Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Berburu Sarapan di Bandung? 7 Kuliner Legendaris Ini Wajib Masuk Daftar

Kamis, 1 Oktober 2026 18:40 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

BSU Oktober 2026 Rp900 Ribu, Cek Syarat Penerima dan Desilnya

Kamis, 1 Oktober 2026 18:15 WIB

Jadwal Berubah! Garudayaksa FC vs Persib Dimajukan, Ini Waktu Terbarunya

Kamis, 1 Oktober 2026 18:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Berburu Sarapan di Bandung? 7 Kuliner Legendaris Ini Wajib Masuk Daftar
  • BSU Oktober 2026 Rp900 Ribu, Cek Syarat Penerima dan Desilnya
  • Jadwal Berubah! Garudayaksa FC vs Persib Dimajukan, Ini Waktu Terbarunya
  • Nurisa Dian Ashrifah Raih Emas, Sejarah Baru Panahan Indonesia di Asian Games
  • PP Jabar Gelar Diskusi Publik Bahas Penegakan Hukum, Keadilan dan Kepercayaan Publik
  • Forum PKL Juara Dukung Penertiban Hasanuddin-Surya Kencana, Minta Solusi bagi Pedagang
  • 40 Bangli dan Lapak PKL di Hasanuddin-Surya Kencana Ditertibkan
  • Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 1 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bandung Barat Diguncang! Massa Tuding DPRD dan Pemkab Dikuasai Mafia Anggaran

By Aga GustianaSenin, 13 Oktober 2025 20:24 WIB3 Mins Read
Koalisi Rakyat Bandung Barat dan Aliansi Aktivis Antikorupsi Jawa Barat menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPRD dan Bupati Bandung Barat pada Senin (13/10/2025). (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ratusan massa yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Bandung Barat dan Aliansi Aktivis Antikorupsi Jawa Barat menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPRD dan Bupati Bandung Barat pada Senin (13/10/2025) sore.

Dalam aksinya, mereka menuntut DPRD dan Pemkab agar segera menindaklanjuti dugaan tindak pidana korupsi, praktik jual beli jabatan, serta penyalahgunaan anggaran di lingkungan pemerintahan eksekutif maupun legislatif.

Koordinator aksi, Asep Herna, menyatakan bahwa langkah ini merupakan peringatan keras agar para pejabat tidak membiarkan birokrasi dikuasai oleh kelompok yang bermain dalam pengelolaan anggaran.

“Kami tidak ingin Bandung Barat hancur karena praktik korupsi dan mutasi sewenang-wenang. DPRD harus bertindak,” tegas Asep di tengah orasi.

Para demonstran membawa 13 poin tuntutan utama yang menyoroti dugaan pelanggaran etik, penyimpangan kebijakan anggaran, dan jual beli jabatan.

Baca Juga:  Pernyataan Lengkap Ridwan Kamil Soal Rumahnya Digeledah KPK

Pertama, mereka mendesak DPRD membentuk Tim Khusus Etik dan Integritas untuk menyelidiki dugaan pelanggaran anggota DPRD berinisial DAM, serta menonaktifkan yang bersangkutan selama proses pemeriksaan.

Kedua, DPRD diminta menggunakan hak interpelasi dan angket untuk menelusuri dugaan penyimpangan anggaran oleh Sekretaris Daerah AZ dan pihak terkait, serta mendorong dilakukannya audit investigatif oleh BPK dan KPK.

Ketiga, massa mendesak aparat menuntaskan dugaan defisit fiktif lebih dari Rp500 miliar dalam penyusunan APBD 2023–2025 yang disinyalir berisi angka pendapatan palsu.

Keempat, mereka meminta penyelidikan terhadap praktik “pokir siluman” yang dilakukan anggota DPRD melalui penitipan proyek dan anggaran.

Kelima, massa meminta perlindungan bagi ASN yang berintegritas serta penghentian segala bentuk intimidasi terhadap aparatur yang menolak manipulasi anggaran.

Baca Juga:  Raffi Ahmad-Nagita Slavina Donasi Rp3 Miliar untuk Korban Longsor Cisarua

Keenam, mereka mendesak pencopotan Sekda yang dituding sebagai aktor utama penyimpangan dan mutasi pejabat.

Ketujuh dan kedelapan, massa menolak mutasi pejabat di lima dinas besar — Pendidikan, Kesehatan, PUTR, Kominfo, dan DPMTSP — yang dianggap sarat kepentingan politik dan intervensi pihak luar.

Kesembilan dan kesepuluh, mereka meminta audit menyeluruh terhadap proyek pengadaan 2023–2025 serta transparansi penggunaan dana DIF Stunting senilai Rp5,4 miliar, yang dinilai rawan penyalahgunaan.

Kesebelas, massa menuntut pemberantasan mafia jabatan dan proyek yang dianggap mengendalikan mutasi dan pengadaan di lingkungan Pemkab.

Keduabelas, mereka mendesak Bupati Jeje Ritchie Ismail bertindak tegas dengan mencopot staf bupati berinisial R, yang disebut menghambat komunikasi antara kepala dinas dan pimpinan daerah.

Ketigabelas, mereka menuntut pembentukan Panitia Khusus (Pansus) DPRD untuk menyelidiki dugaan korupsi, mutasi sewenang-wenang, dan pembusukan birokrasi di Bandung Barat.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Pilih Dua Sapi Raksasa dari Bandung Barat untuk Kurban Idul Adha 2025

“Kami siap kawal perubahan demi rakyat. KBB tidak akan bangkit jika mutasi dan anggaran masih dikendalikan mafia,” ujar Asep dengan lantang.

Tuntutan massa diterima langsung oleh Asisten III Setda Bandung Barat, Rini Sartika. Di hadapan peserta aksi, Rini berkomitmen untuk menyampaikan seluruh aspirasi kepada Bupati Jeje Ritchie Ismail yang berhalangan hadir.

“Ada 13 tuntutan yang tertulis. Seluruh aspirasi yang disampaikan hari ini insyaallah akan kami tindaklanjuti ke pak Bupati Bandung Barat,” kata Rini.

“Pegang kata-kata saya. Akan kami sampaikan kepada pak Bupati,” lanjutnya menegaskan.

Aksi berlangsung damai dan mendapat pengawalan dari pihak kepolisian. Para demonstran menyatakan akan terus mengawal proses ini dan menekan DPRD agar menindaklanjuti seluruh tuntutan secara terbuka.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandung Barat DPRD korupsi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

BSU Oktober 2026 Rp900 Ribu, Cek Syarat Penerima dan Desilnya

PP Jabar Gelar Diskusi Publik Bahas Penegakan Hukum, Keadilan dan Kepercayaan Publik

Forum PKL Juara Dukung Penertiban Hasanuddin-Surya Kencana, Minta Solusi bagi Pedagang

40 Bangli dan Lapak PKL di Hasanuddin-Surya Kencana Ditertibkan

Aturan Dibuat untuk Dilanggar? Menguliti Tiga Dosa Administratif Pengadaan Publikasi Purwakarta

Warga Bandung Wajib Tahu! 65 Kasus Influenza A Terdeteksi, Ini Gejalanya

Terpopuler
  • Eksa Silika Resmi Jadi Plt, KORMI Bandung Bersiap Pilih Ketua Baru
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Polemik Data Center AI Jatiluhur: AMDAL Belum Rampung tapi Proyek Sudah Dimulai, Apakah Ruang Koreksi Masih Ada?
  • Antara Regulasi dan Realita: Menguak Karut-Marut Anggaran Publikasi Rp250 Juta di Diskominfo Purwakarta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.