Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Heboh Video Viral Cut Salwa, Ini Klarifikasi dan Fakta yang Beredar

Jumat, 19 Juni 2026 21:03 WIB

Bikin Nonton Bola Makin Nyata, Gadget Unik di Kepala Wasit Piala Dunia 2026 Ini Ternyata Punya Fungsi Canggih

Jumat, 19 Juni 2026 20:50 WIB

Mengejutkan! Kreator Konten Kini Wajib Punya NIB, Ini Aturan Terbarunya

Jumat, 19 Juni 2026 20:31 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Heboh Video Viral Cut Salwa, Ini Klarifikasi dan Fakta yang Beredar
  • Bikin Nonton Bola Makin Nyata, Gadget Unik di Kepala Wasit Piala Dunia 2026 Ini Ternyata Punya Fungsi Canggih
  • Mengejutkan! Kreator Konten Kini Wajib Punya NIB, Ini Aturan Terbarunya
  • Solusi HP Lemot: Cara Membersihkan Penyimpanan Android Tanpa Perlu Uninstal Aplikasi
  • Heboh Arti Warna Kontak WhatsApp, Benarkah Tanda Nomor Kita Dihapus atau Diblokir? Ini Faktanya!
  • Bansos Beras 20 Kg dan Minyak Goreng 4 Liter Cair hingga Akhir Juni, Ini Cara Cek Nama Penerima
  • Persib Lepas Federico Barba, Bek Italia Ini Tinggalkan Jejak Penting di Maung Bandung
  • Plot Twist Jule! Hempas Safrie Ramadhan, Kini Sukses Bikin Syahran Dezencly Bertekuk Lutut!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 19 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi ‘Disentil’ Warga Bogor: Mana Atensinya Pak? Erosi Cipamingkis Kian Ganas Akibat Hutan Gundul!

By Aga GustianaSelasa, 5 Mei 2026 09:23 WIB3 Mins Read
Sungai Cipamingkis meluap. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Situasi mencekam menyelimuti warga di Kampung Parakan Panjang, Desa Sukamakmur, Kabupaten Bogor, pada Senin (4/5/2026). Sebuah unggahan video dari akun TikTok @azkiaaaastecu menunjukkan kondisi Kali Cipamingkis yang meluap hingga mencapai status Siaga 1. Arus sungai yang dahsyat dan berwarna cokelat pekat tampak terus menggerus bantaran, memicu kekhawatiran akan terjadinya banjir bandang dan longsor susulan yang dapat melumat pemukiman serta sawah warga.

Dalam video tersebut, seorang pria yang mengenakan peci putih memberikan laporan langsung dari lokasi kejadian. Dengan suara yang beradu dengan gemuruh air, ia melayangkan kritik terbuka dan menagih perhatian dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

“Pak Dedi, Tolong Atensinya!”

Sosok dalam video tersebut tidak bisa menyembunyikan kecemasannya melihat bibir sungai yang semakin terkikis. Ia menegaskan bahwa keselamatan warga kini berada di ujung tanduk akibat degradasi lingkungan yang tidak kunjung ditangani secara serius oleh pemerintah provinsi.

“Pak Dedi, coba ini Pak Dedi, tolong atensinya. Ini Bogor, ini Pak Dedi, liatin dulu. Kita yang ada di Kampung Parakan Panjang, Desa Sukamakmur, Kabupaten Bogor, semakin terancam oleh erosinya air sungai Kali Cipamingkis ini,” lapor pria tersebut sambil menunjuk ke arah aliran sungai yang ganas.

Baca Juga:  Jalur Wisata di Jabar Macet Parah, Sistem One Way dan Contra Flow Diterapkan

Ia melanjutkan bahwa ancaman ini bukanlah fenomena alam biasa, melainkan dampak dari kumulasi kebijakan yang abai terhadap kelestarian ekologi di wilayah hulu.

Kritik Tajam: Bisnis Pariwisata di Atas Kelestarian Alam

Salah satu poin paling krusial dalam laporan warga tersebut adalah sorotan terhadap masifnya alih fungsi lahan di perbukitan Sukamakmur. Wilayah yang seharusnya menjadi benteng resapan air kini berubah menjadi deretan bangunan beton demi kepentingan komersial.

Baca Juga:  Wacana Vasektomi untuk Penerima Bansos, KDM Dinilai Kebablasan: Berpotensi Langgar HAM

“Kenapa kita terancam sekali Pak Dedi? Karena di bukit-bukit sana sudah banyak sekali wisata, tempat-tempat wisata yang dibangun, sehingga hutan ditebang. Gimana ini Pak Dedi, tolong ke sini!” serunya dengan nada penuh desakan.

Kutipan ini menjadi tamparan keras bagi kepemimpinan Dedi Mulyadi. Meskipun sang Gubernur sering kali tampil dengan retorika menjaga kearifan lokal dan budaya “Leuweung” (hutan), realita di lapangan menunjukkan hal yang sebaliknya. Pertumbuhan sektor wisata di Bogor Timur dianggap tidak sejalan dengan perlindungan kawasan konservasi, yang pada akhirnya membebani rakyat kecil dengan risiko bencana tahunan.

Menanti Langkah Nyata, Bukan Sekadar Konten

Status Siaga 1 di Kali Cipamingkis ini menjadi alarm bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Masyarakat menilai bahwa mitigasi bencana tidak cukup hanya dilakukan di hilir atau melalui bantuan logistik pasca-kejadian. Solusi yang dibutuhkan adalah penghentian izin alih fungsi lahan yang ugal-ugalan dan reboisasi besar-besaran di wilayah hulu Sukamakmur.

Baca Juga:  Lisa Mariana Siap Jalani Tes DNA, Polemik dengan Ridwan Kamil Memanas

Gubernur Dedi Mulyadi ditantang untuk berani mengevaluasi kebijakan pariwisata yang merusak ekosistem. Jika pembangunan terus dibiarkan tanpa kendali, maka teriakan warga di pinggiran Kali Cipamingkis akan menjadi nyanyian sedih yang berulang setiap musim hujan tiba.

Hingga saat ini, warga di Kampung Parakan Panjang masih melakukan ronda mandiri untuk mengantisipasi luapan air susulan. Mereka berharap Gubernur tidak hanya mendengar melalui media sosial, tetapi benar-benar hadir memberikan solusi konkret sebelum rumah dan mata pencaharian mereka hanyut dibawa arus Cipamingkis.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

banjir bogor Dedi Mulyadi jawa barat Kabupaten Bogor Kali Cipamingkis Sukamakmur
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mengejutkan! Kreator Konten Kini Wajib Punya NIB, Ini Aturan Terbarunya

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi! Roy Suryo dan Dr Tifa Resmi Diamankan Polisi

Diduga Hilang Konsentrasi, Angkot Berisi Belasan Pelajar Terjungkal di Jalan Menanjak Jatinangor

Topeng Normalitas sang Buronan: Membaca Kelihaian Pelaku Penyekap Wanita Bandung yang Licin dari Kepungan Polisi

Padam Listrik

Pemadaman PLN Bikin Traffic Light Bandung Lumpuh, Ini Dampaknya

Begal

Detik-detik Mencekam Ojol Diburu Begal Bersenjata di Lengkong, Korban Luka Parah!

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.