Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Modal Infak Receh Bisa Umrah? Bongkar Rahasia Sukses SMAN 1 Padalarang yang Bikin Warganet Heboh!

Sabtu, 12 September 2026 09:29 WIB
Game Free Fire

Daftar Kode Redeem Free Fire Sabtu 12 September 2026: Amankan Skin Gratis dan Trik Profil Spasi Kosong

Sabtu, 12 September 2026 07:43 WIB

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Sabtu, 12 September 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Modal Infak Receh Bisa Umrah? Bongkar Rahasia Sukses SMAN 1 Padalarang yang Bikin Warganet Heboh!
  • Daftar Kode Redeem Free Fire Sabtu 12 September 2026: Amankan Skin Gratis dan Trik Profil Spasi Kosong
  • Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP
  • GBK Tanpa Bobotoh, Bandung Siap Membara! Ini 6 Lokasi Nobar Persib vs Persija
  • Bansos September 2026 Bisa Dicek Sekarang, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK
  • Gandeng Irfan Hakim, Bos Koi Hartono Soekwanto Cetak Rekor Global Lewat Kontes Ikan Bogel di Bandung
  • Persija vs Persib, Igor Tolic Ingin Persib Bikin Bobotoh Bangga di GBK
  • Timnas Indonesia Siap Gebrak FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwal Lengkap Skuad Garuda
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 12 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Bikin Heboh! Penyanyi Keturunan Indonesia Sebut Batik ‘from Malaysia’ ke Ariana Grande

By Aga GustianaJumat, 21 November 2025 09:11 WIB4 Mins Read
Aisha Retno, penyanyi Malaysia keturunan Indonesia viral usai sebut batik dari Malaysia.
Aisha Retno, penyanyi Malaysia keturunan Indonesia. (Foto: Instagram)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jagad maya kembali dihebohkan oleh sebuah isu yang kerap memicu perdebatan sensitif antara Indonesia dan Malaysia: klaim warisan budaya. Kali ini, sorotan tertuju pada penyanyi muda berbakat, Aisha Retno, yang memiliki darah keturunan campuran Indonesia-Malaysia.

Sebuah video singkat yang diunggahnya di akun Instagram pribadinya, @aisharetno02, memantik gelombang kritik dari warganet Indonesia setelah ia menyebut batik sebagai “from Malaysia” saat berbicara dengan bintang Hollywood, Ariana Grande.

“I have a little something for you guys, it’s a Batik from Malaysia,” kata Aisha Retno, dikutip Jumat (21/11/2025).

Pada momen itu, Aisha sedang mewakili Malaysia sebagai pengisi suara (dubber) dalam film Wicked, berdampingan dengan Ariana Grande dan Cynthia Erivo. Secara konteks, pernyataan tersebut tampak sebagai gesture diplomasi budaya atau apresiasi terhadap kain tradisional. Namun, dalam era digital yang cepat menyalurkan narasi, kalimat sederhana itu berubah menjadi isu besar, menyulut emosi nasionalisme warganet Indonesia.

Batik: Lebih dari Sekadar Kain

Batik bukan hanya kain. Batik adalah simbol sejarah, filosofi, dan identitas bangsa Indonesia. Dikutip dari buku Batik Nusantara: Makna Filosofis, Cara Pembuatan, dan Industri Batik oleh Ari Wulandari, batik adalah kain yang dibuat melalui proses menuliskan atau menerakan malam pada kain sebelum diolah dengan teknik khusus. Setiap motif sarat makna, mencerminkan nilai budaya dan kearifan lokal.

Baca Juga:  Tren Tagar KaburAjaDulu Viral di X, Indonesia sedang Tak Baik-baik Saja?

UNESCO telah mengakui batik sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari Indonesia pada 2 Oktober 2009, yang kemudian dijadikan Hari Batik Nasional.

Di sinilah persoalan muncul: batik sebagai simbol identitas Indonesia diposisikan ulang dalam narasi internasional, yang memunculkan ketegangan antara hak budaya dan persepsi publik.

Kontroversi dalam Perspektif Kritis

Kontroversi Aisha Retno bukan sekadar soal ketepatan geografis asal batik, melainkan tentang bagaimana budaya diposisikan dalam ruang global. Dalam kacamata kritis, isu ini menunjukkan bagaimana warisan budaya sering dijadikan alat simbolik identitas nasional. Media sosial mempercepat penyebaran persepsi ini, di mana satu kalimat dapat diinterpretasikan sebagai klaim atau pencurian budaya.

Warganet Indonesia bereaksi keras. Banyak yang menilai Aisha melakukan “klaim budaya” terhadap warisan Indonesia. Namun, menilai tindakan Aisha secara sederhana tanpa konteks bisa mengaburkan realitas: ia memang mewakili Malaysia dalam kapasitas profesionalnya saat itu. Dalam perspektif antropologi budaya, fenomena ini menggambarkan tarik-menarik identitas individu lintas negara dengan warisan budaya yang melekat pada dirinya.

Aisha Retno: Identitas dan Lintas Budaya

Lahir di Kuala Lumpur pada 1 Agustus 2000, Aisha Retno Sayed Sipulijam tumbuh dengan darah campuran Indonesia-Malaysia. Ibunya, Jean Retno Aryani, adalah penyanyi keroncong Jawa yang aktif di era 1980-an, sedangkan ayahnya, Sayed Sipulijam Sayed Alwee, adalah pebisnis dari Kelantan, Malaysia. Warisan budaya Indonesia melekat pada keluarganya, namun karier Aisha dikembangkan sepenuhnya di Malaysia.

Baca Juga:  Serangan Bertubi-tubi Israel Bikin Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara Lumpuh Total

Kariernya di musik dimulai pada 2018 lewat lagu Mengikat Jiwa, dan ia pernah berkolaborasi dengan produser serta penyanyi Indonesia. Ia juga mengikuti beberapa ajang pencarian bakat dan meraih pengakuan luas melalui lagu W.H.U.T. di platform Spotify. Terbaru, ia menjadi pengisi suara Glinda dalam film Wicked: For Good versi Malaysia, yang membawanya ke panggung internasional.

Dari perspektif kritis, Aisha berada pada posisi kompleks: sebagai individu dengan identitas lintas budaya, ia harus menavigasi antara profesionalisme, pengakuan internasional, dan sensitivitas publik nasional.

Media Sosial dan Narasi Nasionalisme

Respons warganet terhadap pernyataan Aisha menunjukkan dinamika kuat antara nasionalisme dan budaya populer. Di era media sosial, persepsi publik dibentuk oleh komentar, likes, dan viralitas. Satu momen yang diunggah sebagai pengalaman profesional bisa diinterpretasikan sebagai klaim budaya atau penghinaan terhadap identitas nasional.

“BATIK FROM INDONESIA MALAYSIA NO NO YA JANGAN NGAKU NGAKU,” ujar netizen.

Baca Juga:  Indonesia Diuntungkan dengan Kesulitan Vietnam Jelang Laga Lanjutan Kualifikasi Piala Dunia

“BATIK FROM INDONESIA UDAH DI AKUI UNESCO NGAPIN KAU BILANG DRI MALAY LOL,” kata netizen lain.

“Ngakuin Mulu ga batik ga rendang lama lama seblak from Malaysia wakakakkaka,” timpal netizen.

Perdebatan ini menyoroti kontradiksi: di satu sisi, budaya dapat menjadi jembatan dalam interaksi global; di sisi lain, budaya juga menjadi simbol yang sangat emosional dan terikat pada identitas nasional. Isu batik kali ini bukan hanya tentang kain, tetapi tentang bagaimana masyarakat membaca simbol budaya di panggung global.

Refleksi dan Pelajaran Kritis

Kasus Aisha Retno memberikan beberapa pelajaran penting: pertama, pentingnya kesadaran konteks saat berbicara tentang budaya di forum internasional; kedua, masyarakat perlu membedakan antara interpretasi literal dan konteks profesional; ketiga, perdebatan ini mengingatkan bahwa budaya bersifat dinamis, dan identitas seseorang bisa melintasi batas geografis tanpa mengurangi nilai simboliknya.

Peristiwa ini juga membuka ruang diskusi lebih luas: bagaimana warisan budaya harus dilindungi, tapi juga bagaimana individu lintas negara dapat menavigasi identitas mereka tanpa memicu konflik. Batik tetap menjadi ikon Indonesia, namun di dunia global, simbol budaya juga bisa menjadi titik pertemuan, bukan hanya sumber kontroversi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Indonesia Malaysia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Modal Infak Receh Bisa Umrah? Bongkar Rahasia Sukses SMAN 1 Padalarang yang Bikin Warganet Heboh!

Game Free Fire

Daftar Kode Redeem Free Fire Sabtu 12 September 2026: Amankan Skin Gratis dan Trik Profil Spasi Kosong

Gandeng Irfan Hakim, Bos Koi Hartono Soekwanto Cetak Rekor Global Lewat Kontes Ikan Bogel di Bandung

Di Tengah Badai Kritik, Aldi Taher Bongkar Sisi Lain Ustaz Riza yang Jarang Disorot

Bukan Sembarang Dandan! Terkuak Alasan Asli Guru SD Ini Pakai ‘Makeup’ hingga Dituduh Rusak Moral Siswa

Juicy Luicy Kembali Disorot, DM Lama Uan Mendadak Viral di Tengah Polemik Batam

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Uang Pendidikan Mengalir ke Mana? Bongkar Manfaat Rp6,3 Triliun Jabar vs Rp351 Miliar Sulteng
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.