Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dihadiri Wakil Ketua DPR RI, SMP Habibi Bina Cendikia Wisuda 38 Siswa Angkatan ke-2

Minggu, 21 Juni 2026 18:46 WIB
Padam Listrik

UMKM Terdampak Parah Pemadaman Listrik Jabar, Ini Panduan Cek dan Lapor ke PLN Mobile

Minggu, 21 Juni 2026 18:17 WIB

Aksi Suporter Picu Hukuman Berat! Persib, Persija, Persebaya Kompak Kena Denda Besar Komdis PSSI

Minggu, 21 Juni 2026 17:04 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dihadiri Wakil Ketua DPR RI, SMP Habibi Bina Cendikia Wisuda 38 Siswa Angkatan ke-2
  • UMKM Terdampak Parah Pemadaman Listrik Jabar, Ini Panduan Cek dan Lapor ke PLN Mobile
  • Aksi Suporter Picu Hukuman Berat! Persib, Persija, Persebaya Kompak Kena Denda Besar Komdis PSSI
  • Harga Emas Hari Ini 21 Juni 2026 di Pegadaian Turun, UBS dan Galeri24 Ikut Melemah
  • TRAGIS! Kakak-Adik di Sumedang Disiram Air Keras, Mata Korban Alami Kerusakan Permanen
  • Bikin Tuchel Menyesal?! Begini Cara Elegan Harry Maguire Balas Dendam Usai Dicoret dari Piala Dunia
  • Link Video Viral Ibu dan Anak Handuk Putih di TikTok Viral, Ini Isi Sebenarnya yang Bikin Penasaran
  • Bursa Transfer Liga 1 2026/2027 Memanas: Persija Incar Kevin Mendoza, Persib Gerak Cepat
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 21 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Berjalan Kaki Pulang Kampung: Kisah Inspiratif Penjual Cilok dari Bandung ke Ciamis

By SusanaRabu, 18 Maret 2026 18:00 WIB2 Mins Read
Asep Kumala Seta (31) pemudik asal Ciamis yang nekat pulang berjalan kaki dari Cibaduyut Kota Bandung. Foto Agi Ilman.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah arus mudik yang identik dengan kendaraan penuh sesak, Asep Kumala Seta (31) justru memilih cara yang jauh lebih sunyi: berjalan kaki.

Sejak pukul 12 siang, Asep memulai perjalanan dari Cibaduyut, Kota Bandung, menuju kampung halamannya di Sindangkasih, Ciamis. Ia menyusuri jalan dengan langkah perlahan sambil berharap ada kendaraan yang bisa memberinya tumpangan.

“Dari jam 12 siang saya jalan dari Cibaduyut, rencananya mau sampai ke Ciamis,” ujar Asep ditemui di Cikaledong Nagreg, Selasa (17/3/2026) malam.

Sesekali, perjalanannya terbantu oleh tumpangan. Ia sempat naik bus Damri dari Leuwi Panjang hingga Bundaran Cibiru, lalu melanjutkan dengan menumpang truk ke Rancaekek dan Nagreg. Namun arah yang tak sejalan membuatnya kembali turun dan berjalan kaki menuju Limbangan.

Baca Juga:  Ibu Aceh Ini Buktikan Jadi Viral Gak Perlu Joget, Cukup Laporin Nasib Kue Lebaran!

“Naik lagi di Nagreg, tapi truknya ke arah Kadungora. Saya langsung turun dan jalan lagi,” katanya.

Bagi Asep, berjalan kaki bukan hal baru. Ia sudah terbiasa menempuh perjalanan jauh, bahkan hingga ke gunung.

“Sering jalan kaki, ke gunung juga pernah, ke Puncak Mega,” ucapnya.

Sehari-hari, Asep berjualan cilok di kawasan Cibaduyut. Sudah dua tahun ia menjalani pekerjaan itu, bahkan tinggal di tempat kontrakan yang disediakan oleh bosnya. Namun, penghasilannya belakangan tak menentu.

Baca Juga:  Data Mudik 2026: Lebih dari 25 Juta Warga Jabar Siap Mudik, Bogor Jadi Titik Terpadat

Ia harus menyetor Rp700 ribu, dengan potensi keuntungan Rp300 ribu jika dagangan habis. Sayangnya, kondisi sepi membuat hasilnya jauh dari harapan.

“Sekarang jarang habis, paling dapat Rp100 ribu, disetor Rp70 ribu,” tuturnya.

Kondisi itu pula yang membuatnya tak memiliki cukup ongkos untuk mudik. Bahkan, tunjangan hari raya yang diterimanya pun sangat terbatas.

“THR cuma dikasih cilok 50 biji sama sirup Marjan. Uang buat pulang juga kurang,” kata Asep.

Dengan bekal seadanya baju, dagangan cilok, dan perlengkapan sederhana ia tetap nekat pulang. Saat lelah, ia memilih beristirahat di masjid atau tempat seadanya.

Baca Juga:  Gelombang Pertama Arus Balik Lebaran Nagreg, Polisi Siapkan One Way Situasional

“Kalau capek ya di masjid, kadang di emper toko. Tapi pernah juga disangka yang bukan-bukan,” ujarnya.

Meski perjalanan panjang masih harus ditempuh, Asep tetap menyimpan harapan sederhana, bisa segera sampai di kampung halaman dan berkumpul dengan keluarga.

“Kalau jalan terus bisa sampai pagi. Tapi semoga ada truk yang ngasih tumpangan,” katanya.

Di balik langkah kakinya yang terus bergerak, tersimpan kisah tentang keterbatasan dan keteguhan bahwa bagi sebagian orang, mudik bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan perjuangan yang harus ditempuh selangkah demi selangkah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

kisah inspiratif mudik Mudik 2026 mudik jalan kaki penjual cilok Cibaduyut perjalanan pulang kampung perjuangan mudik Bandung-Ciamis
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dihadiri Wakil Ketua DPR RI, SMP Habibi Bina Cendikia Wisuda 38 Siswa Angkatan ke-2

Padam Listrik

UMKM Terdampak Parah Pemadaman Listrik Jabar, Ini Panduan Cek dan Lapor ke PLN Mobile

TRAGIS! Kakak-Adik di Sumedang Disiram Air Keras, Mata Korban Alami Kerusakan Permanen

Fakta Kelam di Balik Hubungan Asmara yang Berujung Penyiksaan di Bandung

Bukan Dipaksa?! Ini Alasan Dua Bocah Mau Ikut Ibunya Ngamen Sampai Larut Malam

Geger Sopir Angkot Kesurupan Usai Kecelakaan di Sumedang, Polisi Ungkap Fakta Medisnya

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
  • Viral di Media Sosial! Siapa Sebenarnya Cut Salwa dan Cut Salsa yang Bikin Geger Ini?
  • Heboh Cut Salwa Trending, Benarkah Ada Video Full Durasi? Ini Fakta yang Terungkap
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.