bukamata.id – Timnas Indonesia siap menghadapi China dalam laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Pertandingan penting ini akan digelar malam ini, Kamis (5/6/2025), di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, dan diprediksi berlangsung panas.
Namun, sorotan publik tak hanya tertuju pada statistik atau strategi permainan. Sebuah prediksi unik muncul dan menyita perhatian: ramalan hasil pertandingan berdasarkan primbon Jawa dan perhitungan weton.
Prediksi Unik Berdasarkan Warna Jersey dan Arah Mata Angin
Seorang pria yang mengaku memahami tradisi Jawa mencoba memprediksi hasil pertandingan lewat pendekatan spiritual. Metode yang ia gunakan tidak bersandar pada performa atau riwayat pertandingan kedua tim, melainkan pada warna jersey dan arah mata angin asal negara peserta.
Dalam laga ini, Timnas Indonesia akan mengenakan jersey merah, warna yang secara tradisi digunakan saat bermain di kandang. Sementara itu, Timnas China diperkirakan mengenakan kostum putih sebagai seragam tandang mereka.
Menurut hitungan weton, warna merah (pahing) memiliki nilai spiritual 9, sedangkan putih hanya bernilai 5. Warna, dalam kepercayaan primbon Jawa, diyakini membawa energi dan aura tertentu yang bisa memengaruhi keberuntungan.
Selain warna, faktor arah mata angin juga menjadi pertimbangan. Indonesia, yang berada di selatan, dinilai lebih unggul secara spiritual dibanding China yang berasal dari utara. Selatan identik dengan angka 9 (kliwon) dan utara dengan nilai 4 (wage).
“Jika dijumlahkan, Indonesia memiliki nilai total 18 dan China hanya 9. Ini menunjukkan kekuatan spiritual Indonesia dua kali lebih besar,” ungkap sang peramal dalam kanal YouTube AESTRO TV.
Potensi Hasil Imbang dan Kekuatan Energi Spiritual
Menariknya, hasil 18 dan 9 merupakan kelipatan angka yang sama, yang dalam primbon Jawa dianggap sebagai pertanda keseimbangan. Hal ini membuka kemungkinan bahwa pertandingan akan berlangsung seimbang dan berpotensi berakhir imbang.
Namun demikian, analisis spiritual ini tidak berhenti sampai di situ. Pria tersebut menambahkan bahwa waktu pertandingan juga berpengaruh dalam penentuan hasil. Pertandingan dijadwalkan berlangsung tepat saat pergantian hari dari Kamis Pon ke Jumat Wage. Dalam sistem penanggalan Jawa, Jumat memiliki angka 6 dan Wage angka 4, yang jika digabungkan memberi nilai 10—angka yang dalam tradisi Jawa diyakini membawa keberuntungan tersendiri.
“Perhitungan waktu itu membuat nilai total Indonesia meningkat menjadi 18 dan China 16. Artinya, meskipun tipis, Indonesia masih memiliki keunggulan secara spiritual,” katanya.
Tradisi Lokal Bertemu Realita Global
Perpaduan antara budaya tradisional dan modernitas dalam sepak bola memang menjadi fenomena menarik. Dalam dunia yang serba digital dan analitik seperti sekarang, masih ada ruang bagi pendekatan berbasis budaya dan spiritualitas untuk menginterpretasi hasil pertandingan olahraga.
Meski tak memiliki dasar ilmiah, metode seperti ini tetap memiliki tempat dalam masyarakat yang menjunjung tinggi tradisi. Terlebih, kepercayaan terhadap primbon dan weton masih menjadi bagian hidup masyarakat Jawa, termasuk dalam momen besar seperti pertandingan sepak bola nasional.
Tetap Rasional di Tengah Kepercayaan Tradisional
Meski perhitungan weton menunjukkan kemenangan tipis bagi Indonesia, penting bagi publik untuk tetap berpijak pada logika dan realita lapangan. Sepak bola adalah olahraga dinamis yang tak hanya ditentukan oleh nilai spiritual, tetapi juga oleh taktik pelatih, kondisi pemain, dan mentalitas bertanding.
Para pemain Timnas Indonesia telah menjalani latihan intensif dan didukung penuh oleh suporter Tanah Air. Di sisi lain, China tentu datang dengan persiapan matang untuk mencuri poin di kandang lawan.
Sebagai informasi, Timnas Indonesia saat ini mengumpulkan 9 poin di Grup C, sementara China tertahan di dasar klasemen. Kemenangan malam ini akan membuka peluang besar bagi skuad Garuda melaju ke babak selanjutnya.
Kesimpulan: Sepak Bola, Antara Fakta dan Keyakinan
Ramalan hasil pertandingan Timnas Indonesia vs China melalui primbon Jawa menambah warna dalam narasi sepak bola nasional. Terlepas dari akurasi ramalan tersebut, hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan tradisional masih memiliki ruang dalam kesadaran kolektif masyarakat modern.
Apakah energi semesta benar-benar akan berpihak pada Indonesia malam ini? Ataukah kejutan lain akan terjadi di lapangan hijau? Semua akan terjawab saat peluit panjang dibunyikan di akhir pertandingan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











