bukamata.id – Fenomena video viral bertajuk “Ibu Tiri vs Anak Tiri” kembali menghebohkan media sosial. Dua video amatir yang menampilkan seorang pria dan wanita tersebut beredar luas di berbagai platform seperti TikTok, X (Twitter), hingga Telegram.
Pencarian terhadap tautan video berdurasi sekitar 2 hingga 8 menit itu meningkat tajam, memicu rasa penasaran warganet di dunia maya.
Beredar Dua Versi Video
Video pertama disebut memperlihatkan seorang wanita yang dijuluki “ibu tiri” berjalan sambil merekam dirinya sendiri di area perkebunan kelapa sawit. Di belakangnya, seorang pria muda yang disebut “anak tiri” tampak mengikuti.
Dalam rekaman tersebut, keduanya terlihat berada di ruang terbuka dengan latar kebun kelapa sawit.
Sementara itu, video kedua menampilkan pemeran yang sama, namun dengan latar berbeda, yakni di dalam ruangan yang menyerupai dapur. Durasi video ini disebut lebih panjang, yakni sekitar delapan menit lebih.
Viral dan Diburu di Media Sosial
Sejak kemunculannya, video ini menjadi buruan netizen di berbagai platform. Tagar dan kata kunci terkait terus meningkat, terutama di TikTok dan X (Twitter), karena rasa penasaran publik terhadap isi video tersebut.
Namun, di balik tingginya pencarian, para ahli mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan mengakses tautan yang beredar karena berpotensi mengandung risiko keamanan digital.
Diduga Bukan Konten dari Indonesia
Sejumlah temuan awal menunjukkan bahwa video tersebut kemungkinan besar bukan berasal dari Indonesia. Indikasi tersebut terlihat dari penggunaan bahasa asing dalam rekaman serta adanya merek pakaian “Huikwang” yang lebih umum ditemukan di luar negeri.
Hal ini memperkuat dugaan bahwa konten tersebut merupakan video luar negeri yang dikemas ulang agar terlihat seperti kejadian lokal.
Imbauan Waspada Link Berbahaya
Fenomena viral seperti ini kerap dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan link berbahaya, termasuk phishing dan malware.
Masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengklik tautan yang mengklaim berisi “video full” karena berpotensi membahayakan data pribadi.
Fenomena “Ibu Tiri vs Anak Tiri” kembali menjadi pengingat bahwa tidak semua konten viral di media sosial memiliki keaslian yang jelas. Warganet diminta lebih bijak dalam menyaring informasi serta menghindari penyebaran konten yang belum terverifikasi.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










