Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Hanya Lemari Ini yang Utuh! Keajaiban Al-Qur’an Selamat dari Kebakaran Madrasah di Garut

Sabtu, 31 Oktober 2026 14:45 WIB

Badai Boikot Paling Parah? Fakta Mengejutkan Dibalik Hancurnya Rans Carnival 2026!

Sabtu, 31 Oktober 2026 13:26 WIB

Hujan Deras Guyur Bandung: Dinding Sungai Cipaganti Jebol, 114 Warga Terdampak

Sabtu, 31 Oktober 2026 12:11 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Hanya Lemari Ini yang Utuh! Keajaiban Al-Qur’an Selamat dari Kebakaran Madrasah di Garut
  • Badai Boikot Paling Parah? Fakta Mengejutkan Dibalik Hancurnya Rans Carnival 2026!
  • Hujan Deras Guyur Bandung: Dinding Sungai Cipaganti Jebol, 114 Warga Terdampak
  • Tarif Berdasarkan Durasi, Pengelola Situs Live Porno Rekrut Belasan Talent Sejak 2025
  • Momen Amanda Manopo & Kenny Austin Bikin Konten Anak, Ternyata Sosoknya Setulus Ini
  • Waspada Ledakan Kuda Hitam! Tren Positif Isenmulang Kalteng FC Ancam Dominasi Persib Bandung
  • Saldo KKS Belum Masuk? Cek 3 Hal Ini Sebelum Panik soal Bansos Tahap 4
  • Wajib Mampir! 5 Tempat Makan di Bandung yang Selalu Diburu Wisatawan Luar Kota
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 31 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Upadate Kasus Dugaan Penculikan Bayi di RSHS Bandung, Perawat Diduga Langgar SOP

By SusanaKamis, 30 April 2026 19:39 WIB3 Mins Read
Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Foto: Dok. RSHS.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus dugaan percobaan penculikan bayi di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung atau RSHS Bandung terus didalami oleh Polda Jawa Barat.

Peristiwa ini menyeret seorang perawat berinisial N yang diduga melakukan pelanggaran prosedur dalam proses penyerahan bayi pasien.

Kasus ini mencuat setelah seorang ibu bernama Nina Saleha melaporkan kejadian yang nyaris membuat dirinya kehilangan buah hatinya saat menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

Polda Jabar Periksa 8 Saksi, Termasuk Pihak Rumah Sakit

Direktorat PPA-PPO Polda Jawa Barat telah memeriksa sedikitnya delapan orang saksi untuk mengungkap duduk perkara kasus ini.

Para saksi tersebut antara lain:

  • Nina Saleha (pelapor)
  • Suami pelapor berinisial RS
  • Direktur Medik dan Keperawatan berinisial IAR
  • Kepala Ruangan NHCU berinisial TH
  • Penanggung jawab keamanan gedung MCHC berinisial DP
  • Tenaga administrasi NHCU berinisial IHP
  • Perawat ruangan NHCU berinisial J
  • Perawat berinisial N (terlapor)
Baca Juga:  HUT Bhayangkara ke-80! Wakapolda Jabar Tekankan Sinergi Besar Lintas Sektoral

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, menyebut hasil awal penyelidikan menunjukkan adanya dugaan pelanggaran prosedur di rumah sakit.

“Penyelidik sudah dapat memastikan bahwa Saudari N telah menyalahi SOP proses kepulangan atau penyerahan pasien bayi,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).

Kronologi Dugaan Pelanggaran SOP

Dalam pemeriksaan, perawat berinisial N mengaku menyerahkan bayi kepada pihak yang bukan orang tua kandungnya. Ia berdalih bahwa tindakannya dilakukan karena kondisi psikologis yang tidak stabil saat kejadian berlangsung.

Selain itu, N juga disebut sempat memotong gelang identitas bayi tanpa sepengetahuan orang tua pasien.

“Saudari N telah menyerahkan bayi kepada orang lain yang bukan orang tuanya,” jelas Hendra.

Polisi Belum Simpulkan Unsur Pidana Penculikan

Meski ditemukan adanya pelanggaran SOP, penyidik Polda Jabar menegaskan bahwa kasus ini masih dalam tahap pendalaman.

Baca Juga:  Polda Jabar Ambil Alih Penyelidikan Insiden Maut di Pernikahan Anak Dedi Mulyadi

Hingga saat ini, belum dapat dipastikan apakah terdapat unsur tindak pidana penculikan dalam peristiwa tersebut.

“Sampai dengan laporan ini dibuat, penyelidik belum bisa menyimpulkan apakah ada atau tidaknya peristiwa pidana,” tambahnya.

Polisi masih mengumpulkan barang bukti serta keterangan tambahan dari pihak terkait.

Laporan Resmi Bermula dari Dugaan Percobaan Penculikan

Kasus ini bermula dari laporan Nina Saleha yang dibuat pada 17 April 2026 di Polda Jawa Barat. Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/684/4/2026/SPKT Polda Jabar.

Nina melaporkan dugaan percobaan penculikan setelah bayinya hampir dibawa oleh orang tak dikenal saat masih menjalani perawatan di RSHS Bandung.

Laporan tersebut diajukan dengan pendampingan kuasa hukum dan telah melalui konsultasi awal dengan Direktorat PPA-PPO Polda Jabar.

Baca Juga:  Polisi Gerebek Aplikasi 'Hani' di KBB, Jasa Streaming Syur Terbongkar

Kuasa Hukum Minta CCTV Dibuka

Kuasa hukum pelapor, Mira Widyawati, meminta agar pihak kepolisian dan rumah sakit membuka rekaman CCTV untuk mengungkap fakta sebenarnya.

“Kami sudah konsultasi dan direkomendasikan langsung membuat laporan polisi,” ujarnya.

Sementara itu, Nina Saleha berharap seluruh pihak yang terlibat dapat diperiksa secara terbuka demi mengungkap kebenaran kasus tersebut.

“Saya ingin semua yang terlibat diperiksa dan CCTV diperlihatkan. Saya hanya ingin kebenaran,” tegas Nina.

Kasus Masih Berjalan, Publik Menanti Kepastian

Hingga kini, penyelidikan masih terus dilakukan oleh Polda Jawa Barat untuk memastikan apakah kasus ini murni pelanggaran SOP rumah sakit atau mengandung unsur pidana.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena menyangkut keamanan pasien bayi di fasilitas kesehatan rujukan nasional.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Polda Jabar RSHS Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hanya Lemari Ini yang Utuh! Keajaiban Al-Qur’an Selamat dari Kebakaran Madrasah di Garut

Hujan Deras Guyur Bandung: Dinding Sungai Cipaganti Jebol, 114 Warga Terdampak

Tarif Berdasarkan Durasi, Pengelola Situs Live Porno Rekrut Belasan Talent Sejak 2025

Bansos

Saldo KKS Belum Masuk? Cek 3 Hal Ini Sebelum Panik soal Bansos Tahap 4

Bansos Tahap 4 Belum Cair? Cek Dulu Status Verifikasi Rekening KKS Anda

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Kapan Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Cair? Cek Status Penerima Lewat HP di Sini

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Berkas Kasus UU ITE Bambang Soeharto Hampir Rampung, Simalango Law Firm Soroti Langkah Tersangka Lapor Balik Saksi
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.