Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

7 Langkah Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu, Cukup dari HP

Minggu, 25 Oktober 2026 17:30 WIB
PENUSUKAN

Petang Berdarah di Pasar Induk Caringin! Polisi Buru 30 Penyerang

Minggu, 25 Oktober 2026 15:07 WIB

Bukan Cuma Modal Tampan! Alasan Gede Ais Bikin Geger Mister International 2026 Hingga Tembus 3 Besar

Minggu, 25 Oktober 2026 14:38 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 7 Langkah Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu, Cukup dari HP
  • Petang Berdarah di Pasar Induk Caringin! Polisi Buru 30 Penyerang
  • Bukan Cuma Modal Tampan! Alasan Gede Ais Bikin Geger Mister International 2026 Hingga Tembus 3 Besar
  • Senjata Persib Kembali! Beckham dan Ragnar Siap Gempur Garudayaksa
  • Bukan Cuma Nostalgia, 5 Tempat Makan Jadul Bandung Ini Rasanya Tak Pernah Berubah
  • Cuma Gara-gara Dikira Melirik Pacar, Remaja di Garut Todongkan Golok!
  • Nobar Persib vs Garudayaksa, Bobotoh Merapat ke 10 Lokasi Ini!
  • Lampaui Target Dua Kali Lipat! Indonesia Bawa Pulang 15 Emas dari Asian Para Games 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 25 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bikin Merinding! Aksi Heroik Deki Degei Pimpin Upacara Hardiknas dengan Satu Kaki

By SusanaSelasa, 5 Mei 2026 10:43 WIB4 Mins Read
Kisah inspiratif Deki Degei, siswa Papua Tengah yang memimpin upacara Hardiknas 2026 dengan satu kaki. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Nabire, Papua Tengah, menghadirkan sebuah kisah yang tak sekadar menyentuh, tetapi juga menggugah cara pandang tentang pendidikan, kesetaraan, dan arti keteguhan hidup.

Di tengah lapangan sederhana Mepa Boarding School, sorotan tertuju pada seorang remaja bernama Deki Degei, sosok yang membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah batas untuk memimpin dan bermimpi.

Berdiri Tegap dengan Satu Kaki, Menggetarkan Upacara Hardiknas

Sabtu pagi, 2 Mei 2026, suasana di Nabire Barat mendadak hening saat Deki melangkah ke tengah lapangan. Dengan hanya satu kaki, tanpa tongkat maupun kaki palsu, ia berdiri tegap sebagai pemimpin upacara.

Suara lantangnya memecah keheningan.

“Kepada pembina upacara, hormat… grak!”

Komando itu dikumandangkan dengan penuh keyakinan di hadapan Meki Nawipa dan ratusan peserta upacara. Tak ada keraguan. Tak ada rasa takut yang tampak. Hanya keberanian yang utuh.

Upacara Hardiknas ke-68 ini terasa berbeda. Seluruh petugas berasal dari siswa sekolah luar biasa (SLB), menjadikannya simbol nyata pendidikan inklusif yang hidup dan berjalan di Papua Tengah.

Perjalanan Hidup: Dari Tragedi ke Keteguhan

Kisah Deki bukanlah perjalanan yang mudah. Ia lahir di pedalaman Kabupaten Paniai dan mengalami kecelakaan tragis saat berusia enam tahun di Jayapura. Kaki kirinya harus diamputasi setelah terlindas truk saat menyeberang jalan bersama ayahnya.

Namun, titik terendah itu justru menjadi awal dari kekuatan mentalnya.

Alih-alih bergantung pada alat bantu, Deki memilih jalan yang tidak biasa. Ia menolak tongkat dan bahkan kaki palsu yang pernah diberikan oleh pemerintah daerah. Ia memilih bergerak dengan satu kaki, melompat, berlari, dan menjalani hidup dengan caranya sendiri.

Keputusan itu membentuknya menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri.

Kehidupan di Kampung dan Semangat Tanpa Batas

Masa kecil Deki di Paniai diwarnai dengan keterbatasan fasilitas. Untuk mendapatkan air bersih saja, ia harus menempuh perjalanan naik turun gunung. Namun, kondisi tersebut tidak pernah melemahkan semangatnya.

Ia tetap aktif bersekolah, bermain voli, dan bergaul seperti anak-anak lainnya. Lingkungan yang suportif tanpa perundungan menjadi salah satu faktor penting yang menjaga mentalnya tetap kuat.

Dukungan dari keluarga, teman, dan guru menjadi bahan bakar yang terus mendorongnya melangkah maju.

Mepa Boarding School: Tempat Tumbuhnya Mimpi

Kesempatan besar datang saat Deki melanjutkan pendidikan di Mepa Boarding School, sebuah sekolah milik Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang mengusung konsep pendidikan inklusif.

Sekolah ini bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang pembentukan karakter, spiritualitas, dan kepemimpinan. Di sinilah Deki mulai menunjukkan potensinya.

Ia bahkan dipercaya menjadi koordinator keamanan dalam struktur OSIS, peran yang menunjukkan kepercayaan sekolah terhadap kapasitas kepemimpinannya.

Persiapan Singkat, Hasil Maksimal

Menjadi pemimpin upacara Hardiknas bukanlah hal yang direncanakan lama. Deki hanya memiliki waktu beberapa hari untuk berlatih.

Ia mempelajari setiap detail:

  • Sikap sempurna
  • Baris-berbaris
  • Pelafalan komando

Rasa takut sempat menghampiri. Namun, dengan latihan intens dan tekad kuat, ia mampu mengatasi semuanya.

Hasilnya terlihat jelas, ia memimpin upacara selama hampir 40 menit tanpa goyah.

Mimpi Besar dari Tanah Papua

Di balik senyum sederhana, Deki menyimpan mimpi besar.

“Kelak saya ingin jadi kepala dinas pendidikan, supaya anak-anak Papua bisa semakin pintar dan cerdas.”

Bagi Deki, pendidikan bukan sekadar proses belajar di kelas. Pendidikan adalah jalan untuk membuktikan bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki hak yang sama untuk sukses.

Apresiasi Gubernur dan Harapan Masa Depan

Penampilan Deki mendapat perhatian langsung dari Gubernur Papua Tengah. Ia menyampaikan apresiasi atas keberanian dan semangat yang ditunjukkan.

Menurutnya, Deki adalah representasi masa depan Papua, anak muda yang mampu mengubah keterbatasan menjadi kekuatan.

Lebih dari sekadar simbol, Deki kini menjadi inspirasi bagi program pemerataan pendidikan di Papua Tengah. Ia menjadi bukti bahwa pendidikan inklusif bukan hanya wacana, tetapi realitas yang harus terus diperjuangkan.

Reaksi Warganet: Haru dan Dukungan Mengalir

Kisah Deki juga viral di media sosial dan menuai berbagai respons positif. Banyak warganet yang terharu dan memberikan dukungan.

Beberapa komentar di Instagram menunjukkan empati dan harapan:

  • “Semoga bisa sekolah tinggi, ada yang kasih beasiswa.”
  • “Keren, ini baru semangat NKRI. Semoga difasilitasi kaki palsu.”
  • “Sehat-sehat terus Deki, kamu inspirasi!”

Respons ini menunjukkan bahwa kisah Deki tidak hanya menyentuh secara lokal, tetapi juga nasional.

Simbol Pendidikan Inklusif yang Nyata

Kehadiran Deki di upacara Hardiknas 2026 menjadi simbol kuat bahwa pendidikan harus merangkul semua kalangan.

Tidak boleh ada anak yang tertinggal hanya karena keterbatasan fisik atau akses.

Mepa Boarding School sebagai institusi pendidikan inklusif menjadi contoh nyata bagaimana sistem pendidikan dapat menghadirkan kesempatan yang setara bagi semua.

Penutup: Lebih dari Sekadar Pemimpin Upacara

Hari itu, Deki Degei tidak hanya memimpin jalannya upacara.

Ia memimpin cara pandang.

Ia menunjukkan bahwa keberanian, ketekunan, dan kesempatan yang adil adalah inti dari pendidikan yang sesungguhnya.

Langkahnya mungkin tidak sempurna, tetapi tekadnya utuh dan justru itulah yang membuatnya luar biasa.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

7 Langkah Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu, Cukup dari HP

PENUSUKAN

Petang Berdarah di Pasar Induk Caringin! Polisi Buru 30 Penyerang

Cuma Gara-gara Dikira Melirik Pacar, Remaja di Garut Todongkan Golok!

Jangan Lupa Payung! Bandung dan 17 Daerah Jabar Diprediksi Hujan Hari Ini

30 Orang Serang Juru Parkir di Pasar Induk Caringin, Satu Tewas

Aksi Anarkis di Garut Viral, Pemotor Dikeroyok Sekelompok Pemuda Hingga Terjatuh

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Rapimnas PII 2026 Anugerahkan Penghargaan Narendra Dharma Abiyanta kepada Tiga Gubernur
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.