Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

4 Toko Donat Enak di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Mulai Rp7 Ribuan!

Selasa, 11 Agustus 2026 20:35 WIB

Kembali Bertemu Manila Digger FC, Ini Jadwal Tanding Persib Bandung di Kualifikasi ACL Two

Selasa, 11 Agustus 2026 20:30 WIB

Mirip Zendaya, Dancer Asal Lombok Ini Punya Skill Silat bak Spider-Man

Selasa, 11 Agustus 2026 20:15 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 4 Toko Donat Enak di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Mulai Rp7 Ribuan!
  • Kembali Bertemu Manila Digger FC, Ini Jadwal Tanding Persib Bandung di Kualifikasi ACL Two
  • Mirip Zendaya, Dancer Asal Lombok Ini Punya Skill Silat bak Spider-Man
  • Persib Langsung Dapat Lawan Berat! Ini Jadwal Lengkap Super League 2026/2027
  • Niat Cari Untung Malah Dikejar Debt Collector: Gadis Ciamis Kena Tipu Investasi Bodong Berkedok Paylater
  • League Cup 2026/2027 Batasi Pemain Asing Cuma 3, Persib dan Borneo FC Dapat Keistimewaan
  • Anggaran RTH Bandung ‘Bolong’, Akademisi Soroti Putusnya Rantai RPJMD hingga APBD
  • Skandal ‘Suap Seksual’ Guncang Sepak Bola Korea Selatan: KFA Diduga Fasilitasi Panti Pijat untuk Wasit Asing
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Buru Link Video Batang Membara Viral ‘Rp250 Juta’, Polisi Bongkar Modus Telegram Misterius

By SusanaSelasa, 5 Mei 2026 05:00 WIB3 Mins Read
Heboh link video Bandar Membara Viral. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus video viral bertajuk “Bandar Bergetar” yang menghebohkan jagat maya akhirnya mulai menemukan titik terang. Penyebaran konten yang sempat ramai di berbagai platform digital ini diduga berawal dari iming-iming uang besar yang ditawarkan oleh akun Telegram misterius.

Polres Batang saat ini masih mendalami kasus yang menyeret pasangan muda berinisial SE (26) dan TA (19), yang diduga menjadi pemeran dalam video tersebut.

Iming-iming Rp250 Juta Jadi Awal Masalah

Kasus ini bermula dari tawaran mencurigakan yang dikirim melalui aplikasi Telegram. Akun anonim tersebut menjanjikan pembayaran hingga Rp250 juta jika korban bersedia mengirimkan konten video tertentu.

Awalnya, pelaku hanya meminta konten ringan seperti foto atau video biasa dengan imbalan kecil. Namun, setelah beberapa kali transaksi awal, pelaku mulai meningkatkan permintaan hingga ke konten sensitif.

Tercatat ada beberapa transaksi awal dengan nilai total sekitar Rp750 ribu yang dikirim sebagai bentuk “pancingan kepercayaan”.

Janji Palsu Berujung Video Tersebar

Setelah kepercayaan terbentuk, korban akhirnya mengirimkan video pribadi yang kemudian menjadi sumber masalah besar. Alih-alih menerima bayaran ratusan juta seperti yang dijanjikan, video tersebut justru disebarkan ke berbagai platform media sosial.

Akun Telegram yang menjadi penghubung kemudian menghilang tanpa jejak setelah video dikirim.

Polisi Naikkan Status ke Penyidikan

Kanit PPA Polres Batang, Ipda Maulidya Nur Maharanti, menyampaikan bahwa kasus ini telah resmi naik ke tahap penyidikan.

“Kami sudah menitipkan HP terduga ke Labfor di Semarang untuk pemeriksaan digital forensik. Setelah itu akan dilakukan penetapan tersangka,” ujarnya.

Penyidik kini fokus pada pelacakan jejak digital melalui perangkat milik terduga pelaku untuk mengungkap jaringan di balik penyebaran video tersebut.

Motif Ekonomi dan Dugaan Penipuan Digital

Dari hasil pemeriksaan awal, motif ekonomi menjadi faktor utama. Pelaku mengaku tergiur dengan iming-iming uang besar yang dijanjikan oleh akun Telegram tersebut.

Polisi juga menemukan pola penipuan bertahap, di mana pelaku terlebih dahulu memberikan bayaran kecil untuk membangun kepercayaan sebelum meminta konten yang lebih sensitif.

Setelah video dikirim, janji pembayaran tidak pernah direalisasikan.

Barang Bukti dan Proses Hukum Berlanjut

Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk perangkat komunikasi, pakaian yang digunakan dalam video, serta media penyimpanan digital.

Meski kedua pihak disebut telah melakukan upaya damai secara kekeluargaan, proses hukum terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) tetap berjalan.

Peringatan Keras dari Aparat

Polres Batang menegaskan akan terus memburu pemilik akun Telegram yang menjadi sumber utama penyebaran video tersebut. Aparat juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran uang dari sumber tidak jelas di media sosial.

Kasus ini menjadi pengingat keras tentang bahaya kejahatan digital, terutama yang berkedok pekerjaan atau imbalan uang besar di internet.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

ipda maulidya nur maharanti kasus ITE 2026 kasus video viral batang penyebaran video asusila polres batang terbaru telegram misterius 250 juta video Bandar Bergetar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

4 Toko Donat Enak di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Mulai Rp7 Ribuan!

Mirip Zendaya, Dancer Asal Lombok Ini Punya Skill Silat bak Spider-Man

18 Agustus 2026 Libur atau Masuk Kerja? Ini Jawaban Resminya

Ilustrasi berdoa

Panduan Amalan Rebo Wekasan: Niat, Tata Cara Sholat Hajat, dan Doa Pelancar Hajat

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Siap-siap Cair Serentak 17 Agustus! Ini Jadwal Resmi PKH, BPNT, dan Beras 30 Kg Bulan Ini

zodiak

Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini: Taurus Stop Janji Manis, Aquarius Butuh Ruang Sendiri!

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • Genap 1 Tahun, PRI Jawa Barat Tegaskan Komitmen Jadi Rumah Rakyat
  • MUSWIL VII KAHMI Jabar Tuntas, 7 Presidium Terpilih Bawa Mandat Baru
  • Teti Ratnasih Terpilih Pimpin FORHATI Jabar, Bawa Misi Besar Transformasi Keumatan
  • 10 Pohon Hilang di Jalan Riau Bandung, Pemkot Kecolongan? Pengamat Bongkar Lemahnya Pengawasan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.