Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?

Jumat, 16 Oktober 2026 21:01 WIB

Target 4 Perunggu Asian Para Games 2026, Indonesia Awali Perjuangan dengan Dua Kemenangan

Jumat, 16 Oktober 2026 20:33 WIB

IHSG Terjun ke Level 5.185, Kapolri Perintahkan Bareskrim Selidiki Dugaan Pidana

Jumat, 16 Oktober 2026 20:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 100 Persen Pulih, Beckham Putra Bakal Jadi Senjata Persib Kontra Persik Kediri?
  • Target 4 Perunggu Asian Para Games 2026, Indonesia Awali Perjuangan dengan Dua Kemenangan
  • IHSG Terjun ke Level 5.185, Kapolri Perintahkan Bareskrim Selidiki Dugaan Pidana
  • Tragedi Kebakaran Bromo! 4 Orang Tewas, Petugas TNBTS dan Relawan Terjebak Kobaran Api
  • Dana Bencana Rp148 Miliar Diduga Dikorupsi, Adik Eks Kepala BNPB Jadi Tersangka
  • Kabar Duka! Aktor Senior Yadi Timo Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun
  • 3 Wakil Indonesia Berburu Semifinal Denmark Open 2026, Putri KW Hadapi Penguasa China
  • Agnez Mo Jadi Artis Indonesia Pertama yang Punya Patung Lilin di Madame Tussauds Hollywood
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Misteri Pelarian yang Terputus: ZAAQ Masih Sekolah Sebelum Ditemukan Tewas di Eks Kampung Gajah

By Aga GustianaSabtu, 14 Februari 2026 14:51 WIB3 Mins Read
Ilustrasi korban meninggal dunia. (Foto: Ilustrasi/net)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Duka menyelimuti jagat pendidikan di Kota Bandung. Teka-teki hilangnya seorang siswa kelas VII SMP Negeri 26 Bandung berinisial ZAAQ berakhir memilukan. Setelah dinyatakan hilang selama beberapa hari, remaja tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan bekas objek wisata Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (13/2) malam.

Kabar ini mengejutkan banyak pihak, terutama karena lokasi penemuan korban berada di area yang kini terbengkalai. Pihak sekolah yang terus memantau proses pencarian sejak awal merasa sangat terpukul atas tragedi yang menimpa anak didik mereka.

Meluruskan Simpang Siur Waktu Hilangnya Korban

Kepala Sekolah SMPN 26 Bandung, Titin Supriatin, memberikan klarifikasi terkait kronologi keberangkatan ZAAQ sebelum dinyatakan hilang. Ia meluruskan informasi yang beredar di media sosial mengenai waktu hilangnya sang pelajar. Menurut Titin, korban masih mengikuti kegiatan sekolah secara penuh pada hari Senin.

“Karena di pemberitaan yang berseliweran itu kan hilangnya Senin pagi. Pergi dari rumahnya katanya Senin pagi. Senin masih di sekolah full ada,” ungkap Titin saat memberikan keterangan, Sabtu (14/2/2026).

Baca Juga:  Viral! Pencopetan di Mal Bandung Terekam CCTV, iPhone 17 Pro Max Raib Usai Salat Magrib

Penjelasan ini didasarkan pada data absensi di buku piket sekolah yang menunjukkan bahwa ZAAQ hadir di kelas VII G hingga jam pelajaran usai. Pihak keamanan sekolah dan wali kelas pun mengonfirmasi bahwa korban pulang bersama teman-temannya di waktu yang normal.

“Masih ada. Ya, makanya kita juga dengan Disdik lagi koordinasi. Kita diminta informasi. Karena saya minta ngecek kan ya. Minta ngecek di Buku Piket, ada, jadi Kelas VII G itu masuk semuanya. Termasuk yang bersangkutan, ada,” jelasnya lebih lanjut.

Jejak yang Terputus Sejak Selasa

Misteri mulai menyelimuti ketika memasuki hari Selasa (10/2). Keluarga melaporkan bahwa ZAAQ tidak kunjung kembali ke rumah sejak malam sebelumnya. Titin menyebutkan pihak sekolah baru mendapatkan kabar resmi pada hari Selasa pagi melalui kerabat korban.

Baca Juga:  Tragedi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung: Gelang Digunting Tanpa Cek Identitas, Nyawa Bayi Jadi Taruhan!

“Jadi hari Selasa itu, bibinya baru ngabarin izin tidak bisa masuk karena belum pulang,” tuturnya.

Pencarian sempat diwarnai dengan kabar bohong (hoax) yang menyebutkan ZAAQ terlihat di wilayah Garut. Namun, setelah dikonfirmasi pihak sekolah ke keluarga, informasi tersebut terbukti tidak benar hingga akhirnya sang siswa ditemukan di wilayah Parongpong dalam kondisi tak bernyawa.

“Hari Selasa malam. Selasa malam, kehilangan anak tersebut. Sampai muncul pemberitaan, sampai dipost di grup gitu ya,” kata Titin mengenang momen awal pelaporan kehilangan tersebut.

Duka Mendalam dan Komitmen Perlindungan Anak

Keluarga besar SMPN 26 Bandung mengaku sangat terpukul. Tragedi ini menjadi luka bagi lingkungan sekolah yang selama ini berupaya keras menciptakan ruang aman bagi para siswa dari segala bentuk tindakan kekerasan atau kriminalitas.

Baca Juga:  Susul Kembarannya, Anak Harimau Benggala Huru Mati di Bandung Zoo

“Kita sudah sampaikan ke pihak keluarga juga, itu bukan hanya duka untuk keluarganya, tapi bagi kami juga, di pihak SMPN 26 ya sangat merasa terpukul,” ucap Titin dengan nada berat.

Hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban dan kronologi bagaimana ia bisa sampai di eks objek wisata Kampung Gajah masih dalam penyelidikan pihak berwajib. Sekolah masih menunggu informasi utuh dari kepolisian mengenai siapa sosok yang membawa pergi almarhum.

“Di sekolah kita sangat berupaya untuk melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan… eh tahunya kecolongan, bahwa anak kita ada yang bawa, tapi belum jelas, apakah yang bawa itu orang yang dia kenal, atau tidak dikenal,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita bandung hari ini
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

IHSG Terjun ke Level 5.185, Kapolri Perintahkan Bareskrim Selidiki Dugaan Pidana

Tragedi Kebakaran Bromo! 4 Orang Tewas, Petugas TNBTS dan Relawan Terjebak Kobaran Api

Ilustrasi korupsi

Dana Bencana Rp148 Miliar Diduga Dikorupsi, Adik Eks Kepala BNPB Jadi Tersangka

Viral Petugas SPBU Menangis di Depan I Wayan Koster: Saya Bukan Robot, Pak!

Diduga Jadi Korban Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen PIK 2

Nasib Tragis Pria di Bandung, Mengaku Ditipu Rekan Bisnis Puluhan Juta lalu Dibuang di Cimenyan

Terpopuler
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • Ramai Kritik Ornamen Candi di Gedung Sate, Warga Sentil Dedi Mulyadi: Estetik Henteu, Fungsional Komo!
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Kontroversi Jalan Diponegoro Bandung: Demi Ruang Publik atau Menabrak Tata Ruang?
  • Siap-siap Cair! Panduan Cek Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Oktober-Desember 2026 Pakai NIK KTP
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.