bukamata.id – Sebuah klip singkat bertajuk “cukur kumis” kembali mencuri perhatian publik setelah ramai berseliweran di TikTok dan sejumlah media sosial lain. Kemunculannya memicu rasa ingin tahu besar-besaran dan memantik diskusi panjang di kalangan pengguna internet.
Lonjakan ketertarikan terlihat dari meningkatnya pencarian kata kunci seperti “video cukur kumis”, “cukur kumis viral”, hingga “cukur kumis viral mp4” yang mendadak ramai diburu warganet.
Hasil penelusuran menunjukkan bahwa video yang dimaksud menampilkan seorang perempuan muda mengenakan hijab pasmina hitam dipadukan dengan hoodie warna krem. Adegan berlangsung di dalam kamar dengan suasana sederhana. Dalam potongan video tersebut, perempuan itu menyebut dirinya baru saja kembali dari rumah temannya.
Tak lama kemudian, ia tampak bersiap melakukan aktivitas mencukur bulu di bagian tubuh tertentu. Perhatian warganet tertuju pada ekspresi wajahnya yang terlihat ragu dan sedikit tegang. Beberapa detik setelah itu, ia melepaskan hijab serta hoodie yang dikenakannya.
Sampai di bagian tersebut, isi video sejatinya masih tergolong biasa. Namun, respons publik justru berkembang ke arah yang lebih liar. Banyak pengguna media sosial langsung berspekulasi dan menduga klip tersebut hanyalah cuplikan awal dari video lain yang lebih panjang.
Dugaan itu memicu gelombang pencarian masif. Sebagian warganet beranggapan terdapat versi lanjutan yang tidak dipublikasikan secara terbuka dan dianggap menyimpan konten yang lebih sensasional.
Namun, di balik berbagai klaim yang beredar, fakta yang ditemukan justru tidak sekompleks dugaan publik. Video yang viral hanyalah klip singkat yang sama dan berulang. Tidak ada bukti kuat mengenai keberadaan versi panjang, apalagi rekaman berdurasi puluhan menit seperti yang ramai dikabarkan.
Meski banyak asumsi menyebut video “cukur kumis” sarat unsur dewasa, materi yang benar-benar beredar di ruang publik belum menunjukkan hal tersebut secara pasti.
Popularitas video ini tampaknya lebih dipicu oleh potongan adegan yang menggantung, ditambah narasi spekulatif yang berkembang dari mulut ke mulut di media sosial.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa tidak semua konten viral memiliki cerita besar di baliknya, dan sikap kritis tetap dibutuhkan saat menyikapi tren yang ramai di dunia maya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











