bukamata.id – Bank bjb menunjukkan komitmennya dalam memperkuat akses masyarakat terhadap hunian layak dengan mendukung penuh program “Imah Merenah Hirup Tumaninah” yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Program ini diluncurkan di Sabuga ITB, Kota Bandung, Kamis (18/9/2025), sebagai langkah strategis menghadirkan rumah terjangkau sekaligus mendorong kesejahteraan warga.
Acara peluncuran dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wakil Gubernur Erwan Setiawan, serta para kepala daerah se-Jabar. Dari pihak bank bjb, hadir jajaran direksi, termasuk Direktur Utama Yusuf Saadudin.
“Kami menyambut baik inisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menyediakan hunian yang layak dan terjangkau bagi warganya. Bank bjb siap mendukung penuh program ini dengan menjadi mitra strategis dalam penyaluran kredit perumahan. Kami yakin, dengan sinergi yang kuat, dapat membantu lebih banyak masyarakat di Jawa Barat memiliki rumah impian mereka,” ujar Yusuf Saadudin.
Rekam Jejak Bank bjb dalam Pembiayaan Perumahan
Sejauh ini, kontribusi bank bjb dalam program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) cukup signifikan. Hingga 22 Agustus 2025, secara nasional sudah terealisasi 178.060 unit rumah, sementara bank bjb bersama bjb syariah telah menyalurkan 5.049 unit rumah dari target 10.000 unit.
Sejak 2016 hingga pertengahan 2025, total rumah FLPP yang berhasil disalurkan bank bjb mencapai 38.878 unit. Angka tersebut menegaskan konsistensi bank bjb sebagai salah satu penyalur aktif FLPP di Indonesia.
Di Jawa Barat, pencapaian ini bahkan menjadi yang tertinggi secara nasional. Dari alokasi 23.000 unit rumah, telah terealisasi 36.546 unit, menjadikan provinsi ini motor utama pembangunan rumah subsidi.
Skema Mudah dan Inklusif
Dalam program “Imah Merenah Hirup Tumaninah,” bank bjb menyiapkan berbagai skema pembiayaan yang memudahkan masyarakat, mulai dari uang muka 1 persen, bunga tetap 5 persen hingga 20 tahun, serta bebas PPN, PBG, dan BPHTB.
Selain itu, bank bjb memperluas akses melalui Kredit Program Perumahan (KPP) yang menyasar pelaku usaha di sektor properti, seperti developer dan toko bangunan. Upaya ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem perumahan, tidak hanya bagi masyarakat, tetapi juga pelaku industri pendukung.
Efek Domino pada Ekonomi Daerah
Bank bjb menilai program ini bukan sekadar memberi kesempatan masyarakat memiliki rumah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor konstruksi, pembukaan lapangan kerja baru, serta berkembangnya industri pendukung.
Lebih dari sekadar lembaga pembiayaan, bank bjb memandang hunian sebagai fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Rumah layak diyakini mampu menciptakan rasa aman, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing keluarga.
Komitmen Jangka Panjang
Ke depan, bank bjb berkomitmen terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, daerah, asosiasi pengembang, hingga lembaga terkait lainnya. Dengan rekam jejak panjang dan dukungan pemerintah, bank bjb siap menjadi motor penggerak pembangunan perumahan di Jawa Barat dan Indonesia.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











