bukamata.id – Ketenangan warga Kota Bandung kembali terusik oleh aksi arogansi di jalanan. Sebuah insiden yang menyerupai aksi “koboi” terjadi di SPBU Jalan M Ramdan, Kecamatan Regol, pada Kamis (23/4/2026) pagi. Dipicu masalah sepele karena tidak mau mengantre saat mengisi BBM, seorang pria nekat menodongkan benda yang diduga senjata api kepada pengendara lain.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 06.28 WIB tersebut terekam jelas oleh kamera pengawas dan ponsel warga hingga menjadi viral di jagat maya. Dalam video tersebut, terlihat seorang pria berjaket terlibat adu mulut hebat dengan konsumen lain yang merasa keberatan jalurnya dipotong.
Kronologi Ketegangan di SPBU
Awalnya, pelaku sempat mundur dari barisan antrean setelah ditegur. Namun, bukannya mereda, emosi pria tersebut justru semakin tersulut. Ia memarkirkan sepeda motornya di area keluar SPBU, lalu berjalan kaki kembali masuk ke area pengisian untuk menemui pengendara yang menegurnya.
Situasi berubah mencekam saat pelaku tiba-tiba mengacungkan benda menyerupai pistol ke arah kerumunan. Aksi berbahaya ini baru berhenti setelah petugas SPBU setempat sigap melakukan intervensi dan melerai kedua belah pihak, hingga akhirnya pelaku melarikan diri dari lokasi.
Penjelasan Pihak Kepolisian
Kapolsek Regol, Kompol Heri Suryadi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Identitas kendaraan pelaku pun telah dikantongi petugas.
“Pada Hari Kamis Tanggal 23 April 2026 sekitar pukul 06.28 WIB di SPBU Jalan M Ramdan No 92 ada pelaku sorang laki-laki dengan menggunakan kendaraan roda dua jenis Honda Shogun Z 6841 ED warna merah hitam, pada saat akan mengisi BBM pelaku tidak mau antri lalu ditegur oleh salah satu pengendara yang antri untuk isi BBM, lalu terjadilah adu mulut antara pelaku dan salah satu pengendara yang antri,” kata Heri dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).
Lebih lanjut, Heri memaparkan bahwa ancaman menggunakan senjata tersebut terjadi di hadapan saksi mata di lokasi kejadian.
“Kemudian pelaku pergi dan memarkirkan kendaraan nya di tambal ban SPBU kemudian menghampiri pengendara yang menegur pelaku tersebut sambil mengeluarkan seperti pistol atau air soft gun, namun dilerai oleh saksi Herman lalu kemudian pelaku pergi meninggalkan SPBU tersebut,” ujarnya.
Penyelidikan Intensif
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Tim penyidik telah mengumpulkan sejumlah bukti krusial untuk mengidentifikasi keberadaan pria berjaket tersebut.
“Kami sudah mengecek TKP, meminta keterangan saksi-saksi, meminta rekaman CCTV dan melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut,” pungkas Heri.
Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi publik mengenai pentingnya etika mengantre dan pengendalian emosi di ruang publik agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










