Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Kabupaten Bekasi

Dampak El Nino Masih Mengancam, Warga Cirebon Diminta Waspada Air Bersih dan Kebakaran Lahan

Sabtu, 10 Oktober 2026 07:32 WIB

Transformasi Penyaluran Bansos: Cukup Pakai KTP, Proses Verifikasi Rampung dalam Hitungan Menit

Sabtu, 10 Oktober 2026 06:00 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Punya KTP dan KK? Simak Cara Cek Bansos BLT Kesra Rp900.000 Lewat HP

Sabtu, 10 Oktober 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dampak El Nino Masih Mengancam, Warga Cirebon Diminta Waspada Air Bersih dan Kebakaran Lahan
  • Transformasi Penyaluran Bansos: Cukup Pakai KTP, Proses Verifikasi Rampung dalam Hitungan Menit
  • Punya KTP dan KK? Simak Cara Cek Bansos BLT Kesra Rp900.000 Lewat HP
  • 5 Tempat Makan Keluarga di Bandung yang Cocok buat Akhir Pekan, Nomor 2 Punya Suasana Asri!
  • PKH Tahap 4 2026 hingga Rp2,7 Juta per Tahap? Cek Rincian Bantuan Sesuai Kategori
  • Cek Nama Anda di Sini! Informasi Lengkap Penyaluran dan Nominal Bantuan PKH Tahap Akhir
  • Hadapi Dewa United, Persib Kejar Momentum di Tengah Jadwal Pertandingan yang Padat
  • Daftar Lengkap Film Bioskop Terbaru Oktober 2026: Dari Lokal hingga Mancanegara
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 10 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dampak El Nino Masih Mengancam, Warga Cirebon Diminta Waspada Air Bersih dan Kebakaran Lahan

By Aga GustianaSabtu, 10 Oktober 2026 07:32 WIB3 Mins Read
Kabupaten Bekasi
Ilustrasi bencana kekeringan. Foto ilustrasi: Pixabay
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kendati beberapa titik di wilayah Kabupaten Cirebon mulai dibasahi hujan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon memutuskan untuk tidak terburu-buru mencabut status siaga bencana kekeringan. Mengikuti arahan dan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, masa siaga darurat ini resmi diperpanjang sampai akhir Oktober 2026.

Keputusan ini diambil guna mengantisipasi ancaman lanjutan yang belum sepenuhnya mereda, seperti kelangkaan air bersih bagi warga, kekeringan di area persawahan, hingga potensi kebakaran lahan yang masih tinggi.

Intensitas Hujan Masih Sporadis

Menurut Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Kabupaten Cirebon, Juwanda, presipitasi yang turun belakangan ini sifatnya masih terbatas dan belum merata di seluruh kawasan.

Sebagai gambaran, wilayah Kecamatan Sumber sudah mulai diguyur hujan, sedangkan beberapa daerah tetangga lainnya sama sekali belum tersentuh curah hujan yang memadai.

Baca Juga:  Komisi III DPRD Jabar Soroti Rendahnya Daftar Ulang Pajak Kendaraan dan Kinerja LDR Bank BJB di Cirebon

“Ya, untuk saat ini hujan sudah terjadi walaupun sporadis. Di Sumber misalnya sudah terjadi hujan, di daerah lain belum,” ujar Juwanda, Jumat (9/10/2026).

Mengingat kondisi cuaca yang belum stabil, turunnya hujan di beberapa lokasi tersebut dinilai belum cukup kuat untuk menjadi alasan penghentian status kesiapsiagaan.

Juwanda menambahkan bahwa penyesuaian durasi siaga bencana di tingkat daerah ini berpatokan penuh pada regulasi yang diterbitkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Secara rinci, ia menerangkan pola penetapan Surat Keputusan (SK) siaga yang biasanya berlaku di wilayahnya.

“Setiap tahunnya, Kabupaten Cirebon mulai menerbitkan SK itu dari 1 Mei sampai 31 Oktober biasanya. Cuma kebetulan tahun sekarang itu mengikuti apa yang sudah dibuat oleh Jawa Barat sampai akhir bulan yang lalu, makanya ada perpanjangan,” katanya.

Baca Juga:  Pegi Setiawan Jadi Satu-satunya DPO Kasus Pembunuhan Vina di Cirebon

Dampak El Niño Buat Kekeringan Lebih Parah

Lebih lanjut, Juwanda membeberkan fenomena menarik terkait kemarau periode ini. Meski durasi musim kemarau tidak terhitung lebih panjang, namun tingkat kekeringan yang dirasakan masyarakat jauh lebih ekstrem ketimbang tahun terdahulu.

Dampak domino dari kondisi ini langsung menghantam pasokan air bersih konsumsi warga serta mengancam ketahanan sektor pertanian. Tak hanya itu, hamparan lahan dengan vegetasi mengering kini menjadi sangat rentan terpicu api.

Berdasarkan penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena alam El Niño menjadi dalang utama di balik sengitnya dampak kekeringan tahun ini.

“Jadi bukan kemaraunya yang panjang, tapi kekeringannya yang parah dibandingkan tahun sebelumnya akibat pengaruh dari El Nino, itu menurut BMKG,” jelasnya.

Baca Juga:  Tambang Gunung Kuda Longsor, Dua Tersangka Ditetapkan: Abaikan Larangan, Tewaskan 19 Orang

Penyaluran Air Bersih Masih Terus Berjalan

Guna meringankan beban masyarakat, BPBD Kabupaten Cirebon terus bergerak aktif mendistribusikan armada tangki air bersih ke desa-desa yang membutuhkan.

Prosedur pengiriman air didasarkan pada usulan resmi dari pemerintah desa setempat. Langkah ini diterapkan agar pasokan air benar-benar sampai ke tangan warga yang paling membutuhkan.

Dengan berlakunya perpanjangan status siaga hingga penghujung Oktober, BPBD mengimbau warga untuk tidak terbuai meski hujan sesekali mulai turun.

“Masyarakat di wilayah terdampak pun diharapkan tetap waspada terhadap potensi kekurangan air bersih maupun kebakaran lahan, meskipun hujan mulai turun secara sporadis,” tutupnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

cirebon El Nino Kekeringan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Punya KTP dan KK? Simak Cara Cek Bansos BLT Kesra Rp900.000 Lewat HP

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

PKH Tahap 4 2026 hingga Rp2,7 Juta per Tahap? Cek Rincian Bantuan Sesuai Kategori

Cek Bansos 2026 Lewat HP, Cukup Pakai NIK KTP! Begini Cara Mengetahui Status Penerima

Benteng Bandung Zoo Jebol Dihantam Minibus, Ternyata Ini Penyebabnya

Blak-blakan! Terseret Korupsi PT BDS Rp128 Miliar, Bupati Dadang Supriatna Buka-bukaan di Depan Dedi Mulyadi

Gang Saritem Disisir Polisi, Sabu Ditemukan dan Puluhan Orang Jalani Tes Urine

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.