Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Telepon Masuk Bikin Rapat Mendadak Diskors, Purbaya Tak Lama Kemudian Dicopot dari Menkeu

Senin, 14 September 2026 22:54 WIB

Punclut Bandung Kebakaran! Asap Membubung ke Arah Permukiman Warga

Senin, 14 September 2026 22:43 WIB

Bukan Cuma Cari Pemain! John Herdman Ungkap Pengalaman Tak Terlupakan di Laga Persija vs Persib

Senin, 14 September 2026 22:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Telepon Masuk Bikin Rapat Mendadak Diskors, Purbaya Tak Lama Kemudian Dicopot dari Menkeu
  • Punclut Bandung Kebakaran! Asap Membubung ke Arah Permukiman Warga
  • Bukan Cuma Cari Pemain! John Herdman Ungkap Pengalaman Tak Terlupakan di Laga Persija vs Persib
  • Bikin Jalan Bandung Menyempit, Pembangunan Halte BRT Cicadas Ditarget Rampung 2 Minggu
  • Andre Taulany Nikah Lagi?! Ini Sosok Calon Istri Ketua Geng Prediksi
  • Misi Balas Kekalahan dari Persija? Persib Langsung Latihan Setibanya di Korea
  • Resmi Jabat Menkeu, Suahasil Nazara Singgung Peluang Tinjau Ulang Kebijakan Mutasi Purbaya Yudhi Sadewa
  • Purbaya Diganti! Suahasil Nazara Kini Pegang Kursi Menteri Keuangan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 15 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

Dari Desa Tanpa Lapangan ke Puncak Dunia: Kisah Pau Cubarsi, ‘Benteng’ Masa Depan Spanyol

By Aga GustianaSenin, 20 Juli 2026 12:37 WIB2 Mins Read
Pau Cubarsi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dunia sepak bola mungkin baru saja mengenalnya sebagai peraih FIFA Young Player Award di Piala Dunia 2026. Namun, bagi Pau Cubarsí, trofi emas itu hanyalah cerminan dari ketenangan yang ia bawa sejak kecil dari Estanyol, sebuah desa kecil di Girona dengan populasi tak lebih dari dua ratus jiwa. Di tempat yang bahkan tidak memiliki lapangan sepak bola, seorang putra tukang kayu ini mulai mengukir takdirnya.

Ketenangan di Tengah Badai

Pada usia 19 tahun, Cubarsí tidak terlihat seperti remaja yang gugup di panggung final Piala Dunia melawan Argentina. Ia tampil dengan kedewasaan seorang veteran. Bek FC Barcelona ini adalah jantung pertahanan La Roja yang sukses mengunci gelar juara dunia.

Bagi Cubarsí, filosofi hidupnya sederhana: kerendahan hati yang diajarkan keluarga di desa tempatnya lahir, kini ia terjemahkan menjadi determinasi baja di lapangan hijau. Ia bukan sekadar pemain muda yang kebetulan beruntung; ia adalah pusat komando yang membuat lawan kehabisan akal.

Baca Juga:  Hasil Euro 2024: Kalahkan Italia 1-0, Timnas Spanyol Lolos ke Babak 16 Besar

Statistik yang Melawan Logika

Sepanjang turnamen di Amerika Utara, Cubarsí mencatatkan angka-angka yang membuat para analis statistik dunia mengernyitkan dahi. Ia mencatatkan total 720 menit bermain penuh, menjadikannya satu-satunya pemain di bawah usia 20 tahun yang tampil konsisten di setiap detik perjuangan Spanyol.

Beberapa catatan emasnya meliputi:

Baca Juga:  Spanyol Raja Dunia Baru: Simak Peringkat FIFA Terbaru Pasca Piala Dunia 2026
  • Akurasi Umpan Sempurna: Dengan tingkat keberhasilan 98,3%, ia menjadi distributor bola paling efisien di seluruh turnamen.
  • Determinasi Final: Saat menumbangkan Argentina, ia mencatatkan 115 umpan sukses dan memenangi 100% tekel, sebuah bukti pertahanan yang klinis.
  • Pilar Nirbobol: Berkat kepemimpinannya di lini belakang, Spanyol hanya kebobolan satu gol sepanjang gelaran Piala Dunia 2026.

Jejak Emas: Dari La Masia menuju Legenda

Perjalanan Cubarsí menuju tahta dunia adalah kisah percepatan karier yang luar biasa. Dididik di “pabrik” talenta terbaik dunia, La Masia, ia menapaki jenjang profesional dengan kecepatan kilat.

Setelah menjalani debut di Barcelona pada awal 2024, ia tidak butuh waktu lama untuk menjadi kepingan penting dalam taktik Hansi Flick. Sebelum Piala Dunia, ia sudah lebih dulu mengalungkan medali emas Olimpiade Paris 2024. Saat ini, dengan nilai pasar €80 juta dan klausul rilis €500 juta, Barcelona jelas tidak ingin kehilangan aset paling berharga mereka.

Baca Juga:  Hasil Euro 2024: Menang Telak 4-1 Atas Georgia, Timnas Spanyol Tantang Jerman di Perempatfinal

Kini, dengan gelar Pemain Muda Terbaik dunia di tangan, Pau Cubarsí resmi masuk ke dalam buku sejarah, bersanding dengan legenda seperti Pele dan Kylian Mbappé. Namun, bagi remaja asal Estanyol ini, gelar tersebut hanyalah awal dari sebuah perjalanan panjang untuk mendefinisikan ulang posisi bek tengah di sepak bola modern.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Timnas Spanyol
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan Cuma Cari Pemain! John Herdman Ungkap Pengalaman Tak Terlupakan di Laga Persija vs Persib

Rumor Panas Paruh Musim: Bek Persija Digandeng Legia Warszawa, Persib Siap Datangkan Penyerang Eropa

John Herdman Bongkar Mimpi Erick Thohir untuk Timnas Indonesia: Juara hingga Piala Dunia 2030

City Menang 1-0, Gol Haaland Malah Jadi Bumerang? Pro Ref Bongkar Kesalahan VAR

Man Utd vs Man City Diprediksi Sengit, Statistik Mengarah ke Duel Penuh Gol!

Indonesia Jadi Tuan Rumah, Skuad Garuda Siap Tempur! Ini Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.