Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

10 Wisata Kuliner Legendaris di Karawang yang Wajib Dicoba

Minggu, 20 September 2026 06:00 WIB
Keindahan Curug Cimahi, destinasi utama Wisata Cimahi dengan udara sejuk dan pemandangan mempesona

Bosan ke Bandung? Saatnya Eksplorasi 9 Permata Tersembunyi di Kota Cimahi

Minggu, 20 September 2026 01:00 WIB
Ilustrasi begal

Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!

Sabtu, 19 September 2026 20:03 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 10 Wisata Kuliner Legendaris di Karawang yang Wajib Dicoba
  • Bosan ke Bandung? Saatnya Eksplorasi 9 Permata Tersembunyi di Kota Cimahi
  • Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!
  • Waspada Lonjakan Influenza A: Kenali Gejala, Risiko Komplikasi, dan Cara Ampuh Pencegahannya
  • Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!
  • Insiden Memalukan di Asian Games 2026, Korea Selatan Diputarkan Lagu Korea Utara
  • Daftar Lokasi Nobar Resmi Persijap vs Persib Bandung: Titik Kumpul Bobotoh Akhir Pekan Ini
  • Kronologi Lengkap Mahasiswa UPI Tewas Usai Kecelakaan di Jalan A.H. Nasution Bandung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 20 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi ‘Disentil’ Warga Bogor: Mana Atensinya Pak? Erosi Cipamingkis Kian Ganas Akibat Hutan Gundul!

By Aga GustianaSelasa, 5 Mei 2026 09:23 WIB3 Mins Read
Sungai Cipamingkis meluap. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Situasi mencekam menyelimuti warga di Kampung Parakan Panjang, Desa Sukamakmur, Kabupaten Bogor, pada Senin (4/5/2026). Sebuah unggahan video dari akun TikTok @azkiaaaastecu menunjukkan kondisi Kali Cipamingkis yang meluap hingga mencapai status Siaga 1. Arus sungai yang dahsyat dan berwarna cokelat pekat tampak terus menggerus bantaran, memicu kekhawatiran akan terjadinya banjir bandang dan longsor susulan yang dapat melumat pemukiman serta sawah warga.

Dalam video tersebut, seorang pria yang mengenakan peci putih memberikan laporan langsung dari lokasi kejadian. Dengan suara yang beradu dengan gemuruh air, ia melayangkan kritik terbuka dan menagih perhatian dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

“Pak Dedi, Tolong Atensinya!”

Sosok dalam video tersebut tidak bisa menyembunyikan kecemasannya melihat bibir sungai yang semakin terkikis. Ia menegaskan bahwa keselamatan warga kini berada di ujung tanduk akibat degradasi lingkungan yang tidak kunjung ditangani secara serius oleh pemerintah provinsi.

“Pak Dedi, coba ini Pak Dedi, tolong atensinya. Ini Bogor, ini Pak Dedi, liatin dulu. Kita yang ada di Kampung Parakan Panjang, Desa Sukamakmur, Kabupaten Bogor, semakin terancam oleh erosinya air sungai Kali Cipamingkis ini,” lapor pria tersebut sambil menunjuk ke arah aliran sungai yang ganas.

Baca Juga:  Loyalis Fanatik Mulai Tergerus, Warga Makin Berani Kritik Dedi Mulyadi!

Ia melanjutkan bahwa ancaman ini bukanlah fenomena alam biasa, melainkan dampak dari kumulasi kebijakan yang abai terhadap kelestarian ekologi di wilayah hulu.

Kritik Tajam: Bisnis Pariwisata di Atas Kelestarian Alam

Salah satu poin paling krusial dalam laporan warga tersebut adalah sorotan terhadap masifnya alih fungsi lahan di perbukitan Sukamakmur. Wilayah yang seharusnya menjadi benteng resapan air kini berubah menjadi deretan bangunan beton demi kepentingan komersial.

Baca Juga:  Jadi Jawara di Hasil Survei, Tim Pemenangan Dedi-Erwan Ucapkan Terima Kasih untuk Warga

“Kenapa kita terancam sekali Pak Dedi? Karena di bukit-bukit sana sudah banyak sekali wisata, tempat-tempat wisata yang dibangun, sehingga hutan ditebang. Gimana ini Pak Dedi, tolong ke sini!” serunya dengan nada penuh desakan.

Kutipan ini menjadi tamparan keras bagi kepemimpinan Dedi Mulyadi. Meskipun sang Gubernur sering kali tampil dengan retorika menjaga kearifan lokal dan budaya “Leuweung” (hutan), realita di lapangan menunjukkan hal yang sebaliknya. Pertumbuhan sektor wisata di Bogor Timur dianggap tidak sejalan dengan perlindungan kawasan konservasi, yang pada akhirnya membebani rakyat kecil dengan risiko bencana tahunan.

Menanti Langkah Nyata, Bukan Sekadar Konten

Status Siaga 1 di Kali Cipamingkis ini menjadi alarm bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Masyarakat menilai bahwa mitigasi bencana tidak cukup hanya dilakukan di hilir atau melalui bantuan logistik pasca-kejadian. Solusi yang dibutuhkan adalah penghentian izin alih fungsi lahan yang ugal-ugalan dan reboisasi besar-besaran di wilayah hulu Sukamakmur.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Klaim Investasi Jabar Berpotensi Serap 800 Ribu Tenaga Kerja, Soroti Kesiapan SDM

Gubernur Dedi Mulyadi ditantang untuk berani mengevaluasi kebijakan pariwisata yang merusak ekosistem. Jika pembangunan terus dibiarkan tanpa kendali, maka teriakan warga di pinggiran Kali Cipamingkis akan menjadi nyanyian sedih yang berulang setiap musim hujan tiba.

Hingga saat ini, warga di Kampung Parakan Panjang masih melakukan ronda mandiri untuk mengantisipasi luapan air susulan. Mereka berharap Gubernur tidak hanya mendengar melalui media sosial, tetapi benar-benar hadir memberikan solusi konkret sebelum rumah dan mata pencaharian mereka hanyut dibawa arus Cipamingkis.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi jawa barat Kabupaten Bogor
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ilustrasi begal

Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!

Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!

Kronologi Lengkap Mahasiswa UPI Tewas Usai Kecelakaan di Jalan A.H. Nasution Bandung

Jejak Pengabdian Danny Setiawan: Dari Camat di Lebak hingga Kursi Gubernur Jawa Barat

Pamer Lencana KPK, Oknum LSM Pemeras Ketua Kelompok Tani di Sukabumi Dicokok Polisi

Bongkar Alasan Dikick dari Kemenkeu! Aksi ‘Koboy’ Purbaya Berakhir di Kolam Pancing, Siap Kejar Pilgub Jabar?

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.