Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Cegah Mahasiswa Terjebak Judol dan Pinjol, Pegadaian Genjot Literasi Keuangan dan Integritas di ITB

Selasa, 4 Agustus 2026 21:35 WIB

Persib Lolos Final Piala Presiden 2026, Lucho Bongkar Kondisi Pemain Usai Kalahkan Persija

Selasa, 4 Agustus 2026 20:30 WIB

Dari GIIAS ke Lautan Meme, Ini Alasan Konten Bryan Ebem Jadi Bahan Parodi Warganet

Selasa, 4 Agustus 2026 20:18 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cegah Mahasiswa Terjebak Judol dan Pinjol, Pegadaian Genjot Literasi Keuangan dan Integritas di ITB
  • Persib Lolos Final Piala Presiden 2026, Lucho Bongkar Kondisi Pemain Usai Kalahkan Persija
  • Dari GIIAS ke Lautan Meme, Ini Alasan Konten Bryan Ebem Jadi Bahan Parodi Warganet
  • Singgung Aturan FIFA, Pelatih Persib Layangkan Kritik Keras Terkait Jadwal Piala Presiden 2026
  • Aturan Baru SIM Bikin Geger, Pemilik Kendaraan Wajib Punya BPJS Kesehatan Aktif?
  • Head to Head Bikin Percaya Diri! Persebaya Tantang Arema FC dalam Duel Panas Penentu Final
  • Lurah Cihapit Ungkap Kronologi Kasus Penebangan Pohon di Jalan Riau, Siap Terima Sanksi Jika Dinilai Lalai
  • Ciptabintar Pastikan Lapangan Padel Surya Sumantri Tak Langgar Tata Ruang, Kebisingan Jadi Sorotan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 4 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Banjir Kembali Landa Pelabuhanratu, Drainase Buruk Jadi Sebab

By Aga GustianaMinggu, 20 April 2025 10:58 WIB2 Mins Read
Ilustrasi banjir
Ilustrasi banjir. Foto: ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Banjir kembali merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu malam (19/4/2025). Hujan deras yang mengguyur sejak sore hari hingga malam, ditambah sistem drainase yang buruk, menjadi penyebab utama banjir di kawasan pesisir selatan Jawa Barat tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat banjir terjadi di beberapa titik, seperti Cangehgar, Cisaat, Tipar, dan Badak Putih.

“Hujan mulai turun pukul 17.30 hingga sekitar pukul 22.00. Debit air tak tertampung, menyebabkan luapan di berbagai titik,” jelas Kepala Pelaksana BPBD, Deden Sumpena, Minggu (20/4/2025).

Deden menyebut bahwa banjir di wilayah ini bukanlah kejadian baru. Sejak Desember 2024, banjir serupa sudah terjadi tiga kali dengan pola genangan yang nyaris identik. Menurutnya, ini adalah bagian dari bencana hidrometeorologi yang belum ditangani secara menyeluruh.

“Pimpinan daerah sudah meninjau lokasi seperti Cangehgar, dan perencanaan normalisasi sedang diproses. Namun curah hujan berdasarkan data BMKG masih tinggi, jadi penanganan jangka panjang perlu dirancang matang,” tambahnya.

Tragisnya, banjir kali ini juga menelan korban jiwa. Seorang warga bernama Entis Sutisna meninggal dunia setelah terjatuh dari sepeda motor di Jembatan Badak Putih.

“Korban tidak terbawa arus, tetapi mengalami kejang-kejang setelah terjatuh, dan meninggal saat dibawa ke rumah sakit,” kata Deden.

Selain korban jiwa, satu warga Cangehgar mengalami luka ringan dan sudah mendapatkan perawatan. BPBD mencatat dua rumah warga hancur, dan beberapa lainnya terdampak parah, khususnya di wilayah Tipar RW 08.

Fasilitas umum juga tak luput. Air sempat masuk ke Puskesmas Palabuhanratu dan beberapa ruangan RSUD Palabuhanratu, termasuk ruang anak yang harus dipindahkan demi keselamatan pasien. Lapang Cangehgar pun ikut tergenang.

BPBD saat ini telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan, kelurahan, dan unsur Forkopimcam untuk mengawasi situasi dan mengupayakan langkah preventif. Deden menegaskan perlunya penanganan terpadu lintas sektoral agar solusi yang diambil bersifat menyeluruh, bukan tambal sulam.

Terkait abrasi sungai yang semakin parah di Kampung Tipar, Deden menyebut hal itu merupakan kewenangan pemerintah provinsi. Namun BPBD tetap siap melakukan tindakan darurat untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

“Bencana ini menjadi peringatan bahwa kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem harus ditingkatkan. Masyarakat kami imbau untuk tetap waspada karena potensi cuaca ekstrem masih tinggi,” tutupnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

banjir drainase palabuhanratu Sukabumi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Aturan Baru SIM Bikin Geger, Pemilik Kendaraan Wajib Punya BPJS Kesehatan Aktif?

Lurah Cihapit Ungkap Kronologi Kasus Penebangan Pohon di Jalan Riau, Siap Terima Sanksi Jika Dinilai Lalai

Ciptabintar Pastikan Lapangan Padel Surya Sumantri Tak Langgar Tata Ruang, Kebisingan Jadi Sorotan

Isak Tangis Warnai PHK Massal Pabrik Tekstil di Cimahi, Ratusan Buruh Kehilangan Pekerjaan

Jabar Peringkat Pertama Nasional Kasus PHK Sepanjang Januari-Juni 2026

Mencekam! Geng Motor Bersenpi dan Sajam Teror Warga Garut, Videonya Viral di Medsos

Terpopuler
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
  • Cara Nonton Link Live Streaming Persib vs Tampines Rovers Malam Ini di Piala Presiden 2026
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.