Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Doomposting Film “Ghost In The Cell”: Analisis Perilaku Netizen Lewat Cognitive Dissonance Theory

Minggu, 28 Juni 2026 09:00 WIB
Game Free Fire

Gas Keun! Kode Redeem FF Terbaru 28 Juni 2026, Klaim Token SG2 dan Bundle Keren Gratis Sebelum Hangus

Minggu, 28 Juni 2026 06:00 WIB

Update Hari Ini! Kode Redeem Genshin Impact 28 Juni 2026, Buruan Klaim Primogems Gratis Sebelum Hangus

Minggu, 28 Juni 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Doomposting Film “Ghost In The Cell”: Analisis Perilaku Netizen Lewat Cognitive Dissonance Theory
  • Gas Keun! Kode Redeem FF Terbaru 28 Juni 2026, Klaim Token SG2 dan Bundle Keren Gratis Sebelum Hangus
  • Update Hari Ini! Kode Redeem Genshin Impact 28 Juni 2026, Buruan Klaim Primogems Gratis Sebelum Hangus
  • Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini: Siaran Langsung TVRI Laga Penentu Nasib Argentina, Inggris, dan Portugal
  • Proyek Rahasia Skuad Garuda: John Herdman Kantongi 16 Nama Pemain Diaspora Baru untuk Timnas Indonesia
  • Bukan El Nino, Studi Ungkap Biang Kerok Utama yang Bikin Eropa Membara hingga 44 Derajat Celsius
  • Dua Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, Alarm Bahaya ‘The Big One’ di San Andreas Kini Berstatus Kritis
  • Siap-siap Begadang! Ini Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia Minggu 28 Juni 2026 di TVRI
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 28 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Menkeu Purbaya Sebut Demo Akhir Agustus Akibat Kesalahan Kebijakan Fiskal dan Moneter

By Aga GustianaKamis, 11 September 2025 08:09 WIB3 Mins Read
Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan (Menkeu). Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa demonstrasi besar-besaran yang terjadi pada akhir Agustus 2025 merupakan refleksi dari tekanan ekonomi yang dialami masyarakat. Menurutnya, kondisi ini muncul akibat kebijakan fiskal dan moneter yang kurang tepat pada periode sebelumnya.

Dalam rapat kerja perdana bersama Komisi XI DPR, Purbaya menyoroti bahwa masalah ini seharusnya sudah dibahas secara mendalam oleh parlemen, namun tidak pernah mendapat perhatian serius sebelumnya.

“Yang dirasakan masyarakat kemarin, itu muncul dari tekanan ekonomi yang berkepanjangan. Kesalahan kebijakan fiskal dan moneter yang seharusnya bisa kita kontrol justru menimbulkan efek domino,” ujarnya dikutip Kamis (11/9/20250.

Ia juga menyinggung rapat-rapat Komisi XI sebelumnya, yang menurutnya kerap dilakukan dengan Menteri Keuangan terdahulu tanpa menyentuh isu fundamental ini.

Baca Juga:  IHSG 'Kebakaran' Pagi Ini! Prediksi Menkeu Purbaya Soal Bursa Meleset

“Kenapa hal ini tidak pernah dipertanyakan? Saat saya hadir, pertanyaannya panjang sekali. Padahal seharusnya sudah bisa diselesaikan jauh sebelumnya,” kata Purbaya.

Fokus Quick Win: Pemulihan Ekonomi Cepat

Meskipun menyayangkan keterlambatan penanganan, Purbaya menegaskan pemerintah akan bergerak cepat untuk memperbaiki kondisi ekonomi. Ia menekankan pendekatan quick win, yakni langkah-langkah cepat yang mampu mengembalikan momentum ekonomi sebelum melakukan reformasi struktural yang lebih luas.

“Ke depan, fokus saya adalah memperbaiki kondisi ekonomi yang melemah. Kita mulai dari langkah percepatan, seperti percepatan belanja pemerintah,” jelasnya.

Purbaya mengungkapkan, pemerintah saat ini memiliki kas sebesar Rp425 triliun di Bank Indonesia. Dari jumlah itu, ia berencana menyalurkan sekitar Rp200 triliun ke sistem perbankan guna mendorong sektor riil. Ia menekankan bahwa bank sentral akan diminta untuk tidak menyerap likuiditas tersebut, sehingga sektor swasta bisa berperan sebagai motor penggerak ekonomi.

Baca Juga:  Ekonomi Terpukul, Anggaran Terbatas: Jawa Barat Hadapi Tahun Fiskal yang Berat

Menyeimbangkan Peran Pemerintah dan Sektor Swasta

Dalam perbandingan dengan masa kepemimpinan sebelumnya, Purbaya menyoroti perbedaan laju pertumbuhan ekonomi. Pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pertumbuhan mendekati 6 persen berkat percepatan uang primer dan ekspansi kredit swasta. Sementara itu, di masa Presiden Jokowi, pertumbuhan rata-rata di bawah 5 persen karena peredaran uang yang lebih lambat.

“Untuk mendorong pertumbuhan, kita harus memadukan kekuatan sektor swasta dengan fiskal pemerintah. Dengan menciptakan kondisi yang mendukung, pertumbuhan 6,5 persen bukan hal mustahil,” ujar Purbaya.

Baca Juga:  GPPSDA-LH Jabar Desak Pemprov Buka Kembali Tambang Bogor, Ancam Aksi Besar Jelang Ramadan

Ia menekankan bahwa pemerintah tidak bisa mengontrol seluruh aktivitas ekonomi secara langsung.

“Saya percaya agen ekonomi memiliki kemampuan berpikir sendiri. Tugas pemerintah adalah menciptakan situasi di mana mereka bisa berbisnis dan berkembang. Inilah yang menjadi fokus strategi kami,” tambahnya.

Menkeu Optimistis, Aksi Nyata Segera Dilakukan

Langkah-langkah yang direncanakan mencakup percepatan belanja pemerintah, aliran dana ke sektor perbankan, dan sinergi dengan sektor swasta. Menurut Purbaya, kombinasi ini akan membantu mengembalikan daya beli masyarakat sekaligus menciptakan momentum pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Dengan strategi tersebut, Purbaya berharap tekanan ekonomi yang sempat memicu aksi demonstrasi dapat segera berkurang, sambil membuka ruang bagi reformasi ekonomi jangka panjang yang lebih stabil.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

aksi massa demo ekonomi kebijakan fiskal kebijakan moneter Menkeu Purbaya quick win ekonomi solusi ekonomi tekanan ekonomi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan El Nino, Studi Ungkap Biang Kerok Utama yang Bikin Eropa Membara hingga 44 Derajat Celsius

Ilustrasi gempa

Dua Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, Alarm Bahaya ‘The Big One’ di San Andreas Kini Berstatus Kritis

Blunder Fatal? Niat Membantah, Anggota Dewan Malah Akui Bentak Dokter Icha

Mau Jaga Toko atau Ikut Perang? Tragedi Latihan Militer Koperasi Desa, 5 Nyawa Jadi Korban!

Gunakan Besi hingga Rokok, Taufik Hidayat Lampiaskan Amarah ke YTR Gegara Cemburu dan Stres Kerja

Lari ke Berbagai Daerah demi Kelabuhi Petugas, Taufik Hidayat Sempat Menggelandang dan Tidur di SPBU

Terpopuler
  • Viral Handuk Putih Anak vs Ibu, Warganet Berburu Link Asli! Ternyata Isinya Bikin Kaget
  • Viral! Video ‘Handuk Putih Ibu dan Anak’ Bikin Netizen Penasaran, Ini Faktanya
  • Cut Salwa Jadi Trending Topic, Benarkah Ada Video 10 Menit? Ini Fakta yang Terungkap
  • Jangan Klik Link Ini! Tren Viral TikTok ‘Handuk Putih’ Picu Ancaman Phishing Serius
  • Api Mendadak Berkobar di RM Tamagochi Bandung, Diduga Berawal dari Meja Konsumen
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.