Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Update Kasus Penyekapan di Bandung, Polisi Sebut Pelaku Terus Berpindah Lokasi

Kamis, 18 Juni 2026 22:00 WIB

Dedi Mulyadi Siapkan Nobar Piala Dunia di Jabar, Yakin Argentina Jadi Magnet Penonton

Kamis, 18 Juni 2026 21:50 WIB

Aksi Mahasiswa di Bandung Memanas, Polisi Lakukan Penindakan Tegas

Kamis, 18 Juni 2026 21:43 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Update Kasus Penyekapan di Bandung, Polisi Sebut Pelaku Terus Berpindah Lokasi
  • Dedi Mulyadi Siapkan Nobar Piala Dunia di Jabar, Yakin Argentina Jadi Magnet Penonton
  • Aksi Mahasiswa di Bandung Memanas, Polisi Lakukan Penindakan Tegas
  • Link Live Streaming & Jadwal Piala Dunia Jumat 19 Juni 2026: Korsel Siap Hadapi Teror Tuan Rumah Meksiko
  • Ini Alasan Kemendagri Minta Kepala Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026
  • Kaosnya Oblong, Penyamarannya Blong: Gara-gara Salah Outfit? Intel di UMY Terciduk Instan!
  • Maung Bandung Bergerak Diam-Diam, Ini Daftar Calon Pemain Anyar Persib
  • Dedi Mulyadi Soroti Jalan Nasional Rusak Usai Ojol Tewas di Pasteur, Minta Kewenangan Diserahkan ke Daerah
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 18 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Banjir Kembali Landa Pelabuhanratu, Drainase Buruk Jadi Sebab

By Aga GustianaMinggu, 20 April 2025 10:58 WIB2 Mins Read
Ilustrasi banjir
Ilustrasi banjir. Foto: ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Banjir kembali merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu malam (19/4/2025). Hujan deras yang mengguyur sejak sore hari hingga malam, ditambah sistem drainase yang buruk, menjadi penyebab utama banjir di kawasan pesisir selatan Jawa Barat tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat banjir terjadi di beberapa titik, seperti Cangehgar, Cisaat, Tipar, dan Badak Putih.

“Hujan mulai turun pukul 17.30 hingga sekitar pukul 22.00. Debit air tak tertampung, menyebabkan luapan di berbagai titik,” jelas Kepala Pelaksana BPBD, Deden Sumpena, Minggu (20/4/2025).

Deden menyebut bahwa banjir di wilayah ini bukanlah kejadian baru. Sejak Desember 2024, banjir serupa sudah terjadi tiga kali dengan pola genangan yang nyaris identik. Menurutnya, ini adalah bagian dari bencana hidrometeorologi yang belum ditangani secara menyeluruh.

Baca Juga:  Isi Libur Sekolah dengan Berkunjung ke 3 Tempat Wisata Hits di Sukabumi

“Pimpinan daerah sudah meninjau lokasi seperti Cangehgar, dan perencanaan normalisasi sedang diproses. Namun curah hujan berdasarkan data BMKG masih tinggi, jadi penanganan jangka panjang perlu dirancang matang,” tambahnya.

Tragisnya, banjir kali ini juga menelan korban jiwa. Seorang warga bernama Entis Sutisna meninggal dunia setelah terjatuh dari sepeda motor di Jembatan Badak Putih.

Baca Juga:  Viral Mobil-mobil Hanyut Terseret Banjir Bandang di Sukabumi

“Korban tidak terbawa arus, tetapi mengalami kejang-kejang setelah terjatuh, dan meninggal saat dibawa ke rumah sakit,” kata Deden.

Selain korban jiwa, satu warga Cangehgar mengalami luka ringan dan sudah mendapatkan perawatan. BPBD mencatat dua rumah warga hancur, dan beberapa lainnya terdampak parah, khususnya di wilayah Tipar RW 08.

Fasilitas umum juga tak luput. Air sempat masuk ke Puskesmas Palabuhanratu dan beberapa ruangan RSUD Palabuhanratu, termasuk ruang anak yang harus dipindahkan demi keselamatan pasien. Lapang Cangehgar pun ikut tergenang.

BPBD saat ini telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan, kelurahan, dan unsur Forkopimcam untuk mengawasi situasi dan mengupayakan langkah preventif. Deden menegaskan perlunya penanganan terpadu lintas sektoral agar solusi yang diambil bersifat menyeluruh, bukan tambal sulam.

Baca Juga:  Cuaca Ekstrem Sebabkan Banjir dan Longsor di Sukabumi, 1 Orang Tewas dan 7 Hilang

Terkait abrasi sungai yang semakin parah di Kampung Tipar, Deden menyebut hal itu merupakan kewenangan pemerintah provinsi. Namun BPBD tetap siap melakukan tindakan darurat untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

“Bencana ini menjadi peringatan bahwa kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem harus ditingkatkan. Masyarakat kami imbau untuk tetap waspada karena potensi cuaca ekstrem masih tinggi,” tutupnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

banjir drainase palabuhanratu Sukabumi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Update Kasus Penyekapan di Bandung, Polisi Sebut Pelaku Terus Berpindah Lokasi

Dedi Mulyadi Siapkan Nobar Piala Dunia di Jabar, Yakin Argentina Jadi Magnet Penonton

Aksi Mahasiswa di Bandung Memanas, Polisi Lakukan Penindakan Tegas

Ini Alasan Kemendagri Minta Kepala Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026

Kaosnya Oblong, Penyamarannya Blong: Gara-gara Salah Outfit? Intel di UMY Terciduk Instan!

Dedi Mulyadi Soroti Jalan Nasional Rusak Usai Ojol Tewas di Pasteur, Minta Kewenangan Diserahkan ke Daerah

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.