bukamata.id – Kawasan Jalan Asia Afrika Bandung bukan hanya menjadi saksi perjalanan sejarah Indonesia dan dunia, tetapi juga berkembang menjadi salah satu destinasi wisata sejarah paling populer di Kota Bandung.
Setiap sudut kawasan ini menyimpan jejak masa lalu yang berpadu dengan aktivitas wisata modern. Deretan bangunan cagar budaya, arsitektur bersejarah, hingga atraksi kreatif jalanan menjadikan Jalan Asia Afrika selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Berikut sejumlah bangunan dan ikon wisata yang dapat ditemukan di sepanjang Jalan Asia Afrika Bandung.
Tugu 0 Kilometer Bandung
Salah satu titik paling ikonik di kawasan ini adalah Tugu 0 Kilometer Kota Bandung. Lokasi tersebut memiliki nilai historis karena berkaitan dengan pemindahan pusat pemerintahan Kabupaten Bandung dari Krapyak serta pembangunan Jalan Raya Pos yang diperintahkan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels pada awal abad ke-19.
Kini, Tugu 0 Kilometer menjadi salah satu spot favorit wisatawan untuk berfoto dan menandai kunjungan mereka ke pusat Kota Bandung.
Grand Hotel Preanger
Berlokasi di Jalan Asia Afrika Nomor 81, Grand Hotel Preanger merupakan hotel bersejarah yang telah berdiri sejak tahun 1929.
Hotel berbintang lima ini ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya dan dikenal karena arsitekturnya yang megah. Pada perhelatan Konferensi Asia Afrika tahun 1955, hotel ini menjadi tempat menginap sejumlah delegasi dan tamu penting dari berbagai negara.
Hotel Savoy Homann
Bangunan bersejarah lainnya adalah Hotel Savoy Homann, yang berdiri sejak tahun 1871.
Hotel yang terkenal dengan desain arsitektur Art Deco ini menjadi salah satu ikon Kota Bandung. Saat Konferensi Asia Afrika 1955 berlangsung, hotel ini menjadi tempat menginap para kepala negara dan delegasi dari berbagai negara Asia dan Afrika.
Hingga kini, Savoy Homann masih menjadi salah satu destinasi wisata sejarah favorit di Bandung.
Gedung Merdeka
Tidak lengkap membahas Jalan Asia Afrika tanpa menyebut Gedung Merdeka.
Bangunan yang awalnya bernama Societeit Concordia ini didirikan pada tahun 1895 dan kemudian diubah namanya menjadi Gedung Merdeka oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.
Gedung ini menjadi lokasi bersejarah penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955, yang mempertemukan para pemimpin negara-negara Asia dan Afrika dalam semangat solidaritas serta anti-kolonialisme.
Saat ini, Gedung Merdeka juga menjadi lokasi Museum Konferensi Asia Afrika yang terbuka untuk umum.
Gedung De Vries
Di sepanjang Jalan Asia Afrika juga berdiri Gedung De Vries, yang dikenal sebagai toko serba ada atau department store pertama di Bandung.
Bangunan yang didirikan oleh Andreas de Vries pada akhir abad ke-19 ini pernah menjadi pusat perbelanjaan modern pada zamannya.
Setelah mengalami berbagai perubahan fungsi, gedung cagar budaya tersebut direvitalisasi pada 2011 dan kini digunakan sebagai kantor perbankan.
Cosplay Hantu Asia Afrika yang Viral
Selain wisata sejarah, Jalan Asia Afrika juga dikenal dengan atraksi kreatif yang unik, yaitu cosplay hantu yang diperankan komunitas Comjurig.
Sejak sekitar tahun 2016, para anggota komunitas ini rutin hadir setiap sore hingga malam dengan mengenakan kostum karakter hantu khas Indonesia seperti Kuntilanak, Wewe Gombel, Pocong, hingga Genderuwo.
Kehadiran mereka menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin berfoto dan merasakan suasana berbeda saat berkunjung ke kawasan Asia Afrika Bandung.
Destinasi Wisata Sejarah Favorit di Bandung
Perpaduan antara bangunan bersejarah, nilai budaya, serta kreativitas masyarakat menjadikan Jalan Asia Afrika sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Kota Bandung.
Tidak hanya menawarkan pengalaman edukatif tentang sejarah Indonesia, kawasan ini juga menghadirkan berbagai spot foto menarik dan aktivitas wisata yang cocok untuk seluruh kalangan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









