Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Penyaluran Bansos Segera Diuji Coba Lewat Koperasi Desa Merah Putih Akhir Agustus

Rabu, 29 Juli 2026 06:00 WIB

3 Hari Lagi Cair! Gaji Pensiunan PNS Golongan 3 dan 4 Masuk Rekening, Ini Besaran yang Diterima

Rabu, 29 Juli 2026 05:00 WIB

Facebook Saingi TikTok? Tampilan Video Baru Hadir, Seller AI Bikin Penjual Lebih Mudah Cuan

Rabu, 29 Juli 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Penyaluran Bansos Segera Diuji Coba Lewat Koperasi Desa Merah Putih Akhir Agustus
  • 3 Hari Lagi Cair! Gaji Pensiunan PNS Golongan 3 dan 4 Masuk Rekening, Ini Besaran yang Diterima
  • Facebook Saingi TikTok? Tampilan Video Baru Hadir, Seller AI Bikin Penjual Lebih Mudah Cuan
  • Jangan Sampai Terlewat! Cara Cek Bansos Kemensos 2026 Secara Online, Cukup Pakai NIK KTP
  • Cara Klaim Saldo DANA Gratis 29 Juli 2026: Manfaatkan Fitur Resmi Tanpa Aplikasi Penghasil Uang
  • Kode Redeem FF 29 Juli 2026: Klaim Reward Eksklusif Hari Ini Sebelum Kehabisan!
  • Gila! Penalti Gagal Tak Bikin Menyerah, Balsa Sekulic Cetak Gol Penentu Persib Lolos Semifinal
  • Bocoran iPhone 18 Pro Max! Harga Layar Turun 20 Persen, Benarkah iPhone Bakal Lebih Murah?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 29 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Bikin Heboh! Penyanyi Keturunan Indonesia Sebut Batik ‘from Malaysia’ ke Ariana Grande

By Aga GustianaJumat, 21 November 2025 09:11 WIB4 Mins Read
Aisha Retno, penyanyi Malaysia keturunan Indonesia viral usai sebut batik dari Malaysia.
Aisha Retno, penyanyi Malaysia keturunan Indonesia. (Foto: Instagram)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Jagad maya kembali dihebohkan oleh sebuah isu yang kerap memicu perdebatan sensitif antara Indonesia dan Malaysia: klaim warisan budaya. Kali ini, sorotan tertuju pada penyanyi muda berbakat, Aisha Retno, yang memiliki darah keturunan campuran Indonesia-Malaysia.

Sebuah video singkat yang diunggahnya di akun Instagram pribadinya, @aisharetno02, memantik gelombang kritik dari warganet Indonesia setelah ia menyebut batik sebagai “from Malaysia” saat berbicara dengan bintang Hollywood, Ariana Grande.

“I have a little something for you guys, it’s a Batik from Malaysia,” kata Aisha Retno, dikutip Jumat (21/11/2025).

Pada momen itu, Aisha sedang mewakili Malaysia sebagai pengisi suara (dubber) dalam film Wicked, berdampingan dengan Ariana Grande dan Cynthia Erivo. Secara konteks, pernyataan tersebut tampak sebagai gesture diplomasi budaya atau apresiasi terhadap kain tradisional. Namun, dalam era digital yang cepat menyalurkan narasi, kalimat sederhana itu berubah menjadi isu besar, menyulut emosi nasionalisme warganet Indonesia.

Batik: Lebih dari Sekadar Kain

Batik bukan hanya kain. Batik adalah simbol sejarah, filosofi, dan identitas bangsa Indonesia. Dikutip dari buku Batik Nusantara: Makna Filosofis, Cara Pembuatan, dan Industri Batik oleh Ari Wulandari, batik adalah kain yang dibuat melalui proses menuliskan atau menerakan malam pada kain sebelum diolah dengan teknik khusus. Setiap motif sarat makna, mencerminkan nilai budaya dan kearifan lokal.

UNESCO telah mengakui batik sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dari Indonesia pada 2 Oktober 2009, yang kemudian dijadikan Hari Batik Nasional.

Di sinilah persoalan muncul: batik sebagai simbol identitas Indonesia diposisikan ulang dalam narasi internasional, yang memunculkan ketegangan antara hak budaya dan persepsi publik.

Kontroversi dalam Perspektif Kritis

Kontroversi Aisha Retno bukan sekadar soal ketepatan geografis asal batik, melainkan tentang bagaimana budaya diposisikan dalam ruang global. Dalam kacamata kritis, isu ini menunjukkan bagaimana warisan budaya sering dijadikan alat simbolik identitas nasional. Media sosial mempercepat penyebaran persepsi ini, di mana satu kalimat dapat diinterpretasikan sebagai klaim atau pencurian budaya.

Warganet Indonesia bereaksi keras. Banyak yang menilai Aisha melakukan “klaim budaya” terhadap warisan Indonesia. Namun, menilai tindakan Aisha secara sederhana tanpa konteks bisa mengaburkan realitas: ia memang mewakili Malaysia dalam kapasitas profesionalnya saat itu. Dalam perspektif antropologi budaya, fenomena ini menggambarkan tarik-menarik identitas individu lintas negara dengan warisan budaya yang melekat pada dirinya.

Aisha Retno: Identitas dan Lintas Budaya

Lahir di Kuala Lumpur pada 1 Agustus 2000, Aisha Retno Sayed Sipulijam tumbuh dengan darah campuran Indonesia-Malaysia. Ibunya, Jean Retno Aryani, adalah penyanyi keroncong Jawa yang aktif di era 1980-an, sedangkan ayahnya, Sayed Sipulijam Sayed Alwee, adalah pebisnis dari Kelantan, Malaysia. Warisan budaya Indonesia melekat pada keluarganya, namun karier Aisha dikembangkan sepenuhnya di Malaysia.

Kariernya di musik dimulai pada 2018 lewat lagu Mengikat Jiwa, dan ia pernah berkolaborasi dengan produser serta penyanyi Indonesia. Ia juga mengikuti beberapa ajang pencarian bakat dan meraih pengakuan luas melalui lagu W.H.U.T. di platform Spotify. Terbaru, ia menjadi pengisi suara Glinda dalam film Wicked: For Good versi Malaysia, yang membawanya ke panggung internasional.

Dari perspektif kritis, Aisha berada pada posisi kompleks: sebagai individu dengan identitas lintas budaya, ia harus menavigasi antara profesionalisme, pengakuan internasional, dan sensitivitas publik nasional.

Media Sosial dan Narasi Nasionalisme

Respons warganet terhadap pernyataan Aisha menunjukkan dinamika kuat antara nasionalisme dan budaya populer. Di era media sosial, persepsi publik dibentuk oleh komentar, likes, dan viralitas. Satu momen yang diunggah sebagai pengalaman profesional bisa diinterpretasikan sebagai klaim budaya atau penghinaan terhadap identitas nasional.

“BATIK FROM INDONESIA MALAYSIA NO NO YA JANGAN NGAKU NGAKU,” ujar netizen.

“BATIK FROM INDONESIA UDAH DI AKUI UNESCO NGAPIN KAU BILANG DRI MALAY LOL,” kata netizen lain.

“Ngakuin Mulu ga batik ga rendang lama lama seblak from Malaysia wakakakkaka,” timpal netizen.

Perdebatan ini menyoroti kontradiksi: di satu sisi, budaya dapat menjadi jembatan dalam interaksi global; di sisi lain, budaya juga menjadi simbol yang sangat emosional dan terikat pada identitas nasional. Isu batik kali ini bukan hanya tentang kain, tetapi tentang bagaimana masyarakat membaca simbol budaya di panggung global.

Refleksi dan Pelajaran Kritis

Kasus Aisha Retno memberikan beberapa pelajaran penting: pertama, pentingnya kesadaran konteks saat berbicara tentang budaya di forum internasional; kedua, masyarakat perlu membedakan antara interpretasi literal dan konteks profesional; ketiga, perdebatan ini mengingatkan bahwa budaya bersifat dinamis, dan identitas seseorang bisa melintasi batas geografis tanpa mengurangi nilai simboliknya.

Peristiwa ini juga membuka ruang diskusi lebih luas: bagaimana warisan budaya harus dilindungi, tapi juga bagaimana individu lintas negara dapat menavigasi identitas mereka tanpa memicu konflik. Batik tetap menjadi ikon Indonesia, namun di dunia global, simbol budaya juga bisa menjadi titik pertemuan, bukan hanya sumber kontroversi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Aisha Retno batik Indonesia kontroversi batik Malaysia penyanyi Malaysia UNESCO warisan budaya
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Penyaluran Bansos Segera Diuji Coba Lewat Koperasi Desa Merah Putih Akhir Agustus

Facebook Saingi TikTok? Tampilan Video Baru Hadir, Seller AI Bikin Penjual Lebih Mudah Cuan

Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Cara Klaim Saldo DANA Gratis 29 Juli 2026: Manfaatkan Fitur Resmi Tanpa Aplikasi Penghasil Uang

Game Free Fire

Kode Redeem FF 29 Juli 2026: Klaim Reward Eksklusif Hari Ini Sebelum Kehabisan!

Bocoran iPhone 18 Pro Max! Harga Layar Turun 20 Persen, Benarkah iPhone Bakal Lebih Murah?

Era Baru Asisten Digital: Apple Rilis Siri AI Versi Beta untuk Tantang Dominasi ChatGPT dan Gemini

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.