Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Diduga Sopir Mabuk, Honda City Terjun ke Parit di Bulevar Raya Summarecon Bandung

Senin, 5 Oktober 2026 11:30 WIB

Traffic Light Mati, Dishub Pasang CCTV dan Bandung Targetkan Pulih 1–2 Minggu

Senin, 5 Oktober 2026 11:14 WIB
Sungai Cikapundung

Detik-Detik Pekerja Tertimbun Tanah dan Batu saat Perbaiki Kirmir Sungai Cijalupang

Senin, 5 Oktober 2026 11:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Diduga Sopir Mabuk, Honda City Terjun ke Parit di Bulevar Raya Summarecon Bandung
  • Traffic Light Mati, Dishub Pasang CCTV dan Bandung Targetkan Pulih 1–2 Minggu
  • Detik-Detik Pekerja Tertimbun Tanah dan Batu saat Perbaiki Kirmir Sungai Cijalupang
  • 4 Assist Lawan Bangladesh, Ole Romeny Malah Diragukan Main di Final Indonesia vs Thailand
  • Jelang Duel Port FC vs Persib, Maung Bandung Kehilangan Banyak Pemain! Ini Daftarnya
  • Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Stabil, Antam Rp2,613 Juta dan UBS Rp2,530 Juta per Gram
  • Detik-detik Mencekam Kebakaran Ponpes di Cirebon, Warga dan Santri Bahu-membahu Padamkan Api Pakai Ember
  • Ambisi Digital Rp3,5 T vs Keadilan Ekologis: Sisi Gelap Proyek AI Data Center Jatiluhur
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 5 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Dari Boneka ke Dunia Nyata: Perjalanan Punch Mencari Kasih Sayang yang Bikin Netizen Iri!

By SusanaRabu, 18 Maret 2026 13:00 WIB3 Mins Read
Punch, monyet Japanese macaque yang sempat viral karena selalu membawa boneka kesayangan, kini diterima kawanan di Jepang dan menemukan ‘pacar’ mirip bonekanya. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jagat media sosial kembali dibuat gemas oleh kisah Punch, monyet jantan jenis Japanese macaque yang tinggal di Kebun Binatang Ichikawa, Jepang.

Setelah sebelumnya viral karena selalu membawa boneka orangutan kecil kemana pun ia pergi, kini Punch mendapatkan kabar bahagia: ia mulai diterima oleh kawanan monyet di habitatnya dan bahkan tampak menemukan teman spesial yang warnanya mirip dengan boneka kesayangannya.

Awal Kisah Punch: Ditolak Induk, Dibesarkan Manusia

Punch lahir pada 26 Juli 2025, namun kebahagiaan awalnya ternoda karena ditolak oleh induk kandungnya. Dalam dunia primata, penolakan semacam ini bisa terjadi karena induk baru belum terbiasa mengasuh atau tekanan sosial dalam kelompok membuat induk meninggalkan bayi.

Melihat kondisi kritis ini, petugas Kebun Binatang Ichikawa mengambil alih peran ibu. Punch dibesarkan secara hand-raised, dengan perhatian penuh agar tetap sehat dan aman. Namun, naluri bayi monyet membuatnya tetap membutuhkan figur pengganti untuk rasa aman.

Petugas kemudian memberikan beberapa benda lembut sebagai “teman pengganti”, termasuk selimut dan boneka orangutan berbulu cokelat. Tanpa ragu, Punch memilih boneka tersebut sebagai teman setia, pelindung, dan sumber kenyamanannya.

Video yang beredar di platform X menunjukkan Punch tidur sambil memeluk boneka itu, bahkan membawanya saat mulai diperkenalkan ke kawanan monyet lainnya. Boneka ini berfungsi sebagai “pelindung” saat menghadapi tekanan dari monyet muda lainnya.

Adaptasi ke Kawanan: Tantangan Awal

Punch pertama kali diperkenalkan ke Monkey Mountain pada 19 Januari 2026. Proses adaptasinya cukup menantang: bau berbeda akibat perawatan manusia, warna bulu yang sedikit berbeda, serta keterlambatan dalam mengeluarkan suara khas monyet membuat Punch sempat terasing dari kelompoknya.

Namun, perlahan Punch mulai memahami hierarki sosial kawanan dan lebih sering berinteraksi dengan monyet lainnya.

Momen penting tercatat saat seekor monyet dewasa mulai membantunya grooming, membersihkan kutu di tubuhnya, sebuah tanda penerimaan sosial yang penting dalam dunia primata.

Punch Kini Punya “Pacar” Mirip Boneka Kesayangan

Kabar terbaru yang memicu heboh warganet adalah Punch disebut memiliki teman spesial yang warnanya mirip boneka kesayangannya.

Menurut pengelola kebun binatang, kehadiran teman ini membantu Punch lebih percaya diri dan berani bersosialisasi.

Netizen pun ikut gemas dengan perkembangan Punch, seperti dikutip di kolom komentar Instgram @btgfeed, Rabu (18/3/2026).

  • “Punch serius aku diginiin kmren nangisin km sekarang nangusin diri sendiri, tp bahagia selalu sayang,” tulis akun @hap*** di Instagram @btgfeed.
  • “Bahkan monyet pun menemukan cintanya,” komentar akun @ryn***.
  • “Bisa-bisanya gue nangisin monyet, ternyata gue lebih kasian,” tulis @mar***.
  • “Penonton jomblo be like: kalah ma monyet lah cokk,” cuit akun @dan***.

Perjalanan Punch yang Menyentuh Hati

Sejak lahir, kisah Punch menyentuh hati netizen di seluruh dunia. Perjuangannya bertahan hidup, dibesarkan manusia, hingga perlahan diterima oleh kawanan monyet, menjadi simbol ketahanan dan adaptasi.

Boneka orangutan yang selalu dibawa pun menjadi ikon cinta dan kenyamanan bagi Punch, menarik perhatian publik sekaligus memicu simpati besar.

Kini, Punch tidak hanya menjadi viral di media sosial, tetapi juga contoh inspiratif tentang bagaimana perhatian dan kasih sayang, baik dari manusia maupun kawanan sendiri, membantu primata menemukan tempatnya di dunia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Stabil, Antam Rp2,613 Juta dan UBS Rp2,530 Juta per Gram

Mojang Bandung Gita Puspita: Aktif Berorganisasi, Mengajar, dan Terus Bertumbuh Mengejar Masa Depan

Bongkar Dapur Comeback Syahrini: Dari Alasan Vakum, Bagi-bagi Dollar, Hingga Konsultan Komedi!

Liburan ke Indramayu? Ini 4 Tempat Wisata Terbaru 2026 yang Wajib Masuk Daftar

Dede Sunandar Tumbang di Ring, Vicky Prasetyo Menangis Histeris

Jangan Cuma Jalan-jalan, Ini 5 Kuliner Khas Indramayu yang Wajib Dicicipi

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.