Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jadwal Idul Fitri 2026: Muhammadiyah Pastikan 20 Maret, NU Belum Final

Rabu, 18 Maret 2026 19:00 WIB

Berjalan Kaki Pulang Kampung: Kisah Inspiratif Penjual Cilok dari Bandung ke Ciamis

Rabu, 18 Maret 2026 18:00 WIB

Salat Id Pindah ke Gedung Sate, Pemprov Jabar Kejar Kekhusyukan Ibadah

Rabu, 18 Maret 2026 17:25 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jadwal Idul Fitri 2026: Muhammadiyah Pastikan 20 Maret, NU Belum Final
  • Berjalan Kaki Pulang Kampung: Kisah Inspiratif Penjual Cilok dari Bandung ke Ciamis
  • Salat Id Pindah ke Gedung Sate, Pemprov Jabar Kejar Kekhusyukan Ibadah
  • Buka Puasa Hari Ini di Bandung? Ini Waktu Maghrib dan Doa Lengkapnya
  • H-3 Lebaran Membludak! 71 Ribu Kendaraan Serbu Jalur Nagreg
  • Viral dengan Adegan Misterius yang Disensor! Wargnet Cari Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbaru
  • Persib di Jalan Terjal Menuju Hattrick Juara Liga 1 2025/2026
  • Truk Sapi Oleng di Cikaledong, 1 Pemudik Tewas! Arus Mudik Sempat Lumpuh
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 18 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bey Sebut 141 Perahu Nelayan Rusak Akibat Gelombang Pasar Air Laut di Pantai Rancabuaya

By Putra JuangKamis, 14 Maret 2024 20:46 WIB2 Mins Read
Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin. (Foto: bukamata)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gelombang pasang air laut menerjang Pantai Rancabuaya, Kabupaten Garut, pada Selasa (12/3/2024). Selain gelombang pasang, angin kencang juga menerjang pesisir selatan tersebut.

Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin mengatakan, berdasarkan data yang diterimanya ada 141 perahu nelayan rusak akibat peristiwa tersebut.

“Data dari BPDB ada 141 kapal yang rusak dan juga gazebo tempat makan rusak, dan tadi oleh masyarakat sedang di perbaiki,” ucap Bey di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (14/3/2024).

Bey mengatakan, hingga saat ini pihaknya tengah mencari skema untuk membantu nelayan dan juga para UMKM yang terdampak gelombang pasang air laut tersebut.

Baca Juga:  Bey Lepas Bandung BJB Tandamata ke Proliga 2024, Harap Raih Hatrick Gelar Juara

“Kami sedang mencari skema untuk membantu para nelayan dan juga para UMKM pemilik gazebo tempat makan seperti apa,” ungkapnya.

Selain di Pantai Rancabuaya, gelombang pasang air laut juga menerja Pantai Jayanti di Kabupaten Cianjur dan Pantai Pelabuhan Ratu di Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga:  Bangun Kesadaran Bahasa, Bey Serukan Pelestarian Sastra di Anugerah Kawistara 2024

Bey memastikan, bantuan dapur umum saat ini sudah didirikan di masing-masing lokasi terdampak.

“Bantuan udah datang untuk dapur umum tapi kami ingin di semua tempat jadi tidak hanya Rancabuaya tapi di Jayanti, Cianjur juga ada Pelabuhan Ratu juga ada. Jadi perlakunya harus sama,” jelasnya.

Dari ketiga pantai tersebut, kata Bey, Patai Rancabuaya di Kabupaten Garut menjadi lokasi dengan kerusakan paling banyak.

Baca Juga:  Bey Machmudin Pegang Kujang Pusaka, Tampuk Kekuasaan Jabar Resmi Berganti

“Paling banyak kerusakan di Rancabuaya,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut, Bey pun mengimbau para nelayan untuk tidak pergi melaut hingga 20 Maret 2024. Sebab, BMKG memprediksi gelombang tinggi masih akan terjadi.

“Ini sudah infokan oleh BMKG sampai tanggal 20 di himbau untuk tidak melaut dulu, karena keselamatan warga dan utama dan juga gelombang masih tinggi,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bey Machmudin Gelombang pasang air laut Kabupaten Garut Pantai Rancabuaya perahu nelayan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jadwal Idul Fitri 2026: Muhammadiyah Pastikan 20 Maret, NU Belum Final

Berjalan Kaki Pulang Kampung: Kisah Inspiratif Penjual Cilok dari Bandung ke Ciamis

Salat Id Pindah ke Gedung Sate, Pemprov Jabar Kejar Kekhusyukan Ibadah

Buka Puasa Hari Ini di Bandung? Ini Waktu Maghrib dan Doa Lengkapnya

H-3 Lebaran Membludak! 71 Ribu Kendaraan Serbu Jalur Nagreg

Truk Sapi Oleng di Cikaledong, 1 Pemudik Tewas! Arus Mudik Sempat Lumpuh

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Kronologi dan Isi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Viral
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.