bukamata.id – Gelombang keluhan masyarakat ramai membanjiri media sosial setelah terjadi pemadaman listrik di wilayah Jawa, Madura, dan Bali sejak 9 hingga 11 Juni 2026. Pemadaman bergilir tersebut memicu gangguan aktivitas warga di sejumlah kota besar.
Sejumlah daerah yang terdampak antara lain Bandung, Bogor, Sukabumi, Bekasi, Yogyakarta, Bangkalan, hingga DKI Jakarta, yang membuat warganet meluapkan kekecewaan di media sosial.
Warga Keluhkan Pemadaman Tanpa Pemberitahuan
Di platform X, banyak pengguna mengeluhkan kurangnya informasi dari pihak PLN terkait jadwal pemadaman. Salah satu akun bahkan menyoroti bahwa informasi pemadaman sering kali baru muncul setelah listrik kembali menyala.
Di Bekasi, warga mengaku mengalami pemadaman listrik selama berjam-jam tanpa pemberitahuan resmi. Kondisi ini turut mengganggu aktivitas kerja, layanan internet, hingga kegiatan usaha.
Fenomena tersebut semakin ramai diperbincangkan setelah data dari Bidang Operasi Sistem P2B beredar di publik.
Sistem Jawa–Madura–Bali Alami Defisit Daya
Berdasarkan data yang beredar, sistem kelistrikan Jawa–Madura–Bali (JAMALI) disebut mengalami defisit daya sebesar 1.302 MW, yang setara dengan pemutusan listrik pada sekitar satu juta pelanggan dengan daya 1.300 watt.
Di tengah situasi tersebut, muncul pula isu mengenai menipisnya pasokan batu bara untuk pembangkit listrik PLN yang semakin memperkeruh informasi di masyarakat.
PLN Minta Maaf dan Sebut Ada Pemeliharaan Sistem
Pihak PLN melalui kanal resmi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan yang terjadi. PLN menjelaskan bahwa pemadaman berkaitan dengan pemeliharaan dan pengaturan sistem kelistrikan guna menjaga stabilitas jaringan.
ESDM Bantah Isu Krisis Batu Bara
Menanggapi berbagai spekulasi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa pemadaman listrik bukan disebabkan oleh krisis batu bara.
Juru Bicara ESDM, Dwi Anggia, memastikan bahwa pasokan energi primer masih dalam kondisi aman.
“Tidak ada pasokan batu bara menipis. Memang ada beberapa gangguan teknis. Kami sudah berkomunikasi dengan PLN untuk mengantisipasi agar peristiwa ini tidak terulang,” ujar Dwi di Jakarta, Kamis (11/6/2026).
ESDM juga membantah adanya gangguan pada Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 yang sebelumnya disebut mempengaruhi produksi batu bara.
Sorotan Gangguan PLTGU Jawa Satu Karawang
Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Jawa Satu di Karawang.
PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (ULP) Kota Bogor sebelumnya menyebut adanya gangguan pembangkit yang berdampak pada manajemen beban untuk mencegah blackout.
Namun, PT Jawa Satu Power (JSP) selaku pengelola menegaskan bahwa pembangkit tetap beroperasi normal dengan beban sekitar 700 MW.
Corporate Secretary JSP, Haidar F, menjelaskan bahwa Unit 1 sedang menjalani proses start-up pascapemeliharaan terjadwal dan akan segera kembali beroperasi penuh sesuai alokasi dari Pusat Pengatur Beban (P2B PLN).
Ia juga menambahkan bahwa proses pemeliharaan selesai lebih cepat dari jadwal yang direncanakan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










