bukamata.id – Menjelang Idulfitri 2026, beberapa desa di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mencuri perhatian publik karena membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) langsung kepada warganya.
Langkah ini bukan hanya soal memberi bantuan, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
THR Desa Wunut: Rp250.000 per Warga dari Keuntungan Umbul Pelem Waterpark
Di Desa Wunut, Kecamatan Tulung, setiap warga mendapatkan THR sebesar Rp250.000. Bantuan ini diberikan kepada seluruh warga yang tercatat dalam kartu keluarga, mulai bayi hingga lansia. Jumlah penerima mencapai lebih dari dua ribu orang.
Sumber dana berasal dari keuntungan BUMDes yang mengelola objek wisata air Umbul Pelem Waterpark, salah satu destinasi favorit di Klaten.
Objek wisata ini mampu menghasilkan keuntungan hingga miliaran rupiah setiap tahunnya, yang kemudian dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.
Kepala Desa Wunut menjelaskan, pembagian THR adalah bentuk nyata pemanfaatan keuntungan usaha desa.
“Program ini diharapkan memberi manfaat langsung kepada warga sekaligus mendorong pengelolaan BUMDes yang transparan dan produktif,” ujarnya.
Respons masyarakat pun positif. Warga merasa terbantu untuk memenuhi kebutuhan menjelang Idulfitri, sekaligus melihat langsung manfaat dari potensi ekonomi desa yang dikelola dengan baik.
Desa Daleman: THR dari Pendapatan Wisata Umbul Nilo
Tak kalah menarik, Desa Daleman di Kecamatan Tulung juga membagikan THR kepada sekitar 5.000 warga dengan anggaran total sekitar Rp250 juta.
Setiap warga menerima Rp50.000 yang berasal dari Pendapatan Asli Desa (PAD), terutama dari pengelolaan objek wisata Umbul Nilo.
Kepala Desa Daleman, Mursito, menjelaskan bahwa program ini sekaligus menjadi bentuk rasa syukur dan kepedulian pemerintah desa.
“Hasil pengelolaan potensi alam desa ini bisa langsung dinikmati masyarakat. Ini juga meningkatkan daya beli warga menjelang Idulfitri,” ujarnya.
Meski nominal per orang terlihat kecil, total bantuan mencapai ratusan juta rupiah. Bagi keluarga dengan anggota lebih banyak, jumlah yang diterima bisa lebih besar, bahkan hingga Rp300.000 untuk keluarga dengan enam anggota.
Perkembangan Pesat PAD Desa Daleman
Program THR ini merupakan yang pertama kali dilakukan Desa Daleman. Sebelumnya, fokus pemerintah desa adalah mengembangkan sektor wisata sebagai sumber pendapatan. Hasilnya kini mulai terlihat:
- Pendapatan wisata desa saat Mursito pertama menjabat pada 2013: Rp60 juta per tahun
- Tahun 2017: Rp130 juta
- Tahun 2019: Rp300 juta
- Tahun 2025: Rp400 juta
- Tahun 2026: mendekati Rp1 miliar
Target ke depan adalah mencapai Rp1,5 hingga 2 miliar per tahun, dengan potensi pendapatan bersih sekitar Rp1 miliar setelah biaya operasional.
Meski demikian, pemerintah desa tetap menjalankan program prioritas lain, seperti Pamsimas, TPS3R, irigasi, pengaspalan jalan, penanganan stunting, dan layanan Posyandu.
Apresiasi dari Pemerintah Kecamatan dan Warganet
Camat Tulung, Hendrik Pamungkas, mengapresiasi langkah Desa Daleman. Ia menilai pengelolaan potensi lokal yang berorientasi pada investasi dan pembangunan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung.
“Ini menunjukkan pembangunan desa berjalan baik. Mereka tidak hanya membangun fisik, tapi juga berinvestasi pada potensi desa sehingga warga bisa merasakan manfaatnya,” kata Hendrik.
Fenomena ini juga mendapat sorotan warganet di Instagram @viral.sekalii. Beberapa komentar menyoroti kejujuran dan keberhasilan kepala desa:
- “@yhu***: Kalau desa lain udah di tilep sama kepala desa dan antek-anteknya”
- “@dew***: Kok kepala desa kaliann bisa amanah si. Tempat aq aja jalan aspalnya sampe numbuh rumput banyak saking dalemnya tu lubang di biarin aja gitu”
- “@ha***: Baru pertama kali”
Penutup
Langkah Desa Wunut dan Desa Daleman ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia. Dengan mengelola potensi wisata dan PAD secara optimal, desa bisa langsung meningkatkan kesejahteraan warganya sambil mendorong transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










