Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Aksi Mbappe ke Kelab Malam saat Cedera Bikin Fans Madrid Geram, Respon Menohok Mourinho Jadi Sorotan

Sabtu, 10 Oktober 2026 21:02 WIB

Jadwal Persib vs Dewa United: Kebugaran Thom Haye dkk Jadi Taruhan!

Sabtu, 10 Oktober 2026 20:56 WIB
Ilustrasi tsunami

Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas

Sabtu, 10 Oktober 2026 20:46 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Aksi Mbappe ke Kelab Malam saat Cedera Bikin Fans Madrid Geram, Respon Menohok Mourinho Jadi Sorotan
  • Jadwal Persib vs Dewa United: Kebugaran Thom Haye dkk Jadi Taruhan!
  • Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas
  • Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian
  • Bukan Ratu Biasa! Inilah Sosok Suthida, Permaisuri Thailand Pemegang Kendali Jet Tempur
  • Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit
  • Ini 5 Kabuptaen di Jawa Barat yang Masuk Zona Merah Tsunami Megathrust
  • The Next Maarten Paes? Aksi Latihan Kiper Cilik Paling Unik dan Keren Se-Indonesia!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 11 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Terungkap! Pelaku Kerusuhan Diduga Konsumsi Psikotropika sebelum Anarkis

By SusanaRabu, 13 Mei 2026 18:05 WIB2 Mins Read
Aksi May Day berujung rusuh di Bandung. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kepolisian Daerah Jawa Barat mengungkap temuan baru terkait kasus kerusuhan saat aksi Hari Buruh Internasional (May Day) di kawasan Cikapayang–Tamansari, Kota Bandung. Aparat menyebut sejumlah pelaku diduga mengonsumsi obat keras golongan psikotropika sebelum melakukan aksi anarkis di lokasi kejadian.

Temuan ini memperkuat hasil penyelidikan terhadap 13 orang tersangka yang telah diamankan sebelumnya.

Enam Tersangka Positif Narkoba dan Psikotropika

Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Barat, Kombes Pol Albert Raden Deddy Sulistyo Nugroho, mengatakan dari 13 tersangka yang diamankan, enam di antaranya terbukti positif mengonsumsi narkoba dan psikotropika.

Menurutnya, hasil pemeriksaan menunjukkan adanya penggunaan obat keras jenis Alprazolam dan Riklona yang ditemukan pada para pelaku kerusuhan di kawasan Dago Cikapayang, Bandung.

Baca Juga:  Polda Jabar Ambil Alih Penyelidikan Insiden Maut di Pernikahan Anak Dedi Mulyadi

“Kami temukan mereka membawa psikotropika jenis Alprazolam dan Riklona,” ujar Albert di Bandung, Rabu (14/5/2026).

Diduga Tingkatkan Keberanian Saat Melakukan Aksi Anarkis

Albert menjelaskan bahwa Alprazolam merupakan psikotropika golongan IV yang memiliki efek menenangkan sekaligus meningkatkan rasa percaya diri bagi penggunanya.

Efek tersebut diduga membuat para pelaku lebih berani melakukan tindakan perusakan, termasuk membakar videotron dan pos polisi saat aksi berlangsung.

“Alprazolam ini menimbulkan rasa ketenangan dan percaya diri yang luar biasa, sehingga mereka berani merusak pos polisi tersebut dan menantang aparat yang bertugas,” jelasnya.

Baca Juga:  Polisi Bongkar Lagi Kasus Promosi Situs Judi Online yang Libatkan Mojang Bandung

Bedakan Alprazolam dengan Obat Pereda Nyeri

Polda Jabar juga meluruskan informasi terkait obat Tramadol yang kerap disalahartikan publik. Albert menegaskan bahwa Tramadol merupakan obat pereda nyeri dan bukan termasuk psikotropika seperti Alprazolam.

Penegasan ini disampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat terkait jenis-jenis obat keras yang beredar.

Polisi Dalami Dugaan Apotek Jual Obat Tanpa Resep

Lebih lanjut, kepolisian kini tengah mendalami dugaan adanya sejumlah apotek yang menjual obat keras tanpa resep dokter spesialis kejiwaan.

Baca Juga:  Tak Penuhi 2 Alat Bukti, Kuasa Hukum Pegi Setiawan Yakin Gugatan Dikabulkan

Albert menegaskan bahwa obat psikotropika seperti Alprazolam seharusnya hanya dapat diresepkan oleh dokter spesialis kejiwaan, bukan dokter umum.

“Ada beberapa apotek yang menerima pembelian tanpa resep, atau memberikan obat dengan resep yang tidak sesuai kompetensi,” ungkapnya.

Penyelidikan Masih Berlanjut

Polda Jawa Barat menegaskan bahwa proses penyidikan masih terus berjalan, termasuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan distribusi obat keras yang disalahgunakan.

Kasus ini menjadi perhatian serius aparat karena berkaitan dengan keamanan publik serta potensi penyalahgunaan obat psikotropika dalam aksi-aksi kerusuhan di ruang terbuka.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita kriminal Bandung Polda Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi tsunami

Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas

Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian

Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit

Ilustrasi tsunami

Ini 5 Kabuptaen di Jawa Barat yang Masuk Zona Merah Tsunami Megathrust

Tembus 33 Ribu Tanda Tangan, Petisi Online Tolak Penutupan Jalan Diponegoro Bandung Makin Masif

Wacana Sistem Tidak Naik Kelas Diberlakukan 2027, Guru dan Siswa Diimbau Siapkan Strategi Baru

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.