Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Brandon Wilson Punya Misi Besar Bersama Bali United, Bidik 3 Besar dan Tiket Asia

Rabu, 16 September 2026 04:00 WIB

Resmi! Ini Daftar 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Ada Libur Panjang

Rabu, 16 September 2026 03:00 WIB

Menjelajahi Wisata Kuliner Bogor: Panduan Lengkap 14 Spot Legendaris hingga Spot Foto Estetik

Rabu, 16 September 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Brandon Wilson Punya Misi Besar Bersama Bali United, Bidik 3 Besar dan Tiket Asia
  • Resmi! Ini Daftar 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027, Ada Libur Panjang
  • Menjelajahi Wisata Kuliner Bogor: Panduan Lengkap 14 Spot Legendaris hingga Spot Foto Estetik
  • Menjelajah Pesona Purwakarta: 27 Destinasi Liburan Hits yang Ramah di Kantong
  • Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi
  • Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah
  • Jelang Duel Kontra FC Seoul, Marc Klok Kobarkan Semangat Juang Persib di Panggung Asia
  • Nenek di Sukabumi Ditemukan Tewas Saat Padamkan Kebun Bambu yang Terbakar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 16 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tragedi di Kedai Teh: Gara-gara Penalti Messi, Ayah Dua Anak Tewas Dikeroyok

By Aga GustianaSabtu, 11 Juli 2026 22:21 WIB2 Mins Read
Ilustrasi jenazah. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sepak bola seharusnya menjadi hiburan, namun bagi keluarga Mohammed Shariful Islam di Bangladesh, pertandingan Piala Dunia 2026 berubah menjadi mimpi buruk yang tak akan pernah berakhir. Sebuah insiden tragis pecah di tengah laga Argentina kontra Mesir pada Selasa (7/7/2026), di mana perselisihan sepele berujung pada hilangnya nyawa.

Semua bermula dari momen krusial di menit ke-21. Saat itu, harapan pendukung Argentina untuk menyamakan kedudukan musnah setelah Lionel Messi gagal mengeksekusi penalti akibat penyelamatan heroik kiper Mesir, Mostafa Shobeir. Di sebuah kedai teh di wilayah Cumilla, ketegangan yang sedari awal membara akhirnya meledak.

Menurut keterangan kepolisian setempat, Shankar Kumar Das, yang memimpin Pos Polisi Nazira Bazar, pertikaian fisik dipicu oleh kegagalan penalti sang bintang Argentina tersebut. Saksi mata di lokasi kejadian menuturkan bahwa Shariful, seorang pengemudi becak motor yang diketahui mendukung Mesir, melontarkan ejekan kepada para pendukung Argentina di kedai tersebut.

“Bapakmu enggak bisa cetak gol (your father could not score a goal),” ujar saksi itu menirukan Shariful, dikutip NDTV.

Baca Juga:  Dicoret dari Timnas Prancis untuk Piala Dunia 2026, Eduardo Camavinga Pilih 'Naik Kelas' di Harvard

Kata-kata tersebut memicu kemarahan. Situasi yang awalnya hanya perdebatan sengit seketika berubah menjadi aksi kekerasan. Dua pria lokal, Babu dan Main Uddin Malu, dilaporkan memukul kepala Shariful hingga ia tersungkur. Meski warga sempat melarikannya ke Rumah Sakit Perguruan Tinggi Kedokteran Cumilla, nyawa pria berusia 35 tahun itu tidak tertolong.

Baca Juga:  Spanyol vs Argentina Final Piala Dunia 2026: Luis De la Fuente Bongkar Cara Hentikan Lionel Messi

Jerit Hati Seorang Istri yang Kehilangan

Kematian Shariful meninggalkan luka mendalam bagi istrinya, Beauty Banu. Di tengah duka yang menghancurkan, ia menuntut keadilan bagi suami yang kini pergi untuk selamanya meninggalkan dua putri kecil mereka.

“Bagaimana mungkin orang membunuh seseorang hanya karena pertandingan sepak bola? Saya punya dua anak perempuan. Siapa yang akan mereka panggil ayah sekarang? Kedua anak perempuan saya telah menjadi yatim piatu,” kata sang istri.

Baca Juga:  Kasus Naturalisasi Malaysia Memanas, TMJ Khawatir FAM Dihukum Lebih Berat oleh FIFA

Tak hanya kehilangan sosok pelindung, Beauty kini dihadapkan pada masa depan yang suram dan penuh ketidakpastian. “Saya menginginkan hukuman terberat bagi mereka yang membunuh suami saya. Saya adalah wanita miskin dan tak berdaya. Bagaimana saya akan membesarkan kedua anak perempuan saya sekarang? Seluruh keluarga saya telah hancur,” ujarnya dengan getir.

Tragedi ini menjadi pengingat pahit bagi dunia sepak bola bahwa fanatisme yang berlebihan seringkali melampaui batas kemanusiaan. Hingga saat ini, pihak berwenang di Bangladesh masih terus mengusut kasus tersebut agar pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Berita Sepak Bola Lionel Messi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Siaga Merah di Tanah Suci: Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat Usai Hujaman Rudal Houthi

Sampah di Purwakarta Nyaris Sentuh 200 Ton Per Hari, Warga Diminta Mulai Pilah dari Rumah

Nenek di Sukabumi Ditemukan Tewas Saat Padamkan Kebun Bambu yang Terbakar

Penyu Raja Ampat Dibunuh di Depan Kamera: Dari Perburuan hingga WNA Diamankan di Bandara

Asap Kebakaran Punclut Makan Korban, 13 Warga Bandung Kena ISPA

Underpass Gatot Subroto Cimahi Ditargetkan Rampung Desember, Nilai Proyek Rp126 Miliar

Terpopuler
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
  • Bikin Penasaran! Sosok Lylia Kasir Indomaret Jadi Buruan Warganet di TikTok
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.