Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 06:29 WIB

Cara Cek Bansos Tahap 3: Gunakan NIK KTP untuk Pastikan Namamu Masuk Daftar Penerima

Sabtu, 1 Agustus 2026 06:00 WIB

Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen

Sabtu, 1 Agustus 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026
  • Cara Cek Bansos Tahap 3: Gunakan NIK KTP untuk Pastikan Namamu Masuk Daftar Penerima
  • Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen
  • Screenshot DM Instagram Bisa Ketahuan? Ini Rahasia Notifikasi yang Wajib Diketahui Pengguna
  • Bansos Kemensos Tahap 3 2026 Cair! Cek NIK KTP Sekarang, Ada PKH dan BPNT Rp600 Ribu
  • Cara Klaim Saldo DANA Gratis 1 Agustus 2026: Manfaatkan Peluang Cuan Hari Ini
  • Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF 1 Agustus 2026, Buruan Ambil Hadiah Skin & Bundle Gratis
  • Tantan Sulthon Bukhawan Resmi Maju Calon Ketua PWI Jabar, Bawa Program 1.000 UKW Gratis untuk Wartawan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 1 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Hadiri Haul Ponpes Al-Husaeni, Cucun Ahmad Syamsurijal Minta Pesantren Adaptif terhadap Teknologi

By Aga GustianaSelasa, 16 Juni 2026 21:43 WIB3 Mins Read
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dunia pesantren dituntut untuk tidak menutup mata dari masifnya perkembangan dunia digital. Pesan krusial tersebut mengemuka dalam momentum Haul Akbar ke-5 Muassis dan Masyayikh Pondok Pesantren Al-Husaeni yang digelar di Desa Ciheulang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, pada Selasa (16/6/2026).

Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, yang hadir langsung dalam acara tersebut menegaskan pentingnya lembaga pendidikan Islam tradisional untuk bergerak dinamis. Sebagai salah satu alumni berprestasi dari Ponpes Al-Husaeni, Cucun mengajak seluruh elemen pesantren agar melek teknologi informasi demi menjawab tantangan peradaban modern.

Kilas Balik Satu Abad Ponpes Al-Husaeni

Pondok Pesantren Al-Husaeni sendiri bukan nama baru dalam peta syiar Islam di Jawa Barat. Menjadi salah satu lembaga pendidikan keagamaan tertua di Kabupaten Bandung, embrio pesantren ini sejatinya telah berdenyut sejak tahun 1919 lewat majelis pengajian kecil yang dirintis oleh KH Husen dan Hj Rukiyah.

Seiring membeludaknya jumlah santri yang datang menimba ilmu, barulah pada tahun 1940 komplek pendidikan ini resmi dinamai Al-Husaeni untuk mengabadikan dedikasi perjuangan KH Husen.

Kini, setelah melintasi zaman, ponpes ini telah bertransformasi menjadi pusat pendidikan formal yang lengkap, mulai dari jenjang RA, MI, SMP, hingga SMA, serta sukses mencetak ribuan lulusan yang berkarier di berbagai sektor strategis nasional.

Ruang Nostalgia dan Fondasi Karakter

Kembali ke tempatnya dahulu mengaji, Cucun sempat membagikan cerita emosional di hadapan para ulama, santri, dan masyarakat yang memadati area haul. Bagi politisi PKB ini, Al-Husaeni adalah tempat sakral yang ikut menggembleng prinsip hidupnya hingga bisa duduk di kursi pimpinan Senayan.

“Pesantren ini memiliki arti tersendiri dalam perjalanan hidup saya. Saya pernah belajar di sini dan banyak mendapatkan pelajaran yang menjadi bekal dalam kehidupan,” kata Cucun.

Tantangan Santri Menghadapi Era AI (Artificial Intelligence)

Namun, alih-alih sekadar bernostalgia, Cucun memanfaatkan podium untuk memantik kesadaran kolektif seputar urgensi digitalisasi di lingkungan pesantren. Menurutnya, metode pengajaran klasik harus mulai dikombinasikan dengan pemanfaatan teknologi terkini agar santri tidak gagap teknologi (gaptek).

“Saya sekali lagi menyampaikan bahwa pesantren sekarang harus sudah adaptif dengan perkembangan teknologi informasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, modernisasi sistem ini sama sekali tidak bertujuan untuk mengikis identitas pesantren, melainkan memperkaya fasilitas belajar yang ramah teknologi dengan tetap memegang teguh nilai-nilai luhur dan moralitas keislaman.

“Saya ingin pesantren-pesantren itu sudah ramah dengan perkembangan teknologi informasi karena tantangan zaman ke depan,” katanya.

Lebih spesifik, legislator asal Kabupaten Bandung ini menyoroti kehadiran teknologi kecerdasan buatan yang kini mulai mengubah lanskap industri dan edukasi secara global.

“Sekarang sudah lahirnya AI, lahirnya sekarang berbagai konsep-konsep tentang teknologi yang harus diadaptif dibagi oleh para santri yang ada di pesantren,” ucapnya.

Cucun berharap ada langkah konkret dari pemangku kebijakan pesantren untuk merombak metodologi belajar mengajar agar selaras dengan kebutuhan zaman tanpa kehilangan substansi ilmu fikih dan akidah.

“Saya ingin bagaimana metodologi yang diajarkan di pesantren ini harus bertransformasi menuju kepada adaptasi ini,” katanya.

Menutup pidatonya, Cucun mengingatkan konsekuensi serius jika lembaga pendidikan Islam memilih berdiam diri di tengah arus modernisasi.

“Jadi jangan sampai nanti ada dunia pembelajaran pesantren ketinggalan,” tegasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ai Cucun Ahmad Syamsurijal DPR RI Pesantren
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026

Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos Kemensos Tahap 3 2026 Cair! Cek NIK KTP Sekarang, Ada PKH dan BPNT Rp600 Ribu

Tantan Sulthon Bukhawan Resmi Maju Calon Ketua PWI Jabar, Bawa Program 1.000 UKW Gratis untuk Wartawan

Desak Evaluasi Otonomi Daerah, APKASI Nyaring Suarakan Revisi UU Nomor 23 Tahun 2014

Pelecehan Seksual

Demi Rujuk, Ayah di Bandung Barat Siksa Anak Kandung hingga Berdarah dan Direkam

Terpopuler
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.