bukamata.id – Bagi warga Bandung, nama Jalan Banceuy tentu bukan hal yang asing. Jalan ini dikenal karena lokasinya yang strategis, aktivitasnya yang ramai, serta deretan ruko yang padat.
Namun, di balik kesibukan sehari-hari itu, tersimpan kisah sejarah yang menarik, khususnya soal asal-usul nama jalan ini yang erat kaitannya dengan moda transportasi di masa lampau.
Menurut catatan sejarah, nama Banceuy berasal dari bahasa Sunda. Dalam Kamus Umum Basa Sunda (KUBBS), “Banceuy” merujuk pada sebuah kampung yang erat kaitannya dengan kegiatan pengurusan kuda dan keretanya.
Dulu, kawasan ini merupakan tempat tinggal para kusir dan penjaga istal, mereka yang merawat kuda-kuda pengangkut barang maupun penumpang.
Dilansir dari berbagai sumber, kawasan Banceuy bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga difungsikan sebagai lokasi peristirahatan dan pertukaran kuda.
Hal ini umum terjadi di masa ketika kuda menjadi alat transportasi utama untuk perjalanan jauh, termasuk pengiriman pos antar kota.
Misalnya, perjalanan dari Semarang ke Bandung yang memakan waktu panjang, tentu membutuhkan pergantian kuda agar tidak kelelahan.
Karena itulah, Banceuy menjadi titik persinggahan strategis yang membuatnya tumbuh menjadi pusat lalu lintas dan perdagangan zaman kolonial.
Menariknya, Banceuy tak hanya lekat dengan sejarah transportasi. Kawasan ini juga menjadi saksi penting perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Di sinilah terdapat Lapas Banceuy, tempat di mana Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, pernah ditahan oleh pemerintah kolonial Belanda.
Penjara ini dulunya berdiri berdampingan dengan kandang kuda, simbol betapa beragam fungsi kawasan ini di masa lampau.
Kini, bangunan bekas penjara tersebut telah diubah menjadi museum kecil untuk mengenang perjuangan Bung Karno.
Meski sebagian besar bangunan lama telah berganti menjadi ruko-ruko modern, nuansa sejarah kawasan ini masih terasa, terutama bagi yang tahu kisah di baliknya.
Dulu, masyarakat menyebutnya sebagai Loji Banceuy, istilah yang merujuk pada “loji” atau pos pengawasan penting terkait logistik, transportasi kuda, dan tahanan.
Nama asli jalan ini sebenarnya adalah Bantjeuyweg, yang diresmikan oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1871.
Namun seiring waktu, lidah masyarakat lokal lebih mudah menyebutnya “Banceuy”. Hingga kini, nama itu tetap digunakan, menjadi bagian dari identitas sejarah Kota Bandung.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










