program renovasi atap rumah rakyat bukan sekadar pemenuhan kebutuhan fisik bangunan semata, melainkan instrumen strategis pendongkrak kesejahteraan masyarakat luas.
“Ini gentingisasi yang arahan Presiden Prabowo bisa bermanfaat bagi UMKM, bagi sopir truk, bagi kenek dan bisa berkualitas,” tambahnya.
Di samping itu, pemerintah berkomitmen mengawal para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar produk lokal mampu menembus standar mutu nasional. Proses pembinaan ini dilakukan secara bertahap melalui edukasi, kemudahan akses modal, hingga pendampingan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).
“UMKM ini dididik supaya naik kelas, supaya punya SNI yang tinggi. Ternyata mampu kok. Tadinya enggak punya SNI, sekarang punya SNI,” puji Maruarar.
Sebagai catatan, saat ini di wilayah Purwakarta sudah tercatat empat produsen yang mengantongi sertifikasi SNI serta sepuluh produsen memenuhi standar keandalan. Sementara itu, daerah tetangga seperti Majalengka bahkan mencatatkan angka lebih tinggi dengan 34 produsen ber-SNI dan sebelas produsen yang teruji keandalannya.
Agenda distribusi ini dipastikan tidak berhenti sampai di sini. Pemerintah telah merancang jadwal pengiriman lanjutan gelombang berikutnya yang dijadwalkan bergulir pada 8 November mendatang dengan melibatkan sekitar 600 truk pembawa 2,4 juta genteng asal Majalengka, disusul target pemesanan yang lebih fantastis pada Desember nanti.
Sementara itu, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, atau yang akrab disapa Om Zein, menyambut antusias pencapaian bersejarah ini. Ia menilai gelontoran orderan masif tersebut menjadi angin segar yang menghidupkan kembali denyut bisnis lokal setelah sekian lama meredup.
“Para sopir diongkosin Rp300 ribu, bensinnya juga sudah. Ini rekor untuk Purwakarta, ada yang pesan genteng sampai 500 ribu,” tutur Om Zein.
Ia optimistis momentum kebangkitan ini bakal memicu efek domino positif yang berkelanjutan bagi perekonomian warga, di mana para perajin mendapat kepastian pasar, sementara para kru armada angkutan memperoleh pundi-pundi rezeki yang layak dari proses pengiriman.
“Ke depan bisa lebih meningkat lagi dan peluang bagi pelaku UMKM di Purwakarta,” tutupnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










