Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Viral Lagi! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri, Kali Ini Adegan di Dapur

Sabtu, 28 Maret 2026 18:52 WIB

Bikin Haru! Momen Relawan Jadi ‘Mata’ Bagi Anak Difabel di Laga Timnas Indonesia

Sabtu, 28 Maret 2026 18:35 WIB
Donald Trump

Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran

Sabtu, 28 Maret 2026 15:49 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral Lagi! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri, Kali Ini Adegan di Dapur
  • Bikin Haru! Momen Relawan Jadi ‘Mata’ Bagi Anak Difabel di Laga Timnas Indonesia
  • Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran
  • Gelar Juara Jadi Harga Mati, Bomber Persib Andrew Jung Tak Ambisi Kejar Top Skor
  • Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi
  • Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga
  • Dulu Peluk Boneka Sendirian, Sekarang Punch Berani Pasang Badan untuk Sang ‘Pacar’ Momo-Chan
  • Alarm Bahaya di Jalan Raya Indonesia: Satu Nyawa Melayang Tiap 20 Menit
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 28 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bandung Barat Diguncang! Massa Tuding DPRD dan Pemkab Dikuasai Mafia Anggaran

By Aga GustianaSenin, 13 Oktober 2025 20:24 WIB3 Mins Read
Koalisi Rakyat Bandung Barat dan Aliansi Aktivis Antikorupsi Jawa Barat menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPRD dan Bupati Bandung Barat pada Senin (13/10/2025). (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ratusan massa yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Bandung Barat dan Aliansi Aktivis Antikorupsi Jawa Barat menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPRD dan Bupati Bandung Barat pada Senin (13/10/2025) sore.

Dalam aksinya, mereka menuntut DPRD dan Pemkab agar segera menindaklanjuti dugaan tindak pidana korupsi, praktik jual beli jabatan, serta penyalahgunaan anggaran di lingkungan pemerintahan eksekutif maupun legislatif.

Koordinator aksi, Asep Herna, menyatakan bahwa langkah ini merupakan peringatan keras agar para pejabat tidak membiarkan birokrasi dikuasai oleh kelompok yang bermain dalam pengelolaan anggaran.

“Kami tidak ingin Bandung Barat hancur karena praktik korupsi dan mutasi sewenang-wenang. DPRD harus bertindak,” tegas Asep di tengah orasi.

Para demonstran membawa 13 poin tuntutan utama yang menyoroti dugaan pelanggaran etik, penyimpangan kebijakan anggaran, dan jual beli jabatan.

Pertama, mereka mendesak DPRD membentuk Tim Khusus Etik dan Integritas untuk menyelidiki dugaan pelanggaran anggota DPRD berinisial DAM, serta menonaktifkan yang bersangkutan selama proses pemeriksaan.

Baca Juga:  Perangi Perundungan, DPRD Kota Bekasi Usulkan Pembentukan Tim Cyber Bullying

Kedua, DPRD diminta menggunakan hak interpelasi dan angket untuk menelusuri dugaan penyimpangan anggaran oleh Sekretaris Daerah AZ dan pihak terkait, serta mendorong dilakukannya audit investigatif oleh BPK dan KPK.

Ketiga, massa mendesak aparat menuntaskan dugaan defisit fiktif lebih dari Rp500 miliar dalam penyusunan APBD 2023–2025 yang disinyalir berisi angka pendapatan palsu.

Keempat, mereka meminta penyelidikan terhadap praktik “pokir siluman” yang dilakukan anggota DPRD melalui penitipan proyek dan anggaran.

Kelima, massa meminta perlindungan bagi ASN yang berintegritas serta penghentian segala bentuk intimidasi terhadap aparatur yang menolak manipulasi anggaran.

Keenam, mereka mendesak pencopotan Sekda yang dituding sebagai aktor utama penyimpangan dan mutasi pejabat.

Baca Juga:  Fraksi PDIP Walk Out dari Rapat Paripurna DPRD Jabar, Ini Tanggapan Dedi Mulyadi

Ketujuh dan kedelapan, massa menolak mutasi pejabat di lima dinas besar — Pendidikan, Kesehatan, PUTR, Kominfo, dan DPMTSP — yang dianggap sarat kepentingan politik dan intervensi pihak luar.

Kesembilan dan kesepuluh, mereka meminta audit menyeluruh terhadap proyek pengadaan 2023–2025 serta transparansi penggunaan dana DIF Stunting senilai Rp5,4 miliar, yang dinilai rawan penyalahgunaan.

Kesebelas, massa menuntut pemberantasan mafia jabatan dan proyek yang dianggap mengendalikan mutasi dan pengadaan di lingkungan Pemkab.

Keduabelas, mereka mendesak Bupati Jeje Ritchie Ismail bertindak tegas dengan mencopot staf bupati berinisial R, yang disebut menghambat komunikasi antara kepala dinas dan pimpinan daerah.

Ketigabelas, mereka menuntut pembentukan Panitia Khusus (Pansus) DPRD untuk menyelidiki dugaan korupsi, mutasi sewenang-wenang, dan pembusukan birokrasi di Bandung Barat.

Baca Juga:  Sikat Korupsi, Ganjar Janji Tuntaskan UU Perampasan Aset

“Kami siap kawal perubahan demi rakyat. KBB tidak akan bangkit jika mutasi dan anggaran masih dikendalikan mafia,” ujar Asep dengan lantang.

Tuntutan massa diterima langsung oleh Asisten III Setda Bandung Barat, Rini Sartika. Di hadapan peserta aksi, Rini berkomitmen untuk menyampaikan seluruh aspirasi kepada Bupati Jeje Ritchie Ismail yang berhalangan hadir.

“Ada 13 tuntutan yang tertulis. Seluruh aspirasi yang disampaikan hari ini insyaallah akan kami tindaklanjuti ke pak Bupati Bandung Barat,” kata Rini.

“Pegang kata-kata saya. Akan kami sampaikan kepada pak Bupati,” lanjutnya menegaskan.

Aksi berlangsung damai dan mendapat pengawalan dari pihak kepolisian. Para demonstran menyatakan akan terus mengawal proses ini dan menekan DPRD agar menindaklanjuti seluruh tuntutan secara terbuka.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

aksi massa Bandung Barat DPRD korupsi mafia jabatan politik lokal
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Donald Trump

Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran

Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi

Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga

Alarm Bahaya di Jalan Raya Indonesia: Satu Nyawa Melayang Tiap 20 Menit

Sempat Ingin Polisikan Netizen, Hendrik Irawan Kini Pasrah Dapurnya Disegel Buntut Joget Nyeleneh

Kejutan Panglima! Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Prajurit TNI Penghafal Al-Qur’an

Terpopuler
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
  • Viral di TikTok! Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.