bukamata.id – Dampak musim kemarau tahun 2026 kini dirasakan semakin parah oleh masyarakat di berbagai pelosok Kabupaten Tasikmalaya. Selain sektor pertanian yang terancam gagal panen akibat ancaman kekeringan, krisis air bersih juga meluas dan menyasar ratusan kepala keluarga.
Di Kecamatan Cisayong, warga yang bermukim di Desa Mekarwangi, Santanamekar, hingga Purwasari harus berjuang ekstra keras memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari karena sumur dan sumber mata air di sekitar perkampungan mulai mengering total. Kondisi ini membuat warga sangat mengandalkan bantuan pasokan air dari pihak luar.
“Banyak yang mulai kekeringan banyak yang sulit air. Dapat bantuan ini dari Polisi,” kata Hamid salah satu warga Santana mekar.
Jajaran kepolisian setempat bergerak cepat merespons keluhan warga yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Kapolsek Cisayong AKP Hasan Basri menyatakan bahwa pihaknya mengintensifkan program penyaluran air bersih guna meringankan beban warga di tengah cuaca terik.
“Dampak El Nino cukup terasa di wilayah hukum Polsek Cisayong. Kami sampai hari ini, berarti ini hari ke-2, kita sudah mendistribusikan air bersih untuk masyarakat ada tiga desa di Kecamatan Cisayong, Desa Purwasari, Mekarwangi, dan Santamekar,” ujar Hasan, Rabu (12/8/2026).
Jangkauan bantuan tersebut kemudian diperluas ke wilayah lain, termasuk Dusun Kicau di Desa Nusawangi, di mana sebanyak 47 rumah warga telah menerima pasokan air bersih. Guna menjamin kesehatan warga, pihak kepolisian memastikan air yang dibagikan memenuhi standar layak konsumsi dengan menggandeng badan pengelola air daerah.
“Alhamdulillah kita juga sudah bekerja sama dengan PDAM. Jadi insyaallah air yang digunakan pun adalah air bersih,” lanjutnya.
Situasi darurat air bersih juga mendera warga di Desa Cikarang dan Desa Cikubang, Kecamatan Taraju. Ratusan kepala keluarga terpaksa gigit jari lantaran letak sumber mata air yang tersisa berada jauh dari permukiman.
Menanggapi darurat air tersebut, Forum Koordinasi Tagana Kabupaten Tasikmalaya bersama aparat Desa Cikubang langsung menggelar aksi kemanusiaan penanggulangan kekeringan. Sebanyak 18.000 liter air bersih digelontorkan untuk menyuplai kebutuhan sekitar 380 kepala keluarga yang tersebar di Kampung Legokkalapa, Babakansari, Sindangsari, Babakan Lame, hingga Pasirawi.
“Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan respons FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya bersama Pemerintah Desa Cikubang dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih di tengah kondisi kekeringan,” Kata Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya Jembar Adi setia pada detikjabar rabu (12/8).
Pihak Tagana menegaskan komitmennya untuk terus siaga mendampingi pemerintah desa dalam menyalurkan bantuan darurat selama musim kemarau masih berlangsung.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengingatkan bahwa puncak fenomena El Nino tahun ini berpotensi memperpanjang masa kekeringan di sejumlah daerah Jawa Barat, termasuk Tasikmalaya. Masyarakat diimbau untuk menghemat penggunaan air bersih serta waspada terhadap risiko kebakaran lahan maupun gangguan kesehatan akibat suhu panas ekstrem.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










