Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Game Free Fire

Serbu Reward Akhir Pekan! Klaim Kode Redeem FF Hari Ini 20 Juni 2026, Amankan Skin Senjata dan Diamond Gratis

Sabtu, 20 Juni 2026 01:00 WIB

Usai Bruno Fernandes, Kini Joao Neves dan Kekasihnya Jadi Sasaran Amuk Pendukung Cristiano Ronaldo

Jumat, 19 Juni 2026 21:40 WIB

Mirip Film Sci-Fi! Arab Saudi Bangun Danau Air Tawar Raksasa Senilai Rp125 Triliun di Tengah Gurun Pasir

Jumat, 19 Juni 2026 21:20 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Serbu Reward Akhir Pekan! Klaim Kode Redeem FF Hari Ini 20 Juni 2026, Amankan Skin Senjata dan Diamond Gratis
  • Usai Bruno Fernandes, Kini Joao Neves dan Kekasihnya Jadi Sasaran Amuk Pendukung Cristiano Ronaldo
  • Mirip Film Sci-Fi! Arab Saudi Bangun Danau Air Tawar Raksasa Senilai Rp125 Triliun di Tengah Gurun Pasir
  • Heboh Video Viral Cut Salwa, Ini Klarifikasi dan Fakta yang Beredar
  • Bikin Nonton Bola Makin Nyata, Gadget Unik di Kepala Wasit Piala Dunia 2026 Ini Ternyata Punya Fungsi Canggih
  • Mengejutkan! Kreator Konten Kini Wajib Punya NIB, Ini Aturan Terbarunya
  • Solusi HP Lemot: Cara Membersihkan Penyimpanan Android Tanpa Perlu Uninstal Aplikasi
  • Heboh Arti Warna Kontak WhatsApp, Benarkah Tanda Nomor Kita Dihapus atau Diblokir? Ini Faktanya!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 20 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Bikin Merinding! Aksi Heroik Deki Degei Pimpin Upacara Hardiknas dengan Satu Kaki

By SusanaSelasa, 5 Mei 2026 10:43 WIB4 Mins Read
Kisah inspiratif Deki Degei, siswa Papua Tengah yang memimpin upacara Hardiknas 2026 dengan satu kaki. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Nabire, Papua Tengah, menghadirkan sebuah kisah yang tak sekadar menyentuh, tetapi juga menggugah cara pandang tentang pendidikan, kesetaraan, dan arti keteguhan hidup.

Di tengah lapangan sederhana Mepa Boarding School, sorotan tertuju pada seorang remaja bernama Deki Degei, sosok yang membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah batas untuk memimpin dan bermimpi.

Berdiri Tegap dengan Satu Kaki, Menggetarkan Upacara Hardiknas

Sabtu pagi, 2 Mei 2026, suasana di Nabire Barat mendadak hening saat Deki melangkah ke tengah lapangan. Dengan hanya satu kaki, tanpa tongkat maupun kaki palsu, ia berdiri tegap sebagai pemimpin upacara.

Suara lantangnya memecah keheningan.

“Kepada pembina upacara, hormat… grak!”

Komando itu dikumandangkan dengan penuh keyakinan di hadapan Meki Nawipa dan ratusan peserta upacara. Tak ada keraguan. Tak ada rasa takut yang tampak. Hanya keberanian yang utuh.

Upacara Hardiknas ke-68 ini terasa berbeda. Seluruh petugas berasal dari siswa sekolah luar biasa (SLB), menjadikannya simbol nyata pendidikan inklusif yang hidup dan berjalan di Papua Tengah.

Perjalanan Hidup: Dari Tragedi ke Keteguhan

Kisah Deki bukanlah perjalanan yang mudah. Ia lahir di pedalaman Kabupaten Paniai dan mengalami kecelakaan tragis saat berusia enam tahun di Jayapura. Kaki kirinya harus diamputasi setelah terlindas truk saat menyeberang jalan bersama ayahnya.

Baca Juga:  KISAHNYA BIKIN MERINDING! Anak Penjual Ikan Tanpa 2 Kaki Sukses Raih Gelar Doktor Dengan IPK 4.00!

Namun, titik terendah itu justru menjadi awal dari kekuatan mentalnya.

Alih-alih bergantung pada alat bantu, Deki memilih jalan yang tidak biasa. Ia menolak tongkat dan bahkan kaki palsu yang pernah diberikan oleh pemerintah daerah. Ia memilih bergerak dengan satu kaki, melompat, berlari, dan menjalani hidup dengan caranya sendiri.

Keputusan itu membentuknya menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri.

Kehidupan di Kampung dan Semangat Tanpa Batas

Masa kecil Deki di Paniai diwarnai dengan keterbatasan fasilitas. Untuk mendapatkan air bersih saja, ia harus menempuh perjalanan naik turun gunung. Namun, kondisi tersebut tidak pernah melemahkan semangatnya.

Ia tetap aktif bersekolah, bermain voli, dan bergaul seperti anak-anak lainnya. Lingkungan yang suportif tanpa perundungan menjadi salah satu faktor penting yang menjaga mentalnya tetap kuat.

Dukungan dari keluarga, teman, dan guru menjadi bahan bakar yang terus mendorongnya melangkah maju.

Mepa Boarding School: Tempat Tumbuhnya Mimpi

Kesempatan besar datang saat Deki melanjutkan pendidikan di Mepa Boarding School, sebuah sekolah milik Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang mengusung konsep pendidikan inklusif.

Sekolah ini bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang pembentukan karakter, spiritualitas, dan kepemimpinan. Di sinilah Deki mulai menunjukkan potensinya.

Baca Juga:  Jangan Lewatkan! Jadwal Upacara Hardiknas 2026 dan Filosofinya

Ia bahkan dipercaya menjadi koordinator keamanan dalam struktur OSIS, peran yang menunjukkan kepercayaan sekolah terhadap kapasitas kepemimpinannya.

Persiapan Singkat, Hasil Maksimal

Menjadi pemimpin upacara Hardiknas bukanlah hal yang direncanakan lama. Deki hanya memiliki waktu beberapa hari untuk berlatih.

Ia mempelajari setiap detail:

  • Sikap sempurna
  • Baris-berbaris
  • Pelafalan komando

Rasa takut sempat menghampiri. Namun, dengan latihan intens dan tekad kuat, ia mampu mengatasi semuanya.

Hasilnya terlihat jelas, ia memimpin upacara selama hampir 40 menit tanpa goyah.

Mimpi Besar dari Tanah Papua

Di balik senyum sederhana, Deki menyimpan mimpi besar.

“Kelak saya ingin jadi kepala dinas pendidikan, supaya anak-anak Papua bisa semakin pintar dan cerdas.”

Bagi Deki, pendidikan bukan sekadar proses belajar di kelas. Pendidikan adalah jalan untuk membuktikan bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki hak yang sama untuk sukses.

Apresiasi Gubernur dan Harapan Masa Depan

Penampilan Deki mendapat perhatian langsung dari Gubernur Papua Tengah. Ia menyampaikan apresiasi atas keberanian dan semangat yang ditunjukkan.

Menurutnya, Deki adalah representasi masa depan Papua, anak muda yang mampu mengubah keterbatasan menjadi kekuatan.

Lebih dari sekadar simbol, Deki kini menjadi inspirasi bagi program pemerataan pendidikan di Papua Tengah. Ia menjadi bukti bahwa pendidikan inklusif bukan hanya wacana, tetapi realitas yang harus terus diperjuangkan.

Baca Juga:  Sambut Hari Pendidikan Nasional 2026, bank bjb Ajak Masyarakat Terus Berinovasi Melalui Belajar

Reaksi Warganet: Haru dan Dukungan Mengalir

Kisah Deki juga viral di media sosial dan menuai berbagai respons positif. Banyak warganet yang terharu dan memberikan dukungan.

Beberapa komentar di Instagram menunjukkan empati dan harapan:

  • “Semoga bisa sekolah tinggi, ada yang kasih beasiswa.”
  • “Keren, ini baru semangat NKRI. Semoga difasilitasi kaki palsu.”
  • “Sehat-sehat terus Deki, kamu inspirasi!”

Respons ini menunjukkan bahwa kisah Deki tidak hanya menyentuh secara lokal, tetapi juga nasional.

Simbol Pendidikan Inklusif yang Nyata

Kehadiran Deki di upacara Hardiknas 2026 menjadi simbol kuat bahwa pendidikan harus merangkul semua kalangan.

Tidak boleh ada anak yang tertinggal hanya karena keterbatasan fisik atau akses.

Mepa Boarding School sebagai institusi pendidikan inklusif menjadi contoh nyata bagaimana sistem pendidikan dapat menghadirkan kesempatan yang setara bagi semua.

Penutup: Lebih dari Sekadar Pemimpin Upacara

Hari itu, Deki Degei tidak hanya memimpin jalannya upacara.

Ia memimpin cara pandang.

Ia menunjukkan bahwa keberanian, ketekunan, dan kesempatan yang adil adalah inti dari pendidikan yang sesungguhnya.

Langkahnya mungkin tidak sempurna, tetapi tekadnya utuh dan justru itulah yang membuatnya luar biasa.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

deki degei Hardiknas 2026 kisah inspiratif papua mepa boarding school pemimpin upacara satu kaki pendidikan inklusif indonesia siswa disabilitas inspiratif
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mengejutkan! Kreator Konten Kini Wajib Punya NIB, Ini Aturan Terbarunya

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi! Roy Suryo dan Dr Tifa Resmi Diamankan Polisi

Diduga Hilang Konsentrasi, Angkot Berisi Belasan Pelajar Terjungkal di Jalan Menanjak Jatinangor

Topeng Normalitas sang Buronan: Membaca Kelihaian Pelaku Penyekap Wanita Bandung yang Licin dari Kepungan Polisi

Padam Listrik

Pemadaman PLN Bikin Traffic Light Bandung Lumpuh, Ini Dampaknya

Begal

Detik-detik Mencekam Ojol Diburu Begal Bersenjata di Lengkong, Korban Luka Parah!

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.