Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama

Minggu, 14 Juni 2026 19:00 WIB

Video Full Durasi Cut Salwa di Hotel Banyak Diburu, Apa Isinya?

Minggu, 14 Juni 2026 18:49 WIB

Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri

Minggu, 14 Juni 2026 17:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama
  • Video Full Durasi Cut Salwa di Hotel Banyak Diburu, Apa Isinya?
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Persib Masih Kena Transfer Ban FIFA! Bursa Transfer Maung Bandung Terancam Kacau?
  • Jangan Sampai Terlambat! WhatsApp akan Blokir Akses di iPhone dengan iOS Versi Ini
  • Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?
  • Drama Besar Timnas Jepang! Moriyasu Minta Maaf Usai Coret Wataru Endo
  • Terungkap! Ini Penyebab Persib Sempat Kacau di Awal Musim 2023/24
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 14 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Buka Suara soal Penembakan Gas Air Mata di Unisba-Unpas, Ada Dua Versi Berbeda

By Putra JuangSelasa, 2 September 2025 13:15 WIB3 Mins Read
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi bersama Rektor Universitas Islam Bandung (Unisba), Prof. Ir. A. Harits Nu’man, M.T., Ph.D., IPU. (Foto: bukamata.id/Rizal Fadillah)
ADVERTISEMENT

bukamata.id — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi angkat bicara mengenai insiden penembakan gas air mata yang terjadi di sekitar area kampus Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Pasundan (Unpas) pada Senin (1/9/2025) malam.

Menurutnya, ada dua versi penjelasan yang berbeda antara pihak kepolisian dan mahasiswa. Namun, dia menegaskan niat baik untuk menyelesaikan masalah ini melalui jalur dialog.

Saat ditanya tentang adanya dugaan kejanggalan, Dedi menjelaskan bahwa ia sudah berdialog dengan pihak Polda Jabar. Berdasarkan keterangan dari Kapolda, penembakan gas air mata merupakan respons terhadap aksi provokasi.

“Dari penjelasan Pak Kapolda, saat itu ada patroli gabungan TNI-Polri. Tiba-tiba ada pihak yang melempar bom molotov ke arah mereka,” ucap Dedi ditemui usai berdialog dengan Rektor Unisba di Rektorat Unisba, Jalan Tamansari No 20, Kota Bandung, Selasa (2/9/2025).

Baca Juga:  Pengakuan Korban Tragedi Pesta Rakyat Garut: Kehadiran Dedi Mulyadi Picu Kericuhan, Benarkah?

“Maka, sebagai respons, terjadi tindakan pembubaran terhadap kerumunan agar jalan segera dibuka untuk kepentingan umum,” lanjutnya.

Kapolda Jabar juga menegaskan bahwa tidak ada penembakan yang diarahkan langsung ke dalam kampus. Namun, Dedi menyadari bahwa penjelasan dari pihak mahasiswa berbeda.

“Dan menurut Pak Kapolda, tidak ada penembakan ke arah kampus. Tapi tentu saja, dari pihak mahasiswa penjelasannya berbeda. Maka saya sampaikan penjelasan dari kedua belah pihak,” terangnya.

Sebagai langkah mediasi, Dedi menyatakan akan mengadakan pertemuan dengan para rektor di Gedung Sate hari ini. Pertemuan tersebut bertujuan untuk mencari solusi terbaik dan mengakomodasi seluruh tuntutan mahasiswa.

Baca Juga:  Fakultas Dakwah Unisba Bersama UNISSA dan UM Sukses Gelar Seminar Internasional

“Yang penting, saya tetap beritikad baik agar masalah ini segera selesai, seluruh tuntutan bisa terakomodasi, dan saya membuka ruang dialog. Bahkan, jam 13.00 siang ini saya juga akan bertemu dengan para Rektor di Gedung Sate,” katanya.

Dedi juga mengimbau agar gerakan mahasiswa dijaga kemurniannya dan tidak disusupi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Gerakan mahasiswa harus benar-benar murni, tidak boleh disusupi,” tegasnya.

Selain itu, Dedi menyarankan agar demonstrasi tidak dilakukan hingga larut malam. Ia menyarankan unjuk rasa cukup dilakukan pada siang hari, dan paling lambat selesai pada pukul 17.00 atau 18.00 WIB.

Hal ini, menurutnya, dapat menghindari masuknya provokator yang biasanya datang dengan pakaian serba hitam dan penutup wajah.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Sebut 3 DPO Hasil Karya Ilmiah Sudirman, Sang Kakak Ungkap Fakta Mengejutkan

“Ini yang harus dijaga bersama. Karena pada akhirnya, pikiran dan gagasan akademik mahasiswa harus bisa diterima, dan iklim demonstrasi juga tidak boleh menimbulkan kerusakan,” imbuhnya

Dedi khawatir jika unjuk rasa berakhir ricuh, sorotan publik justru akan beralih ke kerusakan yang terjadi, bukan pada substansi tuntutan mahasiswa yang murni.

“Karena kalau sudah rusak, justru yang akan disorot adalah kerusakan itu bukan substansi dari tuntutannya. Hal ini akan merugikan mahasiswa yang murni,” tandasnya.

Catatan Redaksi:
Menyuarakan pendapat adalah hak konstitusional setiap warga negara. Tetapi hak itu harus disalurkan melalui cara yang bermartabat, tanpa kekerasan, tanpa provokasi, dan tanpa tindakan yang merugikan masyarakat luas. #DemokrasiDamai #PersatuanUntukIndonesia #RawatIndonesia

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi demo mahasiswa gas air mata Kericuhan Bandung mediasi mahasiswa molotov Polda Jabar TNI/Polri Unisba Unpas
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama

Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri

Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?

Hasil PCMB Jabar 2026 Resmi Diumumkan, Ini Aturan Wajib Daftar Ulang atau Calon Siswa Bisa Gugur

Viral! Pencopetan di Mal Bandung Terekam CCTV, iPhone 17 Pro Max Raib Usai Salat Magrib

Rampok Uang Negara Rp18 Miliar, Ternyata Segini Isi Garasi dan Total Harta Wabup Indramayu

Terpopuler
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.