Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

2.663 ASN Jabar Terindikasi Judi Online, Ada yang Depositnya Melebihi Gaji!

Sabtu, 11 Juli 2026 22:50 WIB

Tragedi di Kedai Teh: Gara-gara Penalti Messi, Ayah Dua Anak Tewas Dikeroyok

Sabtu, 11 Juli 2026 22:21 WIB

Jadwal & Link Live Streaming Perempat Final Piala Dunia 2026: Aksi Messi dan Haaland Malam Ini!

Sabtu, 11 Juli 2026 21:49 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 2.663 ASN Jabar Terindikasi Judi Online, Ada yang Depositnya Melebihi Gaji!
  • Tragedi di Kedai Teh: Gara-gara Penalti Messi, Ayah Dua Anak Tewas Dikeroyok
  • Jadwal & Link Live Streaming Perempat Final Piala Dunia 2026: Aksi Messi dan Haaland Malam Ini!
  • Persib Bandung Siapkan “Bom” Transfer Lagi? Umuh Muchtar Minta Bobotoh Bersiap
  • Update Bansos Juli 2026: Cek Daftar Bantuan yang Cair dan Besaran Nominalnya
  • Jadwal 8 Besar Piala Dunia 2026 Hari Ini: Haaland vs Kane, Messi Ditantang ‘Tembok’ Swiss!
  • Plot Twist Insiden Lamborghini di Malaysia: Klarifikasi Karyn Putri yang Bikin Netizen Berbalik Arah
  • Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Ditetapkan Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 11 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tragedi di Kedai Teh: Gara-gara Penalti Messi, Ayah Dua Anak Tewas Dikeroyok

By Aga GustianaSabtu, 11 Juli 2026 22:21 WIB2 Mins Read
Ilustrasi jenazah. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sepak bola seharusnya menjadi hiburan, namun bagi keluarga Mohammed Shariful Islam di Bangladesh, pertandingan Piala Dunia 2026 berubah menjadi mimpi buruk yang tak akan pernah berakhir. Sebuah insiden tragis pecah di tengah laga Argentina kontra Mesir pada Selasa (7/7/2026), di mana perselisihan sepele berujung pada hilangnya nyawa.

Semua bermula dari momen krusial di menit ke-21. Saat itu, harapan pendukung Argentina untuk menyamakan kedudukan musnah setelah Lionel Messi gagal mengeksekusi penalti akibat penyelamatan heroik kiper Mesir, Mostafa Shobeir. Di sebuah kedai teh di wilayah Cumilla, ketegangan yang sedari awal membara akhirnya meledak.

Menurut keterangan kepolisian setempat, Shankar Kumar Das, yang memimpin Pos Polisi Nazira Bazar, pertikaian fisik dipicu oleh kegagalan penalti sang bintang Argentina tersebut. Saksi mata di lokasi kejadian menuturkan bahwa Shariful, seorang pengemudi becak motor yang diketahui mendukung Mesir, melontarkan ejekan kepada para pendukung Argentina di kedai tersebut.

“Bapakmu enggak bisa cetak gol (your father could not score a goal),” ujar saksi itu menirukan Shariful, dikutip NDTV.

Baca Juga:  Ousmane Dembele Raih Ballon d'Or 2025, Singgung Lionel Messi

Kata-kata tersebut memicu kemarahan. Situasi yang awalnya hanya perdebatan sengit seketika berubah menjadi aksi kekerasan. Dua pria lokal, Babu dan Main Uddin Malu, dilaporkan memukul kepala Shariful hingga ia tersungkur. Meski warga sempat melarikannya ke Rumah Sakit Perguruan Tinggi Kedokteran Cumilla, nyawa pria berusia 35 tahun itu tidak tertolong.

Baca Juga:  Beckham Putra Yakin Argentina Juara Piala Dunia 2026, Ini Alasannya

Jerit Hati Seorang Istri yang Kehilangan

Kematian Shariful meninggalkan luka mendalam bagi istrinya, Beauty Banu. Di tengah duka yang menghancurkan, ia menuntut keadilan bagi suami yang kini pergi untuk selamanya meninggalkan dua putri kecil mereka.

“Bagaimana mungkin orang membunuh seseorang hanya karena pertandingan sepak bola? Saya punya dua anak perempuan. Siapa yang akan mereka panggil ayah sekarang? Kedua anak perempuan saya telah menjadi yatim piatu,” kata sang istri.

Baca Juga:  Argentina vs Cape Verde: Messi Siap Pimpin Albiceleste ke 16 Besar, Ini Prediksi Skornya

Tak hanya kehilangan sosok pelindung, Beauty kini dihadapkan pada masa depan yang suram dan penuh ketidakpastian. “Saya menginginkan hukuman terberat bagi mereka yang membunuh suami saya. Saya adalah wanita miskin dan tak berdaya. Bagaimana saya akan membesarkan kedua anak perempuan saya sekarang? Seluruh keluarga saya telah hancur,” ujarnya dengan getir.

Tragedi ini menjadi pengingat pahit bagi dunia sepak bola bahwa fanatisme yang berlebihan seringkali melampaui batas kemanusiaan. Hingga saat ini, pihak berwenang di Bangladesh masih terus mengusut kasus tersebut agar pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Argentina vs Mesir Berita Sepak Bola Kasus Pembunuhan Bangladesh Lionel Messi Tragedi Piala Dunia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

2.663 ASN Jabar Terindikasi Judi Online, Ada yang Depositnya Melebihi Gaji!

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Ditetapkan Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU

Pelarian Berakhir di Majalengka: Pengemudi Mobilio Penabrak Wanita di Pasteur Akhirnya Dibekuk Polisi

Di Balik Pengunduran Diri Jampidsus Febrie Adriansyah: Sisi Lain Operasi Senyap di Sentul

Polemik Aksi Kamisan, Kehadiran Kelompok LGBT dalam Gerakan HAM Jadi Sorotan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Jangan Sampai Terlewat! PKH dan BPNT Tahap 3 Mulai Disalurkan, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK KTP

Terpopuler
  • Retaknya Panca Curiga di Tanah Purwakarta: Di Mana Batas ‘Heureuy’ Sunda Saat Tubuh Perempuan Jadi Bahan Jenaka?
  • Sosok Febrie Adriansyah, Sang Pemburu Jadi Buruan? Menguak Sisi Lain Kasus Korupsi yang Mengguncang Negeri!
  • Kisah Keyshia, Mojang Bandung yang Rela Kurang Tidur Demi Kejar Prestasi: Hasil Tak Mengkhianati Proses!
  • Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Kondisi Terbarunya
  • Selangor Malaysia Bidik Pasar Indonesia Lewat Promosi Wisata Medis di Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.