Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dulu Dipuji Jadi Joki Karapan Kerbau, Kini Vebby Hananto Dihujat Gegara Polemik COP JRF

Rabu, 28 Oktober 2026 18:03 WIB

Empat Kali Lolos dalam Dua Bulan, Kurir Sabu di Bandung Barat Akhirnya Tertangkap

Rabu, 28 Oktober 2026 17:38 WIB

Demo Mahasiswa di DPRD Jabar Saat Sumpah Pemuda, Soroti Karhutla hingga MBG

Rabu, 28 Oktober 2026 16:47 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dulu Dipuji Jadi Joki Karapan Kerbau, Kini Vebby Hananto Dihujat Gegara Polemik COP JRF
  • Empat Kali Lolos dalam Dua Bulan, Kurir Sabu di Bandung Barat Akhirnya Tertangkap
  • Demo Mahasiswa di DPRD Jabar Saat Sumpah Pemuda, Soroti Karhutla hingga MBG
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • Persib vs Melbourne Victory Malam Ini Tayang di Mana? Ini Jadwal dan Link Live Streaming
  • Sekolah Rasa Rumah Makan Sunda? SMAN 2 Subang Direnovasi Usai Sidak KDM
  • Siapa Mamita? Istri ‘Raja Sawer’ Haji AW yang Dikecam karena Sawer Uang dari Mobil
  • Prediksi Line Up Persib vs Melbourne Victory Malam Ini, Thom Haye dan Klok Kawal Lini Tengah
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 28 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Buka Suara soal Penembakan Gas Air Mata di Unisba-Unpas, Ada Dua Versi Berbeda

By Putra JuangSelasa, 2 September 2025 13:15 WIB3 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi bersama Rektor Universitas Islam Bandung (Unisba), Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU. (Foto: bukamata.id/Rizal Fadillah)
ADVERTISEMENT

bukamata.id — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi angkat bicara mengenai insiden penembakan gas air mata yang terjadi di sekitar area kampus Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Pasundan (Unpas) pada Senin (1/9/2025) malam.

Menurutnya, ada dua versi penjelasan yang berbeda antara pihak kepolisian dan mahasiswa. Namun, dia menegaskan niat baik untuk menyelesaikan masalah ini melalui jalur dialog.

Saat ditanya tentang adanya dugaan kejanggalan, Dedi menjelaskan bahwa ia sudah berdialog dengan pihak Polda Jabar. Berdasarkan keterangan dari Kapolda, penembakan gas air mata merupakan respons terhadap aksi provokasi.

“Dari penjelasan Pak Kapolda, saat itu ada patroli gabungan TNI-Polri. Tiba-tiba ada pihak yang melempar bom molotov ke arah mereka,” ucap Dedi ditemui usai berdialog dengan Rektor Unisba di Rektorat Unisba, Jalan Tamansari No 20, Kota Bandung, Selasa (2/9/2025).

Baca Juga:  ‎DPRD Jabar Soroti Fokus Infrastruktur Dedi Mulyadi, Jalan dan PJU Dipaketkan Sekaligus

“Maka, sebagai respons, terjadi tindakan pembubaran terhadap kerumunan agar jalan segera dibuka untuk kepentingan umum,” lanjutnya.

Kapolda Jabar juga menegaskan bahwa tidak ada penembakan yang diarahkan langsung ke dalam kampus. Namun, Dedi menyadari bahwa penjelasan dari pihak mahasiswa berbeda.

“Dan menurut Pak Kapolda, tidak ada penembakan ke arah kampus. Tapi tentu saja, dari pihak mahasiswa penjelasannya berbeda. Maka saya sampaikan penjelasan dari kedua belah pihak,” terangnya.

Sebagai langkah mediasi, Dedi menyatakan akan mengadakan pertemuan dengan para rektor di Gedung Sate hari ini. Pertemuan tersebut bertujuan untuk mencari solusi terbaik dan mengakomodasi seluruh tuntutan mahasiswa.

Baca Juga:  Pujian Dedi Mulyadi untuk Bey Machmudin: Tauladan Birokrat Sunda

“Yang penting, saya tetap beritikad baik agar masalah ini segera selesai, seluruh tuntutan bisa terakomodasi, dan saya membuka ruang dialog. Bahkan, jam 13.00 siang ini saya juga akan bertemu dengan para Rektor di Gedung Sate,” katanya.

Dedi juga mengimbau agar gerakan mahasiswa dijaga kemurniannya dan tidak disusupi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Gerakan mahasiswa harus benar-benar murni, tidak boleh disusupi,” tegasnya.

Selain itu, Dedi menyarankan agar demonstrasi tidak dilakukan hingga larut malam. Ia menyarankan unjuk rasa cukup dilakukan pada siang hari, dan paling lambat selesai pada pukul 17.00 atau 18.00 WIB.

Hal ini, menurutnya, dapat menghindari masuknya provokator yang biasanya datang dengan pakaian serba hitam dan penutup wajah.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan Daftar Besok, KPU Jabar: Jam 16.00 WIB Kita Tutup

“Ini yang harus dijaga bersama. Karena pada akhirnya, pikiran dan gagasan akademik mahasiswa harus bisa diterima, dan iklim demonstrasi juga tidak boleh menimbulkan kerusakan,” imbuhnya

Dedi khawatir jika unjuk rasa berakhir ricuh, sorotan publik justru akan beralih ke kerusakan yang terjadi, bukan pada substansi tuntutan mahasiswa yang murni.

“Karena kalau sudah rusak, justru yang akan disorot adalah kerusakan itu bukan substansi dari tuntutannya. Hal ini akan merugikan mahasiswa yang murni,” tandasnya.

Catatan Redaksi:
Menyuarakan pendapat adalah hak konstitusional setiap warga negara. Tetapi hak itu harus disalurkan melalui cara yang bermartabat, tanpa kekerasan, tanpa provokasi, dan tanpa tindakan yang merugikan masyarakat luas. #DemokrasiDamai #PersatuanUntukIndonesia #RawatIndonesia

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Polda Jabar Unisba
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Empat Kali Lolos dalam Dua Bulan, Kurir Sabu di Bandung Barat Akhirnya Tertangkap

Demo Mahasiswa di DPRD Jabar Saat Sumpah Pemuda, Soroti Karhutla hingga MBG

Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029

Sekolah Rasa Rumah Makan Sunda? SMAN 2 Subang Direnovasi Usai Sidak KDM

Polrestabes Bandung Ungkap Motif Bentrok Pasar Induk Caringin: Berawal dari Perselisihan Lama

Siapa Dwi Bagus Martono? Suami Siri yang Jadi Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.