Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib: Ujian Berat Maung Bandung di Laga Perdana ACL 2

Selasa, 15 September 2026 10:05 WIB

Ramalan Itu Terbukti? Video Lama Noel Mendadak Viral Pasca Purbaya Dicopot dari Menkeu!

Selasa, 15 September 2026 09:31 WIB
Game Free Fire

Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!

Selasa, 15 September 2026 08:27 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib: Ujian Berat Maung Bandung di Laga Perdana ACL 2
  • Ramalan Itu Terbukti? Video Lama Noel Mendadak Viral Pasca Purbaya Dicopot dari Menkeu!
  • Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Puluhan Bangunan Liar di TPU Kristen Pandu Bandung Ditertibkan Bertahap
  • Peluang Emas Hari Ini: Cara Klaim Saldo DANA Gratis Rp150.000 Lewat Fitur Resmi Terbaru
  • Dafa Al Gasemi Tinggalkan Dewa United, Persikad Depok Jadi Pelabuhan Baru
  • Tak Cuma untuk Sarapan, 3 Bubur Ayam Bandung Ini Cocok Diburu Tengah Malam
  • Angkot Masuk Bandara Husein Sastranegara? Ini Rute yang Disiapkan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 15 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Hadiri Haul Ponpes Al-Husaeni, Cucun Ahmad Syamsurijal Minta Pesantren Adaptif terhadap Teknologi

By Aga GustianaSelasa, 16 Juni 2026 21:43 WIB3 Mins Read
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dunia pesantren dituntut untuk tidak menutup mata dari masifnya perkembangan dunia digital. Pesan krusial tersebut mengemuka dalam momentum Haul Akbar ke-5 Muassis dan Masyayikh Pondok Pesantren Al-Husaeni yang digelar di Desa Ciheulang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, pada Selasa (16/6/2026).

Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, yang hadir langsung dalam acara tersebut menegaskan pentingnya lembaga pendidikan Islam tradisional untuk bergerak dinamis. Sebagai salah satu alumni berprestasi dari Ponpes Al-Husaeni, Cucun mengajak seluruh elemen pesantren agar melek teknologi informasi demi menjawab tantangan peradaban modern.

Kilas Balik Satu Abad Ponpes Al-Husaeni

Pondok Pesantren Al-Husaeni sendiri bukan nama baru dalam peta syiar Islam di Jawa Barat. Menjadi salah satu lembaga pendidikan keagamaan tertua di Kabupaten Bandung, embrio pesantren ini sejatinya telah berdenyut sejak tahun 1919 lewat majelis pengajian kecil yang dirintis oleh KH Husen dan Hj Rukiyah.

Seiring membeludaknya jumlah santri yang datang menimba ilmu, barulah pada tahun 1940 komplek pendidikan ini resmi dinamai Al-Husaeni untuk mengabadikan dedikasi perjuangan KH Husen.

Baca Juga:  Ketatnya Aturan Visa Haji, Dua Anggota DPR RI Harus Berurusan dengan Polisi Arab Saudi

Kini, setelah melintasi zaman, ponpes ini telah bertransformasi menjadi pusat pendidikan formal yang lengkap, mulai dari jenjang RA, MI, SMP, hingga SMA, serta sukses mencetak ribuan lulusan yang berkarier di berbagai sektor strategis nasional.

Ruang Nostalgia dan Fondasi Karakter

Kembali ke tempatnya dahulu mengaji, Cucun sempat membagikan cerita emosional di hadapan para ulama, santri, dan masyarakat yang memadati area haul. Bagi politisi PKB ini, Al-Husaeni adalah tempat sakral yang ikut menggembleng prinsip hidupnya hingga bisa duduk di kursi pimpinan Senayan.

“Pesantren ini memiliki arti tersendiri dalam perjalanan hidup saya. Saya pernah belajar di sini dan banyak mendapatkan pelajaran yang menjadi bekal dalam kehidupan,” kata Cucun.

Baca Juga:  Heboh! Atalia Praratya Gugat Cerai Ridwan Kamil

Tantangan Santri Menghadapi Era AI (Artificial Intelligence)

Namun, alih-alih sekadar bernostalgia, Cucun memanfaatkan podium untuk memantik kesadaran kolektif seputar urgensi digitalisasi di lingkungan pesantren. Menurutnya, metode pengajaran klasik harus mulai dikombinasikan dengan pemanfaatan teknologi terkini agar santri tidak gagap teknologi (gaptek).

“Saya sekali lagi menyampaikan bahwa pesantren sekarang harus sudah adaptif dengan perkembangan teknologi informasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, modernisasi sistem ini sama sekali tidak bertujuan untuk mengikis identitas pesantren, melainkan memperkaya fasilitas belajar yang ramah teknologi dengan tetap memegang teguh nilai-nilai luhur dan moralitas keislaman.

“Saya ingin pesantren-pesantren itu sudah ramah dengan perkembangan teknologi informasi karena tantangan zaman ke depan,” katanya.

Baca Juga:  Pemkab Bandung Bergelimang Prestasi, Ketua Fraksi PKB Puji Kepempinan Dadang Supriatna

Lebih spesifik, legislator asal Kabupaten Bandung ini menyoroti kehadiran teknologi kecerdasan buatan yang kini mulai mengubah lanskap industri dan edukasi secara global.

“Sekarang sudah lahirnya AI, lahirnya sekarang berbagai konsep-konsep tentang teknologi yang harus diadaptif dibagi oleh para santri yang ada di pesantren,” ucapnya.

Cucun berharap ada langkah konkret dari pemangku kebijakan pesantren untuk merombak metodologi belajar mengajar agar selaras dengan kebutuhan zaman tanpa kehilangan substansi ilmu fikih dan akidah.

“Saya ingin bagaimana metodologi yang diajarkan di pesantren ini harus bertransformasi menuju kepada adaptasi ini,” katanya.

Menutup pidatonya, Cucun mengingatkan konsekuensi serius jika lembaga pendidikan Islam memilih berdiam diri di tengah arus modernisasi.

“Jadi jangan sampai nanti ada dunia pembelajaran pesantren ketinggalan,” tegasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ai Cucun Ahmad Syamsurijal DPR RI Pesantren
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ramalan Itu Terbukti? Video Lama Noel Mendadak Viral Pasca Purbaya Dicopot dari Menkeu!

Puluhan Bangunan Liar di TPU Kristen Pandu Bandung Ditertibkan Bertahap

Angkot Masuk Bandara Husein Sastranegara? Ini Rute yang Disiapkan

Telepon Masuk Bikin Rapat Mendadak Diskors, Purbaya Tak Lama Kemudian Dicopot dari Menkeu

Punclut Bandung Kebakaran! Asap Membubung ke Arah Permukiman Warga

Bikin Jalan Bandung Menyempit, Pembangunan Halte BRT Cicadas Ditarget Rampung 2 Minggu

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.