Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dari Resepsionis Bank Jadi Ratu Horor No. 1! Rahasia Nadia Omara ‘Menyihir’ 87 Juta Penonton

Senin, 2 November 2026 10:04 WIB

Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat

Senin, 2 November 2026 09:00 WIB

Ancaman Musim Hujan di Cimahi, Dari Puting Beliung Hingga Potensi Pergerakan Tanah

Senin, 2 November 2026 08:46 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dari Resepsionis Bank Jadi Ratu Horor No. 1! Rahasia Nadia Omara ‘Menyihir’ 87 Juta Penonton
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ancaman Musim Hujan di Cimahi, Dari Puting Beliung Hingga Potensi Pergerakan Tanah
  • Stop Kebiasaan Makan Telur Setengah Matang, Hati-hati Kena Bakteri Salmonella dan Diare
  • Persib Ancam Singgasana Persija: Perburuan Juara Super League Memanas!
  • Bansos PKH dan BPNT November 2026 Belum Merata, Begini Cara Mengeceknya
  • Anti Berisik! 5 Kafe Tersembunyi di Bandung Ini Bikin Kerja Makin Fokus
  • Cuma Modal KTP! Begini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT November 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 2 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tragedi di Kedai Teh: Gara-gara Penalti Messi, Ayah Dua Anak Tewas Dikeroyok

By Aga GustianaSabtu, 11 Juli 2026 22:21 WIB2 Mins Read
Ilustrasi jenazah. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sepak bola seharusnya menjadi hiburan, namun bagi keluarga Mohammed Shariful Islam di Bangladesh, pertandingan Piala Dunia 2026 berubah menjadi mimpi buruk yang tak akan pernah berakhir. Sebuah insiden tragis pecah di tengah laga Argentina kontra Mesir pada Selasa (7/7/2026), di mana perselisihan sepele berujung pada hilangnya nyawa.

Semua bermula dari momen krusial di menit ke-21. Saat itu, harapan pendukung Argentina untuk menyamakan kedudukan musnah setelah Lionel Messi gagal mengeksekusi penalti akibat penyelamatan heroik kiper Mesir, Mostafa Shobeir. Di sebuah kedai teh di wilayah Cumilla, ketegangan yang sedari awal membara akhirnya meledak.

Menurut keterangan kepolisian setempat, Shankar Kumar Das, yang memimpin Pos Polisi Nazira Bazar, pertikaian fisik dipicu oleh kegagalan penalti sang bintang Argentina tersebut. Saksi mata di lokasi kejadian menuturkan bahwa Shariful, seorang pengemudi becak motor yang diketahui mendukung Mesir, melontarkan ejekan kepada para pendukung Argentina di kedai tersebut.

“Bapakmu enggak bisa cetak gol (your father could not score a goal),” ujar saksi itu menirukan Shariful, dikutip NDTV.

Baca Juga:  Bukan Sekadar Argentina vs Spanyol, Final Piala Dunia 2026 Sarat Aroma La Liga

Kata-kata tersebut memicu kemarahan. Situasi yang awalnya hanya perdebatan sengit seketika berubah menjadi aksi kekerasan. Dua pria lokal, Babu dan Main Uddin Malu, dilaporkan memukul kepala Shariful hingga ia tersungkur. Meski warga sempat melarikannya ke Rumah Sakit Perguruan Tinggi Kedokteran Cumilla, nyawa pria berusia 35 tahun itu tidak tertolong.

Baca Juga:  Head to Head Prancis vs Spanyol: Adu Tajam Les Bleus Melawan Pertahanan Solid La Roja

Jerit Hati Seorang Istri yang Kehilangan

Kematian Shariful meninggalkan luka mendalam bagi istrinya, Beauty Banu. Di tengah duka yang menghancurkan, ia menuntut keadilan bagi suami yang kini pergi untuk selamanya meninggalkan dua putri kecil mereka.

“Bagaimana mungkin orang membunuh seseorang hanya karena pertandingan sepak bola? Saya punya dua anak perempuan. Siapa yang akan mereka panggil ayah sekarang? Kedua anak perempuan saya telah menjadi yatim piatu,” kata sang istri.

Tak hanya kehilangan sosok pelindung, Beauty kini dihadapkan pada masa depan yang suram dan penuh ketidakpastian. “Saya menginginkan hukuman terberat bagi mereka yang membunuh suami saya. Saya adalah wanita miskin dan tak berdaya. Bagaimana saya akan membesarkan kedua anak perempuan saya sekarang? Seluruh keluarga saya telah hancur,” ujarnya dengan getir.

Baca Juga:  Kasus Naturalisasi Malaysia Memanas, TMJ Khawatir FAM Dihukum Lebih Berat oleh FIFA

Tragedi ini menjadi pengingat pahit bagi dunia sepak bola bahwa fanatisme yang berlebihan seringkali melampaui batas kemanusiaan. Hingga saat ini, pihak berwenang di Bangladesh masih terus mengusut kasus tersebut agar pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya di mata hukum.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Berita Sepak Bola Lionel Messi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat

Ancaman Musim Hujan di Cimahi, Dari Puting Beliung Hingga Potensi Pergerakan Tanah

Bansos PKH dan BPNT November 2026 Belum Merata, Begini Cara Mengeceknya

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cuma Modal KTP! Begini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT November 2026

Laskar Prabowo 08 Jabar Rapatkan Barisan, Siap Perang Lawan Hoaks

Ilustrasi video syur

Bisnis Live Pornografi Raup Rp 750 Juta, Polda Jabar Tangkap 2 Tersangka

Terpopuler
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.