Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Kapan Cair? Ini Bocoran Jadwal, Cara Cek NIK, dan Nominalnya

Sabtu, 24 Oktober 2026 02:00 WIB
BLT Kesra mulai dicairkan bulan ini secara bertahap.

Cara Mengajukan BLT Kesra Rp900 Ribu Lewat HP, Bisa untuk Warga yang Belum Terdaftar

Sabtu, 24 Oktober 2026 01:00 WIB
Kemacetan

Awas Macet! Sabtu-Minggu Ini Bandung Penuh Acara, Catat Jadwal dan Lokasinya

Jumat, 23 Oktober 2026 22:15 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Kapan Cair? Ini Bocoran Jadwal, Cara Cek NIK, dan Nominalnya
  • Cara Mengajukan BLT Kesra Rp900 Ribu Lewat HP, Bisa untuk Warga yang Belum Terdaftar
  • Awas Macet! Sabtu-Minggu Ini Bandung Penuh Acara, Catat Jadwal dan Lokasinya
  • Dibantai Persija 1-5, Arema FC Resmi Depak Marcos Santos
  • Lebih Banyak Peluang tapi Kalah, Sandy Walsh Ungkap Penyebab Persib Tumbang
  • Sudah Ada Sejak 1986, Ini 5 Surabi Legendaris yang Masih Diburu di Bandung
  • Sempurna di Asia, Persib Siap Hadapi Raksasa Australia di Jalak Harupat
  • Kirab Jampana HJKB 216 Besok! Ini Rute dan Jam yang Perlu Dihindari Pengendara
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Menkeu Purbaya Sebut Demo Akhir Agustus Akibat Kesalahan Kebijakan Fiskal dan Moneter

By Aga GustianaKamis, 11 September 2025 08:09 WIB3 Mins Read
Purbaya Yudhi Sadewa, mantan Menteri Keuangan (Menkeu). Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa demonstrasi besar-besaran yang terjadi pada akhir Agustus 2025 merupakan refleksi dari tekanan ekonomi yang dialami masyarakat. Menurutnya, kondisi ini muncul akibat kebijakan fiskal dan moneter yang kurang tepat pada periode sebelumnya.

Dalam rapat kerja perdana bersama Komisi XI DPR, Purbaya menyoroti bahwa masalah ini seharusnya sudah dibahas secara mendalam oleh parlemen, namun tidak pernah mendapat perhatian serius sebelumnya.

“Yang dirasakan masyarakat kemarin, itu muncul dari tekanan ekonomi yang berkepanjangan. Kesalahan kebijakan fiskal dan moneter yang seharusnya bisa kita kontrol justru menimbulkan efek domino,” ujarnya dikutip Kamis (11/9/20250.

Ia juga menyinggung rapat-rapat Komisi XI sebelumnya, yang menurutnya kerap dilakukan dengan Menteri Keuangan terdahulu tanpa menyentuh isu fundamental ini.

“Kenapa hal ini tidak pernah dipertanyakan? Saat saya hadir, pertanyaannya panjang sekali. Padahal seharusnya sudah bisa diselesaikan jauh sebelumnya,” kata Purbaya.

Fokus Quick Win: Pemulihan Ekonomi Cepat

Meskipun menyayangkan keterlambatan penanganan, Purbaya menegaskan pemerintah akan bergerak cepat untuk memperbaiki kondisi ekonomi. Ia menekankan pendekatan quick win, yakni langkah-langkah cepat yang mampu mengembalikan momentum ekonomi sebelum melakukan reformasi struktural yang lebih luas.

“Ke depan, fokus saya adalah memperbaiki kondisi ekonomi yang melemah. Kita mulai dari langkah percepatan, seperti percepatan belanja pemerintah,” jelasnya.

Purbaya mengungkapkan, pemerintah saat ini memiliki kas sebesar Rp425 triliun di Bank Indonesia. Dari jumlah itu, ia berencana menyalurkan sekitar Rp200 triliun ke sistem perbankan guna mendorong sektor riil. Ia menekankan bahwa bank sentral akan diminta untuk tidak menyerap likuiditas tersebut, sehingga sektor swasta bisa berperan sebagai motor penggerak ekonomi.

Menyeimbangkan Peran Pemerintah dan Sektor Swasta

Dalam perbandingan dengan masa kepemimpinan sebelumnya, Purbaya menyoroti perbedaan laju pertumbuhan ekonomi. Pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pertumbuhan mendekati 6 persen berkat percepatan uang primer dan ekspansi kredit swasta. Sementara itu, di masa Presiden Jokowi, pertumbuhan rata-rata di bawah 5 persen karena peredaran uang yang lebih lambat.

“Untuk mendorong pertumbuhan, kita harus memadukan kekuatan sektor swasta dengan fiskal pemerintah. Dengan menciptakan kondisi yang mendukung, pertumbuhan 6,5 persen bukan hal mustahil,” ujar Purbaya.

Ia menekankan bahwa pemerintah tidak bisa mengontrol seluruh aktivitas ekonomi secara langsung.

“Saya percaya agen ekonomi memiliki kemampuan berpikir sendiri. Tugas pemerintah adalah menciptakan situasi di mana mereka bisa berbisnis dan berkembang. Inilah yang menjadi fokus strategi kami,” tambahnya.

Menkeu Optimistis, Aksi Nyata Segera Dilakukan

Langkah-langkah yang direncanakan mencakup percepatan belanja pemerintah, aliran dana ke sektor perbankan, dan sinergi dengan sektor swasta. Menurut Purbaya, kombinasi ini akan membantu mengembalikan daya beli masyarakat sekaligus menciptakan momentum pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Dengan strategi tersebut, Purbaya berharap tekanan ekonomi yang sempat memicu aksi demonstrasi dapat segera berkurang, sambil membuka ruang bagi reformasi ekonomi jangka panjang yang lebih stabil.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kemacetan

Awas Macet! Sabtu-Minggu Ini Bandung Penuh Acara, Catat Jadwal dan Lokasinya

Kirab Jampana HJKB 216 Besok! Ini Rute dan Jam yang Perlu Dihindari Pengendara

Bela Ibu dari Amukan Ayah, Remaja 15 Tahun di Cicalengka Meninggal Dunia

Semangkuk cuanki hangat di Cuanki Serayu

Getok Harga Cuanki Rp50 Ribu di Bandung Bikin Heboh, Wali Kota Farhan Minta Pedagang Jujur

Viral KDKMP di KBB Berdiri di Atas Bukit: Indah Tapi Kok Jauh dari Permukiman?

Suhu Panas Bandung Tembus 39 Derajat, Kapan Cuaca Kembali Normal?

Terpopuler
  • Momen HUT ke-62: Golkar Jabar Minta Kader Fokus Bantu Ekonomi Warga
  • Dedi Mulyadi Marah Ditagih Jalan Rusak, Pengamat: Batas Wewenang Bukan Alasan!
  • Balita 3 Tahun di Bandung Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Ayah Kandung, Kuasa Hukum Minta Penanganan Kasus Dipercepat
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Rapimnas PII 2026 Anugerahkan Penghargaan Narendra Dharma Abiyanta kepada Tiga Gubernur
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.