bukamata.id – Penyaluran bantuan sosial (bansos) reguler untuk periode Oktober 2025 resmi dimulai. Masyarakat kini dapat mengecek status penerimaan BPNT dan PKH langsung melalui HP, baik lewat aplikasi maupun situs resmi Kementerian Sosial (Kemensos).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa pemerintah tengah menyalurkan bantuan sosial reguler kepada lebih dari 18 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia pada triwulan IV tahun 2025, mencakup bulan Oktober hingga Desember.
Menurutnya, data penerima terus diperbarui agar penyaluran tepat sasaran. “Kami melakukan verifikasi lapangan secara rutin. Data terus bergerak dinamis, sehingga mohon masyarakat bersabar jika belum muncul notifikasi penerimaan,” kata Mensos Saifullah Yusuf dikutip dari Antara, Senin (28/10/2025).
Rincian Penerima BPNT dan PKH 2025
Pada penyaluran kali ini, bantuan sosial terbagi menjadi dua program utama:
- Program Keluarga Harapan (PKH): sekitar 390 ribu KPM penerima bantuan tunai bersyarat.
- Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT): sekitar 8,6 juta KPM penerima bantuan sembako melalui saldo elektronik.
Selain itu, terdapat sekitar 9,6 juta keluarga yang menerima dua jenis bantuan sekaligus (PKH + BPNT). Dengan demikian, total penerima bansos reguler mencapai lebih dari 18,2 juta keluarga di seluruh Indonesia.
Apa Itu PKH dan BPNT?
Program Keluarga Harapan (PKH)
PKH merupakan bantuan sosial bersyarat yang ditujukan kepada keluarga miskin dan rentan. Tujuannya untuk membantu meningkatkan kesejahteraan serta mendorong akses pendidikan dan kesehatan bagi anak-anak dan lansia.
Dana PKH diberikan secara tunai dan rutin kepada KPM yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)
BPNT atau dikenal juga sebagai bantuan sembako, disalurkan dalam bentuk saldo elektronik setiap bulan. Dana tersebut digunakan untuk membeli bahan pangan di e-warung yang telah bekerja sama dengan Kemensos. Bantuan ini diberikan agar keluarga penerima dapat memenuhi kebutuhan dasar dengan lebih layak.
Cara Cek Penerima BPNT dan PKH Lewat HP
Pemerintah menyediakan dua metode resmi untuk mengecek status penerimaan bansos secara mandiri, cukup dengan menggunakan ponsel.
1. Melalui Aplikasi “Cek Bansos” Kemensos
Berikut langkah-langkahnya:
- Unduh aplikasi Cek Bansos di Google Play Store atau App Store.
- Jika belum memiliki akun, pilih “Buat Akun Baru” lalu isi data pribadi sesuai KTP.
- Setelah verifikasi selesai, login menggunakan akun yang sudah dibuat.
- Pilih menu “Cek Bansos” di halaman utama aplikasi.
- Masukkan data wilayah domisili: provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan kelurahan/desa.
- Ketik nama lengkap sesuai KTP, lalu tekan “Cari Data”.
- Tunggu hingga sistem menampilkan hasil pencarian terkait status penerimaan bantuan.
Jika nama Anda terdaftar sebagai penerima, aplikasi akan menampilkan jenis bantuan (PKH, BPNT, atau keduanya), status penyaluran, serta periode pencairan.
2. Melalui Situs Resmi Kemensos
Alternatif lainnya adalah melalui laman resmi Kemensos di https://cekbansos.kemensos.go.id.
Berikut langkahnya:
- Buka situs tersebut melalui browser di ponsel.
- Isi informasi wilayah sesuai KTP (Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Kelurahan/Desa).
- Masukkan nama lengkap penerima manfaat.
- Ketik ulang kode captcha yang tertera, kemudian klik “Cari Data.”
- Tunggu beberapa detik hingga sistem menampilkan hasil pencarian.
Jika terdaftar, akan muncul informasi detail seperti status kepesertaan, jenis bantuan yang diterima, serta periode penyaluran bansos.
Tips Jika Nama Belum Muncul di Daftar Bansos
Bagi masyarakat yang merasa memenuhi kriteria namun belum terdaftar sebagai penerima, Kemensos menyarankan untuk:
- Memastikan data kependudukan sudah terupdate di Dukcapil.
- Menghubungi dinas sosial setempat atau pendamping PKH/BPNT untuk proses verifikasi ulang.
- Mengecek secara berkala karena pembaruan data DTKS dilakukan setiap bulan.
Penutup
Cek penerima BPNT dan PKH kini semakin mudah dilakukan lewat HP. Dengan akses digital yang disediakan Kemensos, masyarakat dapat memastikan status bantuan sosial tanpa perlu datang langsung ke kantor desa atau dinas sosial.
Pemerintah berharap program ini terus membantu masyarakat miskin dan rentan untuk memenuhi kebutuhan dasar serta meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










