bukamata.id – Sebagian pekerja yang lolos verifikasi Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 masih mengalami keterlambatan pencairan dana. Salah satu penyebab utama adalah masalah pada rekening bank penerima, seperti rekening tidak aktif, berstatus dormant, atau data rekening tidak sesuai dengan identitas yang tercatat di BPJS Ketenagakerjaan.
Langkah Awal Mengecek Status BSU
Pekerja disarankan memeriksa status pencairan secara daring melalui situs resmi Kemnaker dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Pastikan nama Anda tercatat dalam daftar penerima bantuan.
Jika dinyatakan lolos, langkah berikutnya adalah memeriksa kembali keaktifan rekening, kesesuaian nama, dan kesesuaian data dengan BPJS Ketenagakerjaan agar pencairan bisa berjalan lancar.
Perlu diingat, BSU hanya ditransfer melalui rekening anggota Himbara, seperti BNI, BRI, BTN, Mandiri, serta Bank Syariah Indonesia (khusus Aceh). Rekening lain tidak bisa digunakan.
Cara Memperbaiki Masalah Rekening
Jika rekening bermasalah, segera lakukan pembaruan data melalui jalur resmi:
- Situs resmi BPJS Ketenagakerjaan atau
- Aplikasi JMO (Jamsostek Mobile)
Di aplikasi JMO, buka menu pembaruan data rekening, masukkan informasi rekening baru yang aktif, sesuai nama, dan tercatat di BPJS. Setelah data dikirim, sistem akan memproses agar rekening dapat digunakan untuk transfer dana.
Jika penerima tidak memiliki rekening atau pembaruan tidak memungkinkan, pencairan BSU tetap bisa dilakukan secara tunai melalui PT Pos Indonesia. Cukup membawa KTP dan memastikan nama tercatat dalam daftar penerima resmi.
Peran Perusahaan dan HRD
Kementerian Ketenagakerjaan menekankan agar pekerja koordinasi dengan HRD atau manajemen perusahaan untuk memastikan data rekening di BPJS valid. HRD membantu memastikan nama dan nomor rekening tercatat dengan benar.
“Pekerja bisa berkoordinasi dengan HRD perusahaan untuk memastikan data yang terdaftar di BPJS sudah valid,” jelas Kemnaker dalam keterangan resmi.
Tips Agar BSU 2025 Cair Tanpa Kendala
- Cek status penerimaan BSU melalui situs resmi Kemnaker.
- Cocokkan data pribadi dan rekening dengan catatan BPJS.
- Pastikan rekening aktif dan sesuai nama.
- Gunakan jalur resmi untuk memperbarui data jika diperlukan.
- Waspada terhadap informasi tidak resmi di media sosial.
Dengan langkah ini, BSU 2025 yang tertunda karena masalah rekening dapat segera cair dan digunakan tepat waktu sesuai kebutuhan.
Solusi Terakhir: Pencairan Tunai
Fakta di lapangan menunjukkan banyak keterlambatan BSU disebabkan perbedaan nama atau rekening tidak aktif, bukan kesalahan sistem. Pemerintah menyediakan opsi terakhir melalui PT Pos Indonesia agar penerima tetap mendapatkan hak bantuan secara tunai.
“Kalau rekeningnya tidak bisa diperbaiki, BSU tetap akan kami salurkan lewat PT Pos Indonesia. Jadi penerima tidak perlu khawatir kehilangan haknya,” tegas Kemnaker.
BSU 2025 merupakan lanjutan program pemerintah untuk meringankan beban pekerja aktif BPJS Ketenagakerjaan, terutama di tengah pemulihan ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
Kesimpulan
Pastikan semua data diperbarui, pantau status pencairan melalui situs resmi, dan hindari informasi tidak kredibel. Dengan mengikuti prosedur resmi, dana BSU 2025 yang tertunda karena rekening bermasalah bisa segera cair dan dimanfaatkan tepat waktu.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











