Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Mau Nonton Persib Vs Cong Viettel? Catat Lokasi dan Jam Penukaran Tiketnya!

Rabu, 14 Oktober 2026 04:00 WIB
Bansos

Saldo KKS Masih Kosong? Ini Cara Cek Status Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 03:00 WIB

Menggugah Selera! Ini 5 Spot Kuliner Hits di Cimahi yang Bikin Ketagihan

Rabu, 14 Oktober 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Mau Nonton Persib Vs Cong Viettel? Catat Lokasi dan Jam Penukaran Tiketnya!
  • Saldo KKS Masih Kosong? Ini Cara Cek Status Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026
  • Menggugah Selera! Ini 5 Spot Kuliner Hits di Cimahi yang Bikin Ketagihan
  • Destinasi Wisata Pilihan di Sekitar Stasiun Cimahi untuk Liburan Singkat
  • Mentereng! Ini Catatan Statistik John Herdman Selama Nahkodai Timnas Indonesia
  • PMI Asal Bandung Barat Diduga Disekap di Dubai, Keluarga Menanti Kabar
  • Klok Minta Bobotoh Terus Bersama Persib, Target Besar Menanti di ACL Two
  • Dari Sumedang Jadi Diva Dunia! Kisah Rahasia Rossa yang Jarang Orang Tahu!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 14 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Berjalan Kaki Pulang Kampung: Kisah Inspiratif Penjual Cilok dari Bandung ke Ciamis

By SusanaRabu, 18 Maret 2026 18:00 WIB2 Mins Read
Asep Kumala Seta (31) pemudik asal Ciamis yang nekat pulang berjalan kaki dari Cibaduyut Kota Bandung. Foto Agi Ilman.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah arus mudik yang identik dengan kendaraan penuh sesak, Asep Kumala Seta (31) justru memilih cara yang jauh lebih sunyi: berjalan kaki.

Sejak pukul 12 siang, Asep memulai perjalanan dari Cibaduyut, Kota Bandung, menuju kampung halamannya di Sindangkasih, Ciamis. Ia menyusuri jalan dengan langkah perlahan sambil berharap ada kendaraan yang bisa memberinya tumpangan.

“Dari jam 12 siang saya jalan dari Cibaduyut, rencananya mau sampai ke Ciamis,” ujar Asep ditemui di Cikaledong Nagreg, Selasa (17/3/2026) malam.

Sesekali, perjalanannya terbantu oleh tumpangan. Ia sempat naik bus Damri dari Leuwi Panjang hingga Bundaran Cibiru, lalu melanjutkan dengan menumpang truk ke Rancaekek dan Nagreg. Namun arah yang tak sejalan membuatnya kembali turun dan berjalan kaki menuju Limbangan.

“Naik lagi di Nagreg, tapi truknya ke arah Kadungora. Saya langsung turun dan jalan lagi,” katanya.

Bagi Asep, berjalan kaki bukan hal baru. Ia sudah terbiasa menempuh perjalanan jauh, bahkan hingga ke gunung.

“Sering jalan kaki, ke gunung juga pernah, ke Puncak Mega,” ucapnya.

Sehari-hari, Asep berjualan cilok di kawasan Cibaduyut. Sudah dua tahun ia menjalani pekerjaan itu, bahkan tinggal di tempat kontrakan yang disediakan oleh bosnya. Namun, penghasilannya belakangan tak menentu.

Ia harus menyetor Rp700 ribu, dengan potensi keuntungan Rp300 ribu jika dagangan habis. Sayangnya, kondisi sepi membuat hasilnya jauh dari harapan.

“Sekarang jarang habis, paling dapat Rp100 ribu, disetor Rp70 ribu,” tuturnya.

Kondisi itu pula yang membuatnya tak memiliki cukup ongkos untuk mudik. Bahkan, tunjangan hari raya yang diterimanya pun sangat terbatas.

“THR cuma dikasih cilok 50 biji sama sirup Marjan. Uang buat pulang juga kurang,” kata Asep.

Dengan bekal seadanya baju, dagangan cilok, dan perlengkapan sederhana ia tetap nekat pulang. Saat lelah, ia memilih beristirahat di masjid atau tempat seadanya.

“Kalau capek ya di masjid, kadang di emper toko. Tapi pernah juga disangka yang bukan-bukan,” ujarnya.

Meski perjalanan panjang masih harus ditempuh, Asep tetap menyimpan harapan sederhana, bisa segera sampai di kampung halaman dan berkumpul dengan keluarga.

“Kalau jalan terus bisa sampai pagi. Tapi semoga ada truk yang ngasih tumpangan,” katanya.

Di balik langkah kakinya yang terus bergerak, tersimpan kisah tentang keterbatasan dan keteguhan bahwa bagi sebagian orang, mudik bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan perjuangan yang harus ditempuh selangkah demi selangkah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos

Saldo KKS Masih Kosong? Ini Cara Cek Status Bansos PKH dan BPNT Oktober 2026

PMI Asal Bandung Barat Diduga Disekap di Dubai, Keluarga Menanti Kabar

Warga Keluhkan Lagi Kebisingan, Lapangan Padel di Surya Sumantri Bakal Diperiksa

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

BSU Oktober 2026 Rp900 Ribu Belum Pasti Cair, Ini Penjelasan Kemnaker

Satu Mahasiswa Di-DO! Telkom University Jatuhkan Sanksi ke 4 Pelaku Perundungan Asrama

Dugaan Bullying di Kuningan, Siswa SMP Dilarikan ke RS Usai Telan Cairan Karbol

Terpopuler
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.