Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Cetak Skor Nyaris Sempurna, Polresta Bandung Juara Umum Pengamanan Operasi Ketupat Lodaya

Selasa, 5 Mei 2026 15:53 WIB

Bayar PBB Kini Bisa Dicicil, bank bjb Hadirkan Layanan bjb T-PBB di 40 Wilayah

Selasa, 5 Mei 2026 15:34 WIB

Persib Menang, Beckham Putra Siap Tempur di Laga Sarat Gengsi Kontra Persija

Selasa, 5 Mei 2026 15:32 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cetak Skor Nyaris Sempurna, Polresta Bandung Juara Umum Pengamanan Operasi Ketupat Lodaya
  • Bayar PBB Kini Bisa Dicicil, bank bjb Hadirkan Layanan bjb T-PBB di 40 Wilayah
  • Persib Menang, Beckham Putra Siap Tempur di Laga Sarat Gengsi Kontra Persija
  • Sambut Hari Pendidikan Nasional 2026, bank bjb Ajak Masyarakat Terus Berinovasi Melalui Belajar
  • Link Video Original Bandar Membara Bergetar Viral, Warganet Ramai Cari Versi Lengkap
  • Bukan Keajaiban! Rahasia Abdul Malik, Anak SD yang Tembus Fakultas Kedokteran UPI di Usia 9 Tahun
  • Bojan Hodak Gaspol! Persib Incar Maarten Paes hingga Gaston Avila di Bursa Transfer
  • Polemik Razia Rambut Siswi di Garut: Antara Penegakan Aturan dan Luka Psikologis Anak Didik
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 5 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Berjalan Kaki Pulang Kampung: Kisah Inspiratif Penjual Cilok dari Bandung ke Ciamis

By SusanaRabu, 18 Maret 2026 18:00 WIB2 Mins Read
Asep Kumala Seta (31) pemudik asal Ciamis yang nekat pulang berjalan kaki dari Cibaduyut Kota Bandung. Foto Agi Ilman.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah arus mudik yang identik dengan kendaraan penuh sesak, Asep Kumala Seta (31) justru memilih cara yang jauh lebih sunyi: berjalan kaki.

Sejak pukul 12 siang, Asep memulai perjalanan dari Cibaduyut, Kota Bandung, menuju kampung halamannya di Sindangkasih, Ciamis. Ia menyusuri jalan dengan langkah perlahan sambil berharap ada kendaraan yang bisa memberinya tumpangan.

“Dari jam 12 siang saya jalan dari Cibaduyut, rencananya mau sampai ke Ciamis,” ujar Asep ditemui di Cikaledong Nagreg, Selasa (17/3/2026) malam.

Sesekali, perjalanannya terbantu oleh tumpangan. Ia sempat naik bus Damri dari Leuwi Panjang hingga Bundaran Cibiru, lalu melanjutkan dengan menumpang truk ke Rancaekek dan Nagreg. Namun arah yang tak sejalan membuatnya kembali turun dan berjalan kaki menuju Limbangan.

Baca Juga:  Mudik 2026 Makin Nyaman! Ini Daftar Rest Area Tol Jawa Barat dengan Fasilitas Lengkap

“Naik lagi di Nagreg, tapi truknya ke arah Kadungora. Saya langsung turun dan jalan lagi,” katanya.

Bagi Asep, berjalan kaki bukan hal baru. Ia sudah terbiasa menempuh perjalanan jauh, bahkan hingga ke gunung.

“Sering jalan kaki, ke gunung juga pernah, ke Puncak Mega,” ucapnya.

Sehari-hari, Asep berjualan cilok di kawasan Cibaduyut. Sudah dua tahun ia menjalani pekerjaan itu, bahkan tinggal di tempat kontrakan yang disediakan oleh bosnya. Namun, penghasilannya belakangan tak menentu.

Baca Juga:  Data Mudik 2026: Lebih dari 25 Juta Warga Jabar Siap Mudik, Bogor Jadi Titik Terpadat

Ia harus menyetor Rp700 ribu, dengan potensi keuntungan Rp300 ribu jika dagangan habis. Sayangnya, kondisi sepi membuat hasilnya jauh dari harapan.

“Sekarang jarang habis, paling dapat Rp100 ribu, disetor Rp70 ribu,” tuturnya.

Kondisi itu pula yang membuatnya tak memiliki cukup ongkos untuk mudik. Bahkan, tunjangan hari raya yang diterimanya pun sangat terbatas.

“THR cuma dikasih cilok 50 biji sama sirup Marjan. Uang buat pulang juga kurang,” kata Asep.

Dengan bekal seadanya baju, dagangan cilok, dan perlengkapan sederhana ia tetap nekat pulang. Saat lelah, ia memilih beristirahat di masjid atau tempat seadanya.

Baca Juga:  Mudik Tenang! bank bjb Buka Layanan Weekend Banking dan Operasional Terbatas Selama Maret 2026

“Kalau capek ya di masjid, kadang di emper toko. Tapi pernah juga disangka yang bukan-bukan,” ujarnya.

Meski perjalanan panjang masih harus ditempuh, Asep tetap menyimpan harapan sederhana, bisa segera sampai di kampung halaman dan berkumpul dengan keluarga.

“Kalau jalan terus bisa sampai pagi. Tapi semoga ada truk yang ngasih tumpangan,” katanya.

Di balik langkah kakinya yang terus bergerak, tersimpan kisah tentang keterbatasan dan keteguhan bahwa bagi sebagian orang, mudik bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan perjuangan yang harus ditempuh selangkah demi selangkah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

kisah inspiratif mudik Mudik 2026 mudik jalan kaki penjual cilok Cibaduyut perjalanan pulang kampung perjuangan mudik Bandung-Ciamis
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cetak Skor Nyaris Sempurna, Polresta Bandung Juara Umum Pengamanan Operasi Ketupat Lodaya

Bukan Keajaiban! Rahasia Abdul Malik, Anak SD yang Tembus Fakultas Kedokteran UPI di Usia 9 Tahun

Polemik Razia Rambut Siswi di Garut: Antara Penegakan Aturan dan Luka Psikologis Anak Didik

Gebrakan Besar! RF Hospitality Luncurkan Hotel Mewah Ashva di Jantung Ubud

Kecewa ke Dedi Mulyadi, Warga Bogor Barat Ancam ‘Cerai’ dari Jabar dan Gabung Banten

DPRD Jabar Siapkan Ranperda Perlindungan Keluarga dari Dampak Era Digital dan Isu Sosial

Terpopuler
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • Link Video Viral Batang Membara: Diiming-iming Cuan Rp250 Juta Lewat Telegram
  • TRANSFER MEGA! Persib Siap Borong Pemain Brasil, Belanda hingga Irak
  • Jangan Klik! Link Video Viral Bandar Membara Diduga Berbahaya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.