bukamata.id – Kasus pengeroyokan yang terjadi di Jalan Raya Cileunyi, Kabupaten Bandung, menjadi sorotan publik setelah terungkap para pelaku menggunakan mobil ambulans milik desa saat beraksi.
Aparat dari Polsek Cileunyi berhasil mengamankan dua pelaku berinisial ISR (39) dan FP (19) terkait insiden yang terjadi pada Minggu (26/4/2026).
Kronologi: Bermula dari Insiden Nyaris Senggolan
Kapolsek Cileunyi, Anggy Prasetiyo, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat korban berinisial LRF sedang berteduh di sebuah minimarket karena hujan deras.
Setelah hujan reda, korban hendak melanjutkan perjalanan. Namun, saat memundurkan sepeda motornya, ia hampir menyenggol seorang anak.
Korban kemudian turun dan meminta maaf. Namun situasi justru memanas ketika para pelaku datang dan langsung melontarkan makian hingga melakukan pemukulan.
Pelaku Gunakan Senjata Tajam dan Keroyok Korban
Tidak berhenti di situ, aksi kekerasan semakin brutal ketika salah satu pelaku mengeluarkan senjata tajam jenis golok dan mengayunkannya ke arah korban.
“Salah satu pelaku terlihat membawa golok yang sempat diacungkan ke arah korban,” ujar Anggy.
Beruntung, korban berhasil menghindar sehingga tidak mengalami luka akibat senjata tajam tersebut.
Beberapa orang lain yang diduga rekan pelaku juga ikut terlibat dalam aksi pengeroyokan, membuat situasi semakin mencekam.
Terungkap Gunakan Mobil Ambulans Desa
Kasus ini semakin menjadi perhatian setelah polisi menemukan fakta bahwa para pelaku menggunakan mobil ambulans milik Pemerintah Desa Karangsari, Kabupaten Garut.
Informasi tersebut diperoleh dari hasil penyelidikan yang kemudian ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian.
“Berbekal informasi itu, kami langsung melakukan penelusuran ke wilayah Garut,” jelas Anggy.
Dua Pelaku Ditangkap, Polisi Dalami Keterlibatan Lain
Saat ini, dua pelaku telah diamankan dan sejumlah barang bukti turut disita oleh pihak Polsek Cileunyi.
Polisi juga masih melakukan pendalaman untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku lain dalam kasus ini.
“Kami akan melakukan gelar perkara untuk menentukan status hukum para terduga pelaku,” tegas Anggy.
Kasus Masih Dikembangkan
Penyidik saat ini masih mengumpulkan bukti tambahan serta memeriksa saksi-saksi guna memperkuat proses hukum. Tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah seiring perkembangan penyelidikan.
Imbauan: Waspada Konflik di Jalan
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap menahan diri dan menghindari tindakan kekerasan dalam situasi apa pun, terutama di ruang publik.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa konflik kecil dapat berujung fatal jika tidak disikapi dengan bijak.
Kasus pengeroyokan di Cileunyi tidak hanya menyita perhatian karena aksi kekerasannya, tetapi juga karena penggunaan fasilitas publik berupa ambulans desa. Polisi kini terus mendalami kasus tersebut untuk mengungkap seluruh pelaku yang terlibat.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










