Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Ole Romeny

4 Assist Lawan Bangladesh, Ole Romeny Malah Diragukan Main di Final Indonesia vs Thailand

Senin, 5 Oktober 2026 10:34 WIB

Jelang Duel Port FC vs Persib, Maung Bandung Kehilangan Banyak Pemain! Ini Daftarnya

Senin, 5 Oktober 2026 10:01 WIB

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Stabil, Antam Rp2,613 Juta dan UBS Rp2,530 Juta per Gram

Senin, 5 Oktober 2026 09:56 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 4 Assist Lawan Bangladesh, Ole Romeny Malah Diragukan Main di Final Indonesia vs Thailand
  • Jelang Duel Port FC vs Persib, Maung Bandung Kehilangan Banyak Pemain! Ini Daftarnya
  • Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Stabil, Antam Rp2,613 Juta dan UBS Rp2,530 Juta per Gram
  • Detik-detik Mencekam Kebakaran Ponpes di Cirebon, Warga dan Santri Bahu-membahu Padamkan Api Pakai Ember
  • Ambisi Digital Rp3,5 T vs Keadilan Ekologis: Sisi Gelap Proyek AI Data Center Jatiluhur
  • Buku Perlinsos Sepanjang Hayat: Panduan Lengkap Semua Perlindungan Sosial di era Presiden Prabowo
  • Siap-siap Comeback? Febri Hariyadi Beberkan Progres Pemulihan Cedera Bersama Persib
  • Cek Bansos KTP Oktober 2026 Lewat HP, Cukup Masukkan NIK untuk Tahu Status Penerima
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 5 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Detik-detik Mencekam Kebakaran Ponpes di Cirebon, Warga dan Santri Bahu-membahu Padamkan Api Pakai Ember

By Aga GustianaSenin, 5 Oktober 2026 09:45 WIB3 Mins Read
Kebakaran ponpes di Cirebon. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Suasana malam di Desa Babakan, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, mendadak mencekam pada Minggu (4/10/2026). Lantai empat sebuah kompleks pondok pesantren dilalap si jago merah, memicu kepanikan luar biasa di kalangan warga sekitar dan para santri yang tengah beristirahat.

Rekaman video amatir yang beredar luas di dunia maya memperlihatkan betapa ganasnya lidah api melahap bagian atap bangunan. Di tengah situasi genting tersebut, insting bertahan hidup dan rasa kekeluargaan langsung tergerak. Tanpa menunggu lama, puluhan santri bahu-membahu bersama warga setempat dan personel TNI melakukan aksi penyelamatan darurat secara manual menggunakan ember berisi air.

Terdengar teriakan instruksi bersahut-sahutan dari kerumunan orang yang berupaya menjinakkan amukan api agar tidak merambat ke bagian bangunan lain.

“Terus, terus… Ember, ember!” teriak salah seorang warga dalam rekaman video.

Kendala Akses dan Perjuangan Petugas Damkar

Laporan darurat insiden kebakaran ini dengan cepat ditanggapi oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Cirebon. Kepala Bidang Kedaruratan DPKP Cirebon, Eno Sudjana, menyebutkan bahwa pos komando menerima informasi dari pelapor pada pukul 20.10 WIB dan langsung mengerahkan armada dari Sektor Palimanan satu menit berselang.

Baca Juga:  Viral Rumah Makan Padang di Cirebon Dirazia Ormas Gegara Jual Harga Murah

Kendati demikian, petugas di lapangan sempat dihadapkan pada hambatan berat. Selain letak titik api yang berada di lantai paling atas, armada pemadam justru terhalang oleh gapura masuk kawasan yang memiliki batas ketinggian terlalu rendah. Akibatnya, mobil pancar tidak bisa mendekat secara langsung ke titik objek yang terbakar.

Meski terkendala akses kendaraan, petugas tidak kehabisan akal. Setibanya di lokasi sekitar pukul 20.31 WIB, regu pemadam mendapati api ternyata sudah berhasil dipadamkan berkat kerja keras santri dan warga.

Fokus petugas kemudian dialihkan pada tahap pendinginan. Dibantu oleh Regu 1 dari Sektor Arjawinangun, petugas membentangkan delapan selang panjang untuk menjangkau ketinggian lantai empat.

Baca Juga:  Peredaran Rokok Ilegal Tinggi, Bea Cukai Gencarkan Edukasi di Majalengka

“Api sudah dipadamkan oleh para santri dan warga. Kemudian anggota melakukan pendinginan dibantu oleh anggota Sektor Arjawinangun, dengan menggunakan 8 selang. Dikarenakan lokasi kebakaran ada di lantai 4 dan terlalu jauh dari jangkauan Unit Armada,” jelas Eno dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/10/2026).

Proses pendinginan yang melibatkan unsur Danru, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas tersebut akhirnya tuntas pada pukul 21.15 WIB setelah dipastikan tidak ada lagi titik bara sekecil apa pun yang berpotensi memicu api susulan.

Kitab dan Paporit Santri Hangus, Kerugian Belum Ditaksir

Musibah ini menghanguskan area seluas sekitar 42 meter persegi dari total luasan bangunan 100 meter persegi di lantai empat Pondok Pesantren Assalafie (yang juga dikenal warga sekitar sebagai Pondok Kebon Melati). Sejumlah harta benda milik santri, mulai dari lemari pakaian beserta isinya, tumpukan kitab suci, buku pelajaran, meja, kursi, hingga material bangunan, ikut ludes terbakar. Kendati demikian, sisa area seluas 58 meter persegi berhasil diselamatkan dari kerusakan parah.

Baca Juga:  Sukses di Bandung, Lintas Resonan Suguhkan Kolaborasi Unik Danilla x Perunggu di Cirebon

Suasana haru sempat terekam dalam video amatir, di mana seorang perempuan terdengar melafalkan kalimat tasbih dan tahmid sembari meratapi nasib para santri.

“Masya Allah… Innalillahi… kasihan…” ucapnya lirih.

Pihak berwenang memastikan bahwa insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Berdasarkan keterangan awal dari pelapor bernama Suherman, pemicu amukan si jago merah diduga kuat berasal dari korsleting arus pendek listrik.

Operasi pemadaman dan sterilisasi lokasi ini melibatkan sinergi lintas pihak, mulai dari DPKP Kabupaten Cirebon (Sektor Palimanan dan Arjawinangun), Bhabinkamtibmas Polsek Ciwaringin, Babinsa Koramil Ciwaringin, aparat Desa Babakan, hingga solidaritas tinggi dari para santri dan warga setempat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

cirebon Ciwaringin Ponpes
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ambisi Digital Rp3,5 T vs Keadilan Ekologis: Sisi Gelap Proyek AI Data Center Jatiluhur

Buku Perlinsos Sepanjang Hayat: Panduan Lengkap Semua Perlindungan Sosial di era Presiden Prabowo

Cek Bansos KTP Oktober 2026 Lewat HP, Cukup Masukkan NIK untuk Tahu Status Penerima

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cek Sekarang! 6 Bansos yang Cair Oktober 2026, Ada Bantuan hingga Rp2,7 Juta

Bansos

Bansos Oktober 2026 Cair! Ini 4 Bantuan Pemerintah dan Nominal yang Diterima

Budak Bandung Lolos ke Barcelona, Bakal Seangkatan Anak Messi? Ini Faktanya

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
  • Badai di Tubuh KORMI Bandung: Hibah Seret, Kudeta Kepengurusan, hingga Sentilan Guru Besar UPI
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.