Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

H-3 Lebaran Membludak! 71 Ribu Kendaraan Serbu Jalur Nagreg

Rabu, 18 Maret 2026 16:37 WIB

Viral dengan Adegan Misterius yang Disensor! Wargnet Cari Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbaru

Rabu, 18 Maret 2026 16:00 WIB
Persib Bandung

Persib di Jalan Terjal Menuju Hattrick Juara Liga 1 2025/2026

Rabu, 18 Maret 2026 15:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • H-3 Lebaran Membludak! 71 Ribu Kendaraan Serbu Jalur Nagreg
  • Viral dengan Adegan Misterius yang Disensor! Wargnet Cari Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbaru
  • Persib di Jalan Terjal Menuju Hattrick Juara Liga 1 2025/2026
  • Truk Sapi Oleng di Cikaledong, 1 Pemudik Tewas! Arus Mudik Sempat Lumpuh
  • Dari Boneka ke Dunia Nyata: Perjalanan Punch Mencari Kasih Sayang yang Bikin Netizen Iri!
  • Prediksi Skor Liverpool vs Galatasaray: The Reds Bisa Balikkan Agregat?
  • PO Haryanto Gak Ngaku?! Skandal Bus ‘Siluman’ Seruduk 6 Mobil, Siapa Tanggung Jawab?
  • Detik-detik Video Ibu Tiri dan Anak Tiri di Kebun Sawit Bocor, Link Telegram Diburu Warganet
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 18 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Birokrat Jabar Dituntut Kikis Label ‘One Man Show’ Dedi Mulyadi, Pakar: Belum Greget!

By Aga GustianaSenin, 26 Mei 2025 09:00 WIB3 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Foto: Adpim Biro Jabar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dikenal dengan gaya kepemimpinannya yang penuh terobosan dan berani memangkas jalur birokrasi. Namun, di balik kesan progresif itu, muncul kekhawatiran, apakah sistem birokrasi di Pemprov Jabar mampu bekerja tanpa bergantung pada figur tunggal yang dominan?

Pakar kebijakan publik dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Cecep Darmawan menilai, pola kepemimpinan Dedi bukanlah hal baru, melainkan kelanjutan dari pendekatan saat ia menjabat sebagai Bupati Purwakarta.

Meski begitu, Cecep mengakui, dalam skala provinsi, pola kepemimpinan ini memang lebih berisiko terhadap keberlangsungan sistem pemerintahan yang ideal.

“Ini bukan hal yang baru. Kang Dedi dari dulu memang dikenal sering memangkas jalur birokrasi. Sekda (Jabar) sekarang (Herman Suryatman) mungkin awalnya cukup kaget karena Kang Dedi itu politisi, sedangkan Sekda itu karier birokrat. Jadi memang ada perbedaan pendekatan,” ujar Cecep, Minggu (25/5/2025).

Cecep juga mengkritisi potensi terjadinya konsentrasi kekuasaan di tangan satu orang yang terlalu dominan. Menurutnya, gaya “one man show” seperti ini rentan menumpulkan fungsi kelembagaan dan melemahkan sistem checks and balances dalam pemerintahan.

“Oleh karenanya, birokrat sekarang harus memiliki dua fungsi, yakni pelayanan dan pemberdayaan. Selama tujuan Kang Dedi untuk memperkuat dua hal itu, maka birokrat harus cepat berubah. Justru jalur-jalur birokrasi perlu banyak dipangkas. Bukan Kang Dedi yang menyesuaikan, tapi birokrat yang harus adaptif,” tegas Cecep.

Baca Juga:  KPU Jabar Resmi Tetapkan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan Jadi Gubernur-Wakil Gubernur 2025-2030

Ia juga mengingatkan bahwa kecepatan dalam pengambilan keputusan bukan segalanya. Oleh karenanya, seluruh birokrat di bawah kepemimpinan Sekda Jabar, Herman Suryatnan juga harus mampu menjaga stabilitas tata kelola dan prinsip tata pemerintahan yang baik.

“Yang mungkin merasa terganggu justru mereka yang selama ini nyaman hidup dalam sistem birokrasi, tapi ini juga jadi pendorong agar birokrasi bergerak lebih cepat dan efisien. DPRD saja diminta berubah oleh Pak Dedi, apalagi birokrasi,” tandas Cecep.

Disinggung soal penilaian terhadap kinerja birokrat Pemprov Jabar dalam mengimbangi kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi, Cecep menyatakan bahwa hingga saat ini, kinerja birokrat belum maksimal.

Baca Juga:  Sekda Jabar Tegaskan Pungli di Masjid Al Jabbar Bukan Dilakukan Masyarakat Sekitar

Dia berharap, Sekda Jabar, Herman Suryatman sebagai nakhoda seluruh birokrat Pemprov Jabar mampu berlari kencang dan memacu seluruh birokratnya sesuai akselerasi kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi.

“Mungkin Sekda masih menyesuaikan ritme kerjanya dengan Gubernur, (sekda) dituntut lari kencang. Pak Sekda masih belum greget dalam memacu birokrasi sesuai akselerasi kepemimpinan Gubernur,” tandasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi mengakui bahwa kinerjanya sering dianggap menimbulkan kontroversi, bahkan dianggap sebagai tindakan “one man show” demi konten media sosial.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa langkahnya itu bertujuan untuk menyelesaikan berbagai persoalan di Jabar. Ia pun meyakini bahwa pendekatannya bisa menghasilkan efek kejut sehingga mempercepat penyelesaian masalah yang dihadapi Jabar.

“Kejutan-kejutan itu dilakukan untuk memberikan efek kejut dan melahirkan konten viral yang menarik perhatian publik serta pejabat berwenang,” kata Dedi dalam pidatonya saat Rapat Paripurna DPRD Jabar, Kamis (22/5/2025).

Sekda Jabar, Herman Suryatma sendiri telah membantah bahwa gaya kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi bersifat sepihak. Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan Gubernur selalu melewati tahapan formal dan disertai kajian yang matang.

Baca Juga:  Pasirlangu Harga Mati Jadi Hutan, Dedi Mulyadi: Alam Tidak Pernah Mau Bernegosiasi

“(Sebagian orang) mempertanyakan pengambilan keputusan Pak KDM kesannya itu ‘one man show’, sporadis, spontanitas. Padahal, di balik itu ada perumusan kebijakan,” kata Herman dalam keterangan resminya, Sabtu (24/5/2025).

“Ada perumusan kebijakan, ada research, ada perencanaan, ada kajian, dan juga ada analisis cepat baik dari sisi yuridis, sosiologi, maupun filosofis, termasuk soal anggaran,” tambahnya.

Herman juga menegaskan bahwa dalam praktiknya, seluruh jajaran birokrasi berupaya menjaga koordinasi agar kebijakan Gubernur dapat diimplementasikan secara efektif. Ia mengklaim bahwa Pemprov Jabar bekerja dengan semangat kolektif sebagai “super team”.

“Jadi di Jawa Barat itu bahu-membahu. Pak KDM dengan kepemimpinan yang strong berani mengambil risiko karena hampir semua yang beliau eksekusi besar risikonya dan beliau selalu siap pasang badan selama untuk kepentingan masyarakat. Memang kewajiban pemimpin seperti itu,” jelas Herman.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Birokrasi birokrat Cecep Dermawan Dedi Mulyadi Herman Suryatman one man show
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

H-3 Lebaran Membludak! 71 Ribu Kendaraan Serbu Jalur Nagreg

Truk Sapi Oleng di Cikaledong, 1 Pemudik Tewas! Arus Mudik Sempat Lumpuh

PO Haryanto Gak Ngaku?! Skandal Bus ‘Siluman’ Seruduk 6 Mobil, Siapa Tanggung Jawab?

Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Netizen Gagal Fokus! Adegan Disensor di Video Sawit Ini Bikin Ramai TikTok

Prediksi Puncak Mudik H-1 Lebaran, Jalur Selatan Bisa Tembus 85 Ribu Kendaraan!

Bangun Sahur Tepat! Ini Jadwal Imsak Bandung Rabu 18 Maret 2026

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Kronologi dan Isi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Viral
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.