Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Guncang Bursa Transfer! Persib Umumkan Perpisahan dengan Rezaldi Hehanussa

Minggu, 28 Juni 2026 16:32 WIB

Hanya Sun Tangan Tanpa Pelukan, Interaksi Oki Setiana Dewi dan Ory Vitrio Picu Isu Rumah Tangga!

Minggu, 28 Juni 2026 15:40 WIB

Garena Bagi-Bagi Hadiah Hari Ini! Kode Redeem FF 28 Juni 2026 Berhadiah Skin, Diamond, dan Emote Langka

Minggu, 28 Juni 2026 15:15 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Guncang Bursa Transfer! Persib Umumkan Perpisahan dengan Rezaldi Hehanussa
  • Hanya Sun Tangan Tanpa Pelukan, Interaksi Oki Setiana Dewi dan Ory Vitrio Picu Isu Rumah Tangga!
  • Garena Bagi-Bagi Hadiah Hari Ini! Kode Redeem FF 28 Juni 2026 Berhadiah Skin, Diamond, dan Emote Langka
  • Persib Masih Diblokir FIFA, Nasib Rekrutan Baru di Ujung Tanduk
  • Daftar Tim Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Resmi Lengkap, Ini Jadwal Pertandingannya
  • Link Video Viral Ibu dan Anak Handuk Putih di TikTok Ramai Dicari, Ini Fakta Sebenarnya
  • Bukan Penyiksaan? Ini Penjelasan Komnas Perempuan Soal Kasus YTR Bandung
  • Bos Hartono Angkat Topi, Koleksi Ikan Irfan Hakim Rajai All Indonesia Young Koi Show 2026!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 28 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Terungkap! Pelaku Kerusuhan Diduga Konsumsi Psikotropika sebelum Anarkis

By SusanaRabu, 13 Mei 2026 18:05 WIB2 Mins Read
Aksi May Day berujung rusuh di Bandung. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kepolisian Daerah Jawa Barat mengungkap temuan baru terkait kasus kerusuhan saat aksi Hari Buruh Internasional (May Day) di kawasan Cikapayang–Tamansari, Kota Bandung. Aparat menyebut sejumlah pelaku diduga mengonsumsi obat keras golongan psikotropika sebelum melakukan aksi anarkis di lokasi kejadian.

Temuan ini memperkuat hasil penyelidikan terhadap 13 orang tersangka yang telah diamankan sebelumnya.

Enam Tersangka Positif Narkoba dan Psikotropika

Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Barat, Kombes Pol Albert Raden Deddy Sulistyo Nugroho, mengatakan dari 13 tersangka yang diamankan, enam di antaranya terbukti positif mengonsumsi narkoba dan psikotropika.

Menurutnya, hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penggunaan obat keras jenis Alprazolam dan Riklona yang ditemukan pada para pelaku kerusuhan di kawasan Dago Cikapayang, Bandung.

Baca Juga:  Jelang Rekonstruksi Pembunuhan Vina Cirebon, Begini Suasana di Jembatan Talun

“Kami temukan mereka membawa psikotropika jenis Alprazolam dan Riklona,” ujar Albert di Bandung, Rabu (14/5/2026).

Diduga Tingkatkan Keberanian Saat Melakukan Aksi Anarkis

Albert menjelaskan bahwa Alprazolam merupakan psikotropika golongan IV yang memiliki efek menenangkan sekaligus meningkatkan rasa percaya diri bagi penggunanya.

Efek tersebut diduga membuat para pelaku lebih berani melakukan tindakan perusakan, termasuk membakar videotron dan pos polisi saat aksi berlangsung.

“Alprazolam ini menimbulkan rasa ketenangan dan percaya diri yang luar biasa, sehingga mereka berani merusak pos polisi tersebut dan menantang aparat yang bertugas,” jelasnya.

Baca Juga:  Polda Jabar Gandeng Meta, Lacak Jejak Siber Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Wanita Bandung

Bedakan Alprazolam dengan Obat Pereda Nyeri

Polda Jabar juga meluruskan informasi terkait obat Tramadol yang kerap disalahartikan publik. Albert menegaskan bahwa Tramadol merupakan obat pereda nyeri dan bukan termasuk psikotropika seperti Alprazolam.

Penegasan ini disampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat terkait jenis-jenis obat keras yang beredar.

Polisi Dalami Dugaan Apotek Jual Obat Tanpa Resep

Lebih lanjut, kepolisian kini tengah mendalami dugaan adanya sejumlah apotek yang menjual obat keras tanpa resep dokter spesialis kejiwaan.

Baca Juga:  Polda Jabar Ungkap 474 Kasus Narkoba dalam Dua Bulan, 593 Tersangka Diamankan

Albert menegaskan bahwa obat psikotropika seperti Alprazolam seharusnya hanya dapat diresepkan oleh dokter spesialis kejiwaan, bukan dokter umum.

“Ada beberapa apotek yang menerima pembelian tanpa resep, atau memberikan obat dengan resep yang tidak sesuai kompetensi,” ungkapnya.

Penyelidikan Masih Berlanjut

Polda Jawa Barat menegaskan bahwa proses penyidikan masih terus berjalan, termasuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan distribusi obat keras yang disalahgunakan.

Kasus ini menjadi perhatian serius aparat karena berkaitan dengan keamanan publik serta potensi penyalahgunaan obat psikotropika dalam aksi-aksi kerusuhan di ruang terbuka.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

aksi anarkis May Day Alprazolam efek apotek jual obat tanpa resep berita kriminal Bandung demo Bandung 2026 kerusuhan Cikapayang Tamansari kerusuhan May Day Bandung narkoba dalam aksi demo Polda Jabar polisi bandung psikotropika Alprazolam Riklona obat keras
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan Penyiksaan? Ini Penjelasan Komnas Perempuan Soal Kasus YTR Bandung

Bos Hartono Angkat Topi, Koleksi Ikan Irfan Hakim Rajai All Indonesia Young Koi Show 2026!

Absen Lengkap Tapi Dituduh Lalai?! Guru Senior Ini Tetap Mengajar Walau Haknya Dirampok 73 Bulan!

Bukan El Nino, Studi Ungkap Biang Kerok Utama yang Bikin Eropa Membara hingga 44 Derajat Celsius

Ilustrasi gempa

Dua Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, Alarm Bahaya ‘The Big One’ di San Andreas Kini Berstatus Kritis

Blunder Fatal? Niat Membantah, Anggota Dewan Malah Akui Bentak Dokter Icha

Terpopuler
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Viral! Video ‘Handuk Putih Ibu dan Anak’ Bikin Netizen Penasaran, Ini Faktanya
  • Cut Salwa Jadi Trending Topic, Benarkah Ada Video 10 Menit? Ini Fakta yang Terungkap
  • Jangan Klik Link Ini! Tren Viral TikTok ‘Handuk Putih’ Picu Ancaman Phishing Serius
  • Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Banyak Dicari, Waspadai Modus Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.