Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Viral dengan Adegan Misterius yang Disensor! Wargnet Cari Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbaru

Rabu, 18 Maret 2026 16:00 WIB
Persib Bandung

Persib di Jalan Terjal Menuju Hattrick Juara Liga 1 2025/2026

Rabu, 18 Maret 2026 15:00 WIB

Truk Sapi Oleng di Cikaledong, 1 Pemudik Tewas! Arus Mudik Sempat Lumpuh

Rabu, 18 Maret 2026 14:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral dengan Adegan Misterius yang Disensor! Wargnet Cari Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbaru
  • Persib di Jalan Terjal Menuju Hattrick Juara Liga 1 2025/2026
  • Truk Sapi Oleng di Cikaledong, 1 Pemudik Tewas! Arus Mudik Sempat Lumpuh
  • Dari Boneka ke Dunia Nyata: Perjalanan Punch Mencari Kasih Sayang yang Bikin Netizen Iri!
  • Prediksi Skor Liverpool vs Galatasaray: The Reds Bisa Balikkan Agregat?
  • PO Haryanto Gak Ngaku?! Skandal Bus ‘Siluman’ Seruduk 6 Mobil, Siapa Tanggung Jawab?
  • Detik-detik Video Ibu Tiri dan Anak Tiri di Kebun Sawit Bocor, Link Telegram Diburu Warganet
  • Panduan Lengkap Libur Lebaran 2026: Jadwal Cuti Bersama dan Aturan WFA bagi Pekerja
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 18 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bandung Nomor 1 Macet di Indonesia, Dishub Jabar: Bukan Prestasi tapi Realita

By Putra JuangKamis, 19 Juni 2025 13:17 WIB3 Mins Read
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat, Dhani Gumelar. (Foto: Redaksi/bukamata.id)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat, Dhani Gumelar menyatakan bahwa predikat Bandung sebagai kota termacet bukanlah sebuah prestasi, melainkan sebuah kenyataan yang harus dihadapi.

“Bukan prestasi ya bahwa Bandung dinyatakan sebagai kota termacet, tapi memang kenyataannya seperti itu,” ucap Dhani di Bandung, Kamis (19/6/2025).

Namun, Dhani menegaskan bahwa pemerintah, baik pusat, provinsi, maupun Kota Bandung, sedang berupaya keras untuk membangun sistem angkutan massal yang nyaman dan terintegrasi.

Salah satu upaya nyata yang sedang digalakkan adalah pengembangan layanan Bus Metro Jabar Trans.

“Dari sisi kapasitas juga akan kita coba tambah tingkat kenyamanannya,” ujarnya.

Dhani mengungkapkan bahwa peluncuran Kartu Multi Trip (KMT) menjadi langkah penting. Ke depannya, kartu ini akan memungkinkan pengguna untuk membayar berbagai layanan transportasi, seperti kereta, bus, bahkan parkir, dalam satu kali transaksi terintegrasi.

Baca Juga:  Jelang Pilkada 2024, Sejumlah Parpol di Jabar Mulai Buka Pendaftaran Calon Kepala Daerah

Dhani menjelaskan, untuk moda transportasi kereta, pihaknya sedang berupaya ke pemerintah pusat untuk mendorong peningkatan kapasitas kereta menjadi kereta realistis. Dengan kereta realistis, headway atau jarak antar kereta bisa dipersingkat menjadi 5-10 menit.

Selain itu, yang tak kalah penting adalah integrasi layanan bus di masing-masing stasiun.

“Jadi masyarakat yang menggunakan kereta akan langsung nyambung dengan bus,” ujarnya.

Selain itu, Dishub Jabar juga berencana untuk berkolaborasi dengan angkutan umum serta memperbaiki tata kelola angkutan yang ada di Kota Bandung. Mengenai persiapan infrastruktur, Dhani optimis.

“Insya Allah sekarang lagi proses persiapan,” katanya.

Ia berharap proses pembangunan dapat dimulai pertengahan tahun ini atau sebelum akhir tahun, dan ditargetkan selesai sekitar tahun 2027.

Baca Juga:  Kaji Gagasan, TKD Jabar Prabowo-Gibran Gelar Nonton Bareng Debat Pilpres 2024

Untuk pendanaan, Dhani memastikan bahwa anggaran sudah disiapkan dari Kementerian Perhubungan.

“Satu bulan ini kita ke proses akhir untuk proses konstruksi,” tandasnya.

Untuk diketahui, TomTom Traffic, platform rutin merilis daftar kota termacet di Indonesia.

TomTom Traffic sendiri mengukur tingkat kemacetan suatu kota dengan memakai data perjalanan rata-rata dan tingkat kemacetan yang dihitung secara detail.

Platform ini juga menggunakan ‘mata-mata’ berupa floating car data (FCD), yang diambil dari kecepatan dan lokasi kendaraan secara real-time. Data tersebut diperoleh dari fitur GPS di perangkat pengguna.

TomTom Traffic menganalisa kemacetan dengan mengukur faktor-faktor utama seperti kurasi-statis, yang seperti identitas’ jalan, mulai dari ukuran, kapasitas, batas kecepatan, sampai jenis jalannya.

Baca Juga:  Apes, Pemuda Ini Harus Lebaran di Penjara Gegara Motor Curian Habis Bensin

Yang kedua faktor dinamis yang merupakan penyebab lalu lintas berubah-ubah, di antaranya perbaikan jalan, cuaca buruk, dan kemacetan itu sendiri. Dan yang ketiga faktor statis, yakni waktu perjalanan optimal di kota tertentu.

Menurut TomTom Traffic, berikut 5 kota termacet di Indonesia :

  1. Bandung, Jawa Barat: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 32 menit 37 detik
  2. Medan, Sumatera Utara: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 32 menit 3 detik
  3. Palembang, Sumatera Selatan: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 27 menit 55 detik
  4. Surabaya, Jawa Timur: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 26 menit 59 detik
  5. Jakarta: Waktu tempuh rata-rata per 10 km: 25 menit 31 detik.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bandung Dishub Jabar jawa barat Macet
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Truk Sapi Oleng di Cikaledong, 1 Pemudik Tewas! Arus Mudik Sempat Lumpuh

PO Haryanto Gak Ngaku?! Skandal Bus ‘Siluman’ Seruduk 6 Mobil, Siapa Tanggung Jawab?

Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Netizen Gagal Fokus! Adegan Disensor di Video Sawit Ini Bikin Ramai TikTok

Prediksi Puncak Mudik H-1 Lebaran, Jalur Selatan Bisa Tembus 85 Ribu Kendaraan!

Bangun Sahur Tepat! Ini Jadwal Imsak Bandung Rabu 18 Maret 2026

Ini Modus Ustaz SAM Diduga Pelecehan Santri, Janji Beasiswa Jadi Alat Kepercayaan

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Kronologi dan Isi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Viral
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.