Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Lelah Bukan Alasan! Marc Klok Minta Persib Habis-habisan di Jatidiri

Minggu, 8 November 2026 12:01 WIB

Apes! Veda Ega Pratama Kedelapan di Kualifikasi, tapi Terlempar ke Start ke-14

Minggu, 8 November 2026 11:56 WIB

Gagal Refund Gegara Aplikasi Error dan Tenggat 7×24 Jam, Penumpang Gugat KAI ke PN Bandung

Minggu, 8 November 2026 11:49 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Lelah Bukan Alasan! Marc Klok Minta Persib Habis-habisan di Jatidiri
  • Apes! Veda Ega Pratama Kedelapan di Kualifikasi, tapi Terlempar ke Start ke-14
  • Gagal Refund Gegara Aplikasi Error dan Tenggat 7×24 Jam, Penumpang Gugat KAI ke PN Bandung
  • Hilang Kontak Hampir Sebulan, PMI Cililin Diduga Korban TPPO Akhirnya Ditemukan
  • 10 Laga dalam 30 Hari! Igor Tolic Ungkap Kondisi Persib Jelang Lawan Java United
  • Harga Emas Antam Hari Ini Diam di Rp2,5 Juta, Saatnya Borong atau Tahan Dulu?
  • Tumbuh Jauh dari Azan, Bobotoh Cilik Ini Justru Khatam 30 Juz di Usia 9 Tahun
  • Bansos Salah Sasaran? Begini Cara Lapor Lewat Fitur Sanggah Aplikasi Kemensos!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 8 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

Dari Desa Tanpa Lapangan ke Puncak Dunia: Kisah Pau Cubarsi, ‘Benteng’ Masa Depan Spanyol

By Aga GustianaSenin, 20 Juli 2026 12:37 WIB2 Mins Read
Pau Cubarsi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Dunia sepak bola mungkin baru saja mengenalnya sebagai peraih FIFA Young Player Award di Piala Dunia 2026. Namun, bagi Pau Cubarsí, trofi emas itu hanyalah cerminan dari ketenangan yang ia bawa sejak kecil dari Estanyol, sebuah desa kecil di Girona dengan populasi tak lebih dari dua ratus jiwa. Di tempat yang bahkan tidak memiliki lapangan sepak bola, seorang putra tukang kayu ini mulai mengukir takdirnya.

Ketenangan di Tengah Badai

Pada usia 19 tahun, Cubarsí tidak terlihat seperti remaja yang gugup di panggung final Piala Dunia melawan Argentina. Ia tampil dengan kedewasaan seorang veteran. Bek FC Barcelona ini adalah jantung pertahanan La Roja yang sukses mengunci gelar juara dunia.

Bagi Cubarsí, filosofi hidupnya sederhana: kerendahan hati yang diajarkan keluarga di desa tempatnya lahir, kini ia terjemahkan menjadi determinasi baja di lapangan hijau. Ia bukan sekadar pemain muda yang kebetulan beruntung; ia adalah pusat komando yang membuat lawan kehabisan akal.

Baca Juga:  Hasil Bola Tadi Malam: Cristiano Ronaldo Bawa Portugal Menang, Spanyol Bantai Swiss

Statistik yang Melawan Logika

Sepanjang turnamen di Amerika Utara, Cubarsí mencatatkan angka-angka yang membuat para analis statistik dunia mengernyitkan dahi. Ia mencatatkan total 720 menit bermain penuh, menjadikannya satu-satunya pemain di bawah usia 20 tahun yang tampil konsisten di setiap detik perjuangan Spanyol.

Beberapa catatan emasnya meliputi:

Baca Juga:  Spanyol Raja Dunia Baru: Simak Peringkat FIFA Terbaru Pasca Piala Dunia 2026
  • Akurasi Umpan Sempurna: Dengan tingkat keberhasilan 98,3%, ia menjadi distributor bola paling efisien di seluruh turnamen.
  • Determinasi Final: Saat menumbangkan Argentina, ia mencatatkan 115 umpan sukses dan memenangi 100% tekel, sebuah bukti pertahanan yang klinis.
  • Pilar Nirbobol: Berkat kepemimpinannya di lini belakang, Spanyol hanya kebobolan satu gol sepanjang gelaran Piala Dunia 2026.

Jejak Emas: Dari La Masia menuju Legenda

Perjalanan Cubarsí menuju tahta dunia adalah kisah percepatan karier yang luar biasa. Dididik di “pabrik” talenta terbaik dunia, La Masia, ia menapaki jenjang profesional dengan kecepatan kilat.

Setelah menjalani debut di Barcelona pada awal 2024, ia tidak butuh waktu lama untuk menjadi kepingan penting dalam taktik Hansi Flick. Sebelum Piala Dunia, ia sudah lebih dulu mengalungkan medali emas Olimpiade Paris 2024. Saat ini, dengan nilai pasar €80 juta dan klausul rilis €500 juta, Barcelona jelas tidak ingin kehilangan aset paling berharga mereka.

Baca Juga:  Hasil Euro 2024: Timnas Spanyol Lolos ke Final usai Kalahkan Prancis 2-1

Kini, dengan gelar Pemain Muda Terbaik dunia di tangan, Pau Cubarsí resmi masuk ke dalam buku sejarah, bersanding dengan legenda seperti Pele dan Kylian Mbappé. Namun, bagi remaja asal Estanyol ini, gelar tersebut hanyalah awal dari sebuah perjalanan panjang untuk mendefinisikan ulang posisi bek tengah di sepak bola modern.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Timnas Spanyol
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Apes! Veda Ega Pratama Kedelapan di Kualifikasi, tapi Terlempar ke Start ke-14

Ukir Catatan Emas di Asia, Persib dan Borneo FC Tuai Pujian Setinggi Langit dari Ferry Paulus

Thom Haye

Ukir Sejarah! Bek Timnas Indonesia Terpilih Jadi Pemain Terbaik Liga Champions

Dibikin Heran Satu Dunia! Selebrasi Paling Nyeleneh Veda Ega: Makan Belalang Goreng di Sepang!

Misi Balas Dendam! Melbourne Victory Turunkan Kekuatan Penuh Hadapi Persib Bandung

Jadwal Piala Asia 2027 Resmi Dirombak Total oleh AFC, Ini Tanggal Barunya!

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ramai Dicari Netizen! Terbongkar Kebenaran Isu Link Video Egar dan Fina Asal Banyuwangi
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.