Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jangan Klik! Tautan Isu Video Egar dan Fina Dijual Rp30 Ribu, Ini Modus Penipuannya

Rabu, 4 November 2026 15:05 WIB

Definisi Jilat Ludah Sendiri? Perubahan Drastis Vicky Prasetyo ke Raffi Ahmad Bikin Publik Curiga!

Rabu, 4 November 2026 13:53 WIB

6 Tempat Makan Ramah Vegan dan Vegetarian di Bandung yang Wajib Dicoba Saat Liburan

Rabu, 4 November 2026 12:56 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jangan Klik! Tautan Isu Video Egar dan Fina Dijual Rp30 Ribu, Ini Modus Penipuannya
  • Definisi Jilat Ludah Sendiri? Perubahan Drastis Vicky Prasetyo ke Raffi Ahmad Bikin Publik Curiga!
  • 6 Tempat Makan Ramah Vegan dan Vegetarian di Bandung yang Wajib Dicoba Saat Liburan
  • 3 Jenderal Polisi Ditangkap, SBY Surati Prabowo: Kok Jadi Begini Negara Kita
  • Awal Mula Terbongkarnya Operasi Penyadapan Ilegal yang Sasar Komunikasi Presiden dan Menteri
  • Cerai Tanpa Drama! Demian Aditya Kudeta Ultah DMS, Reuni Bareng Sara Wijayanto Diserbu Netizen!
  • BSU Kemnaker 2026 Cair Rp 900 Ribu! Cek Syarat dan Jadwal Transfernya
  • Siap Gelora! Lokasi Nobar Persib Bandung vs Melbourne Victory Sore Ini
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 4 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Keraton Kasepuhan Cirebon, Istana Tertua di Jawa dengan Arsitektur Multibudaya

By Putra JuangSelasa, 22 Agustus 2023 16:26 WIB2 Mins Read
Keraton Kasepuhan Cirebon. (Foto: Kemdikbud)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Cirebon merupakan salah satu daerah yang berada di Provinsi Jawa Barat. Daerah yang dikenal sebagai Kota Udang ini terletak di pinggir pantai utara Jawa.

Julukan Kota Udang yang melekat pada Cirebon berasal dari etimologi Cirebon yang merupakan singkatan dari dua kata yaitu “Ci” dan “Rebon”. Dalam bahasa Sunda, ci atau cai berarti air, sedangan rebon berarti udang.

Selain disebut Kota Udang, Cirebon juga dijuluki sebagai Kota Wali. Hal ini disebabkan, Cirebon merupakan tempat penyebaran Islam yang dibawa oleh salah seorang dari Wali Songo.

Sosok penyebar Islam di sana bernama Fatahillah atau Syekh Syarif Hidayatullah yang lebih dikenal sebagai Sunan Gunung Jati.

Baca Juga:  8 Kebiasaan yang Bisa Memperpanjang Umur, Semuanya dari Gaya Hidup

Bukti kejayaan Sunan Gunung Jati dalam penyebaran Islam di Cirebon dapat dilihat hadirnya bangunan masjid dan keraton yang saat ini berada di Kasepuhan.

Saat ini, Cirebon memiliki empat buah Keraton yang merupakan warisan berharga dari kerajaan Islam, yaitu Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan, dan Keraton Keprabon.

Keseluruhan keraton tersebut menunjukkan perpaduan arsitektur dari Hindu ke Islam, dan seterusnya diresapi dengan pengaruh Cina dan Belanda, menciptakan sebuah arsitektur gaya Cirebon yang unik.

Keraton Kasepuhan terletak di Kecamatan Lemahwungkuk di Kota Cirebon yang dibangun pada tahun 1529 oleh Pangeran Mas Mochammad Arifin II. Oleh karena itu, keraton ini adalah istana tertua di Jawa dengan sejarah terpanjang.

Baca Juga:  Tak Ada Perubahan, Ridwan Kamil Optimistis KCJB Diresmikan 18 Agustus 2023

Keraton Kasepuhan adalah yang terbesar, berada di atas lahan seluas 10 hektar, dan terbaik di antara istana-istana Cirebon lainnya, di mana setiap sudut memiliki makna tersendiri.

Bangunan dalam semua dicat putih di mana terdapat ruang tahta, ruang tamu rumah tangga kerajaan dan area resepsi untuk menemui para tamu.

Seperti biasa dengan keraton di Jawa, istana berdiri di sisi selatan menghadap ke alun-alun. Sedangkan di sisi baratnya terdapat masjid Agung Sang Cipta Rasa.

Baca Juga:  Luar Biasa, Gathering Nasional Sahabat NOAH di Bandung Dihadiri Fans Luar Negeri

Hal lain yang menarik dari istana ini adalah bangunan Lawang Sanga yang terletak di sisi selatan, langsung di tepi sungai Krayan.

Bangunan ini adalah kantor pajak dan bea cukai pada masa pemerintahan kerajaan Cirebon. Semua barang dari luar negeri yang memasuki kerajaan harus melewati sungai Krayan di mana pejabat raja akan memungut bea cukai yang diperlukan.

Oleh karena itu, bangunan ini memiliki peran penting untuk kesejahteraan kerajaan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

cirebon Featured
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Definisi Jilat Ludah Sendiri? Perubahan Drastis Vicky Prasetyo ke Raffi Ahmad Bikin Publik Curiga!

6 Tempat Makan Ramah Vegan dan Vegetarian di Bandung yang Wajib Dicoba Saat Liburan

Cerai Tanpa Drama! Demian Aditya Kudeta Ultah DMS, Reuni Bareng Sara Wijayanto Diserbu Netizen!

BSU Kemnaker 2026 Cair Rp 900 Ribu! Cek Syarat dan Jadwal Transfernya

Bawa JNE Makin Adaptif, Hui Chandra Fireta Sabet Gelar Most Innovative CFO Awards 2026

Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF Terbaru 4 November 2026, Amankan Hadiah Gratisnya

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.