Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Diduga Jadi Korban Begal, Siswi SMA di Karawang Ditemukan Meninggal di Tepi Sawah

Kamis, 13 Agustus 2026 18:34 WIB

Bandar Narkoba ‘Bos Gendut’ Berhasil Diringkus Petugas Saat Perawatan Kecantikan

Kamis, 13 Agustus 2026 18:26 WIB

Langit Wonosobo Rusak? Tradisi Ratusan Tahun Berubah Jadi Ajang Politik, Netizen Marah Besar!

Kamis, 13 Agustus 2026 17:58 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Diduga Jadi Korban Begal, Siswi SMA di Karawang Ditemukan Meninggal di Tepi Sawah
  • Bandar Narkoba ‘Bos Gendut’ Berhasil Diringkus Petugas Saat Perawatan Kecantikan
  • Langit Wonosobo Rusak? Tradisi Ratusan Tahun Berubah Jadi Ajang Politik, Netizen Marah Besar!
  • Persib Bandung Lepas Gelandang Muda Adzikry Fadlilah ke Persijap Jepara
  • Kebakaran Hebat Gegerkan Panyileukan, Rumah Nyaris Ludes Dilalap Api
  • Uang Jajan Jadi Tabungan, Cara Sederhana Ajarkan Anak Kelola Keuangan Sejak Dini
  • Chelsea Beri Deadline Manchester City, Enzo Fernandez Dibanderol Rp2,8 Triliun
  • Lupa Isi Pulsa atau Kuota? Ini Cara Praktis Beli Lewat DIGI bank bjb
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 13 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Terungkap! Pelaku Kerusuhan Diduga Konsumsi Psikotropika sebelum Anarkis

By SusanaRabu, 13 Mei 2026 18:05 WIB2 Mins Read
Aksi May Day berujung rusuh di Bandung. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kepolisian Daerah Jawa Barat mengungkap temuan baru terkait kasus kerusuhan saat aksi Hari Buruh Internasional (May Day) di kawasan Cikapayang–Tamansari, Kota Bandung. Aparat menyebut sejumlah pelaku diduga mengonsumsi obat keras golongan psikotropika sebelum melakukan aksi anarkis di lokasi kejadian.

Temuan ini memperkuat hasil penyelidikan terhadap 13 orang tersangka yang telah diamankan sebelumnya.

Enam Tersangka Positif Narkoba dan Psikotropika

Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Barat, Kombes Pol Albert Raden Deddy Sulistyo Nugroho, mengatakan dari 13 tersangka yang diamankan, enam di antaranya terbukti positif mengonsumsi narkoba dan psikotropika.

Menurutnya, hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penggunaan obat keras jenis Alprazolam dan Riklona yang ditemukan pada para pelaku kerusuhan di kawasan Dago Cikapayang, Bandung.

“Kami temukan mereka membawa psikotropika jenis Alprazolam dan Riklona,” ujar Albert di Bandung, Rabu (14/5/2026).

Diduga Tingkatkan Keberanian Saat Melakukan Aksi Anarkis

Albert menjelaskan bahwa Alprazolam merupakan psikotropika golongan IV yang memiliki efek menenangkan sekaligus meningkatkan rasa percaya diri bagi penggunanya.

Efek tersebut diduga membuat para pelaku lebih berani melakukan tindakan perusakan, termasuk membakar videotron dan pos polisi saat aksi berlangsung.

“Alprazolam ini menimbulkan rasa ketenangan dan percaya diri yang luar biasa, sehingga mereka berani merusak pos polisi tersebut dan menantang aparat yang bertugas,” jelasnya.

Bedakan Alprazolam dengan Obat Pereda Nyeri

Polda Jabar juga meluruskan informasi terkait obat Tramadol yang kerap disalahartikan publik. Albert menegaskan bahwa Tramadol merupakan obat pereda nyeri dan bukan termasuk psikotropika seperti Alprazolam.

Penegasan ini disampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat terkait jenis-jenis obat keras yang beredar.

Polisi Dalami Dugaan Apotek Jual Obat Tanpa Resep

Lebih lanjut, kepolisian kini tengah mendalami dugaan adanya sejumlah apotek yang menjual obat keras tanpa resep dokter spesialis kejiwaan.

Albert menegaskan bahwa obat psikotropika seperti Alprazolam seharusnya hanya dapat diresepkan oleh dokter spesialis kejiwaan, bukan dokter umum.

“Ada beberapa apotek yang menerima pembelian tanpa resep, atau memberikan obat dengan resep yang tidak sesuai kompetensi,” ungkapnya.

Penyelidikan Masih Berlanjut

Polda Jawa Barat menegaskan bahwa proses penyidikan masih terus berjalan, termasuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan distribusi obat keras yang disalahgunakan.

Kasus ini menjadi perhatian serius aparat karena berkaitan dengan keamanan publik serta potensi penyalahgunaan obat psikotropika dalam aksi-aksi kerusuhan di ruang terbuka.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

aksi anarkis May Day Alprazolam efek apotek jual obat tanpa resep berita kriminal Bandung demo Bandung 2026 kerusuhan Cikapayang Tamansari kerusuhan May Day Bandung narkoba dalam aksi demo Polda Jabar polisi bandung psikotropika Alprazolam Riklona obat keras
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Diduga Jadi Korban Begal, Siswi SMA di Karawang Ditemukan Meninggal di Tepi Sawah

Bandar Narkoba ‘Bos Gendut’ Berhasil Diringkus Petugas Saat Perawatan Kecantikan

Langit Wonosobo Rusak? Tradisi Ratusan Tahun Berubah Jadi Ajang Politik, Netizen Marah Besar!

Kebakaran Hebat Gegerkan Panyileukan, Rumah Nyaris Ludes Dilalap Api

Uang Jajan Jadi Tabungan, Cara Sederhana Ajarkan Anak Kelola Keuangan Sejak Dini

Kisah Pahit Relawan Kebakaran Gunung Gede: Tertahan Birokrasi Hingga Akhirnya Masal Angkat Kaki

Terpopuler
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
  • FOTO: Lebih dari Sepak Bola: Momen Hangat Penuh Respek di Final Piala Presiden 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.