Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
PENUSUKAN

Petang Berdarah di Pasar Induk Caringin! Polisi Buru 30 Penyerang

Minggu, 25 Oktober 2026 15:07 WIB

Bukan Cuma Modal Tampan! Alasan Gede Ais Bikin Geger Mister International 2026 Hingga Tembus 3 Besar

Minggu, 25 Oktober 2026 14:38 WIB

Senjata Persib Kembali! Beckham dan Ragnar Siap Gempur Garudayaksa

Minggu, 25 Oktober 2026 13:23 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Petang Berdarah di Pasar Induk Caringin! Polisi Buru 30 Penyerang
  • Bukan Cuma Modal Tampan! Alasan Gede Ais Bikin Geger Mister International 2026 Hingga Tembus 3 Besar
  • Senjata Persib Kembali! Beckham dan Ragnar Siap Gempur Garudayaksa
  • Bukan Cuma Nostalgia, 5 Tempat Makan Jadul Bandung Ini Rasanya Tak Pernah Berubah
  • Cuma Gara-gara Dikira Melirik Pacar, Remaja di Garut Todongkan Golok!
  • Nobar Persib vs Garudayaksa, Bobotoh Merapat ke 10 Lokasi Ini!
  • Lampaui Target Dua Kali Lipat! Indonesia Bawa Pulang 15 Emas dari Asian Para Games 2026
  • Playing Victim?! Disuruh Empati Malah Bawa-bawa Politik, Warganet Kasih Faham Irenna Kristyn!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 25 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kecewa ke Dedi Mulyadi, Warga Bogor Barat Ancam ‘Cerai’ dari Jabar dan Gabung Banten

By Aga GustianaSelasa, 5 Mei 2026 11:56 WIB3 Mins Read
Demo Warga Bogor Barat, ancam memisahkan diri dari Jawa Barat dan gabung Banten. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gelombang ketidakpuasan masyarakat di wilayah Kabupaten Bogor bagian barat terhadap kepemimpinan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kembali memuncak. Ratusan warga yang tergabung dalam berbagai elemen masyarakat dari Kecamatan Rumpin, Cigudeg, dan Parungpanjang melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Kantor Bupati Bogor pada Senin (4/5/2026).

Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan kekecewaan mendalam atas apa yang mereka sebut sebagai “pengabaian sistematis” oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Puncaknya, para demonstran secara terang-terangan meminta agar wilayah Bogor Barat dipisahkan dari Provinsi Jawa Barat dan bergabung dengan Provinsi Banten jika aspirasi mereka tetap tidak didengar.

Menagih Janji Operasional Tambang

Aksi yang dimulai sejak siang hari ini merupakan akumulasi dari kekecewaan warga, khususnya mereka yang menggantungkan hidup di sektor pertambangan. Para pengunjuk rasa menagih janji terkait regulasi dan operasional tambang di wilayah Bogor Barat yang dinilai semrawut dan merugikan masyarakat lokal.

Selama ini, warga di tiga kecamatan tersebut merasa menjadi korban dari aktivitas tambang yang tidak terkelola dengan baik, mulai dari kerusakan infrastruktur jalan hingga debu polusi yang mengancam kesehatan. Namun di sisi lain, kebijakan pembatasan jam operasional yang tidak dibarengi dengan solusi bagi para pekerja tambang juga dianggap mencekik ekonomi warga.

Baca Juga:  Awal Mula Julukan 'Bapak Aing' untuk Dedi Mulyadi

“Kami datang ke sini bukan untuk hura-hura. Kami menagih janji yang selama ini hanya menjadi angin surga. Gubernur Jawa Barat seolah menutup mata terhadap penderitaan kami yang ada di ujung barat provinsi ini,” ujar salah satu orator di atas mobil komando.

Ancaman Memisahkan Diri

Koordinator aksi, Fadlan, dalam keterangannya menyatakan bahwa narasi mengenai pemisahan diri atau penggabungan ke Provinsi Banten bukanlah sekadar gertakan. Menurutnya, secara geografis dan emosional, masyarakat Bogor Barat merasa lebih dekat dengan Banten daripada dengan pusat pemerintahan Jawa Barat di Bandung.

“Secara jarak, kami ke Banten jauh lebih dekat. Jika Gubernur Jawa Barat memang sudah tidak peduli dan tidak mau mendengar suara kami, maka kami meminta dengan hormat agar wilayah Bogor Barat diserahkan saja ke Provinsi Banten,” tegas Fadlan di tengah riuhnya massa aksi.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Serahkan Bonus Rp1 Miliar untuk Persib Bandung, Hasil dari Penjualan Sapi Pribadi

Ia menambahkan bahwa selama ini pembangunan di Jawa Barat terkesan tidak merata dan hanya berpusat di wilayah-wilayah tertentu. Sementara itu, Bogor Barat yang memiliki potensi sumber daya alam besar justru seperti “anak tiri” yang hanya diambil hasilnya namun ditinggalkan kerusakannya.

Aspirasi Masyarakat Tambang yang Terabaikan

Fokus utama massa aksi adalah nasib para pekerja dan masyarakat di lingkar tambang. Mereka menilai kebijakan Gubernur Jabar selama ini tidak memberikan perlindungan yang konkret bagi masyarakat kecil yang bergelut di sektor tersebut.

“Masalah jalur tambang, jam operasional, hingga kesejahteraan pekerja tambang tidak pernah ada solusi permanen. Yang ada hanya kebijakan bongkar pasang yang justru merugikan kami di lapangan. Kami butuh pemimpin yang mau turun langsung, bukan hanya memberikan janji di media sosial,” tambah Fadlan.

Kekecewaan ini juga dipicu oleh lambatnya pembangunan jalur khusus tambang yang telah dijanjikan bertahun-tahun. Ketiadaan jalur khusus ini menyebabkan truk-truk besar harus berbagi jalan dengan kendaraan pribadi dan angkutan umum, yang seringkali berujung pada kecelakaan maut.

Baca Juga:  Lembang Terancam Bencana Akibat Alih Fungsi Lahan, Bupati Jeje Diminta Evaluasi Tata Ruang

Respons Pemerintah Kabupaten Bogor

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah perwakilan massa aksi masih melakukan audiensi di dalam Kantor Bupati Bogor. Pihak Pemerintah Kabupaten Bogor diharapkan dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan tuntutan keras warga ini ke tingkat provinsi.

Aksi yang berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian ini berjalan cukup tertib, meskipun sempat terjadi kemacetan panjang di sekitar area perkantoran Pemkab Bogor. Massa mengancam akan kembali dengan jumlah yang lebih besar jika dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret dari Gubernur Jawa Barat untuk menyelesaikan permasalahan di Bogor Barat.

Fenomena tuntutan “pisah” ini menjadi peringatan keras bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk segera mengevaluasi kebijakan pembangunannya, terutama di wilayah perbatasan yang selama ini merasa kurang mendapat perhatian.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Gubernur Jawa Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

PENUSUKAN

Petang Berdarah di Pasar Induk Caringin! Polisi Buru 30 Penyerang

Cuma Gara-gara Dikira Melirik Pacar, Remaja di Garut Todongkan Golok!

Jangan Lupa Payung! Bandung dan 17 Daerah Jabar Diprediksi Hujan Hari Ini

30 Orang Serang Juru Parkir di Pasar Induk Caringin, Satu Tewas

Aksi Anarkis di Garut Viral, Pemotor Dikeroyok Sekelompok Pemuda Hingga Terjatuh

Kisah Bayi Surili yang Selamat dari Kobaran Api Karhutla Ciremai: Terpisah dari Induk dan Butuh Penanganan Khusus

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Rapimnas PII 2026 Anugerahkan Penghargaan Narendra Dharma Abiyanta kepada Tiga Gubernur
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.