bukamata.id – Kasus penyebaran video asusila yang viral di media sosial sejak pertengahan April 2026 kini memasuki babak baru. Polres Batang melalui Satreskrim resmi meningkatkan status perkara ke tahap penyidikan.
Kasus ini diduga bermula dari iming-iming uang hingga Rp250 juta dari akun Telegram misterius yang menjanjikan bayaran besar atas pembuatan konten video sensitif.
Polisi Lacak Jejak Digital, HP Diperiksa di Labfor
Kanit PPA Polres Batang, Ipda Maulidya Nur Maharanti, mengungkapkan bahwa pihaknya kini fokus pada penguatan alat bukti digital.
Salah satu langkah krusial adalah mengirimkan telepon genggam milik terduga pelaku pria ke laboratorium forensik.
“HP terduga sudah kami kirim ke Labfor Semarang untuk mengembalikan memori dan menelusuri seluruh file video yang ada,” ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Hasil dari pemeriksaan digital tersebut akan menjadi dasar penetapan tersangka dalam waktu dekat.
Modus Penipuan: Dari Endorse hingga Video Sensitif
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kasus ini bermula dari modus penipuan berkedok endorsement di platform TikTok.
Akun anonim di Telegram tersebut awalnya menawarkan pekerjaan ringan, seperti:
- Mengirim foto pemandangan
- Video biasa untuk promosi
Sebagai umpan, pelaku mengirimkan bayaran kecil secara bertahap:
- Rp100 ribu
- Rp200 ribu
- Rp150 ribu
- Rp300 ribu
Total Rp750 ribu ini sengaja diberikan untuk membangun kepercayaan korban.
Janji Rp250 Juta Berujung Petaka
Setelah korban percaya, pelaku mulai menawarkan proyek besar berupa pembuatan video sensitif dengan iming-iming bayaran hingga Rp220–250 juta.
Namun setelah video dikirim, akun tersebut justru menghilang tanpa jejak.
Lebih parah lagi, video tersebut kemudian tersebar luas di berbagai platform digital.
“Maksud pelaku memang ekonomi. Tapi setelah video dikirim, akun tersebut hilang dan konten langsung menyebar,” jelas Maulidya.
Polisi Dalami Peran Kedua Pihak
Hingga kini, polisi masih mendalami apakah kedua pihak memiliki tanggung jawab hukum atau tidak.
Dari hasil sementara, pihak perempuan diduga tidak mengetahui bahwa video tersebut diduplikasi dan disimpan secara tersembunyi.
“Kami masih akan melakukan gelar perkara untuk menentukan apakah satu atau kedua pihak menjadi tersangka,” tambahnya.
Barang Bukti Diamankan, Termasuk Pakaian dan Flashdisk
Dalam proses penyidikan, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain:
- Telepon genggam
- Flashdisk
- Tiga set pakaian yang digunakan dalam video
Barang bukti ini akan diperiksa lebih lanjut untuk memperkuat konstruksi hukum.
Meski Menikah, Proses Hukum Tetap Berjalan
Menariknya, kedua pihak yang terlibat dalam kasus ini dikabarkan telah menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dengan menikah pada 19 April 2026.
Namun, pihak kepolisian menegaskan bahwa jalur damai tidak menghentikan proses hukum.
Kasus ini tetap diproses karena menyangkut dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), khususnya terkait penyebaran konten tanpa izin.
Polisi Kejar Dalang Akun Telegram
Saat ini, fokus utama penyidik adalah memburu sosok di balik akun Telegram misterius yang diduga menjadi aktor utama dalam penyebaran video.
Polres Batang memastikan akan mengusut tuntas kasus ini demi memberikan kepastian hukum.
Peringatan untuk Masyarakat: Waspada Konten Digital
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat tentang bahaya merekam dan membagikan konten pribadi di era digital.
- Risiko yang mengintai tidak hanya soal privasi, tetapi juga:
- Potensi jeratan hukum
- Penyalahgunaan konten
- Penyebaran tanpa izin
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









